Aktivis Asal Unisi Turut Berduka “Atas Insiden Demokrasi Di Kampar”

0
140
Said Anel Oesman (aktivis Unisi)

INDRAGIRI.com, TEMBILAHAN – Salah seorang  aktivis  Universitas Islam Indragiri ( UNISI ) Kabupaten Indragiri Hilir ( INHIL ) merasa prihatin  atas insiden  demokrasi  di Kabupaten Kampar  Provinsi Riau  beberapa waktu yang lalu di halaman kantor Bupati Kampar.(18/07/18)/

Saat  ditemui oleh Indragiri.com di salah satu  warung kopi  di Tembilahan menyayangkan atas prilaku Tindakan tidak manusiawi dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Kampar Riau. Pemukulan dan tendangan ditujukan kepada demonstran tersebut sungguh tidak manusiawi oknum anggota Satpol PP saat mengusir para demontrans dari kantor bupati kala itu. Saat Unjuk rasa yang dilakukan puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar itu pun berakhir ricuh, ” menurut” said anel osman aktivis asal unisi tembilahan kebebasan menyampaikan pendapat itu sesuai dengan rujukan UU No 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat  di muka umum ,jadi setiap orang, kelompok, itu berhak menyampaikan pendapat dan pasti dilindungi oleh aturan hukum . jadi pihak satpol pp tidak  bisa melakukan tindakan semena – mena dalam hal mengawasi para demonstran yang menyatakan pendapat..

Oleh karena itu Peristiwa Satpol mengamuk itu harus mendapat tindakan keras oleh penegak hukum.. Dikarenakan.. Setiap peristiwa yang terjadi itu antara pihak satpol PP KAMPAR DAN PARA demonstran ITU ADA BUKTI dan sangat jelas BAIK SAAT demontrans ingin memasang spanduk di depan kantor Bupati Kampar KALAH ITU . ATAUPUN saat Kasatpol PP Kampar yang melakukan tindakan arogan tersebut pengusiran secara paksa itu jelas ada bukti dan tindakan tersebut sudah jelas perbuatan melawan hukum dan bertentangan dengan asas demokrasi yang ada diindonesia.

Atas insiden yang terjadi  pria yang akrab dipanggil Anel itu mengajak, serta menghimbau para aktivis mahasiswa dan Bem Se-Riau bersama- sama agar ikut  andil dalam  mengawal  kasus ini hingga tuntas   “tutupnya