Bola Panas Sembako Maut Monas

0
89
Sejumlah warga berdesakan untuk mengambil sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). Acara Untukmu Indonesia diisi dengan pembagian sembako gratis, sunatan gratis serta pertunjukan seni budaya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras/18

INDRAGIRI.com, Jakarta- Kasus hilangnya dua nyawa anak akibat berebut sembako di Monas pada acara ‘Untukmu Indonesia’ pada Sabtu (28/4), berbuntut panjang. Pemprov DKI disebut tidak bisa lepas tangan dari kasus tersebut, padahal panitia acara dinyatakan melanggar izin dengan membagikan sembako dan mencatut logo pemprov. Sejumlah pihak yang merasa berkepentingan pun saling lempar tanggung jawab.

Dua anak yang menjadi korban adalah MJ (12) dan MR (10 tahun) warga Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara. Dalam surat kematian kedua korban, rumah sakit belum menyebutkan penyebab kematian dari kedua korban yang dilarikan dari acara tersebut.

Insiden itu pun mendapat kecaman dari sejumlah pihak, termasuk PAN. Bendahara DPP PAN, Chandra Tirta Wijaya mengecam keras insiden tersebut. PAN meminta aparat keamanan tidak tinggal diam, segera mengusut siapa otak dan penyandang dana acara tersebut.

“Polisi perlu mengusut tuntas atas insiden ini, bukan hanya penyelenggaranya tapi juga otak dan penyandang dananya,” kata Chandra dalam konferensi pers di kantor DPP PAN, Kamis (3/5).

Ia berharap polisi tak sekedar mengejar nama panitia. Dan persoalan ini diharap agar tidak hanya selesai dengan uang duka kepada keluarga korban. “Harus dicari siapa yang bertanggung jawab dan diproses hukum,” ujarnya.

Chandra meminta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seharusnya juga tidak hanya tinggal diam. Karena penyelenggara acara pembagian sembako di Monas ini izin dari pemprov disalahgunakan panitia.

Di mana awalnya adalah izin festival menjadi perayaan ibadah dan pembagian sembako. Untuk itu ia mengusulkan termasuk di Pemda DKI perlu dibentuk tim independen untuk menyelidiki penyalahgunaan izin ini.

“Karena banyak di pemda yang lepas tangan atas insiden ini. Sehingga banyak dimanfaatkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Tak sekedar diselesaikan dengan uang duka tapi dicari siapa yang bertanggung jawab dan diproses hukum. Termasuk di Pemda DKI perlu dibentuk tim independen untuk menyelidiki ini karena banyak di pemda yang lepas tangan atas insiden ini. Sehingga banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kecaman serupa juga datang dari Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Taufiqurrahman. Ia menilai acara yang diisi dengan bagi-bagi sembako ini tak ubahnya pembunuhan terhadap rakyat.

“Ini pesta rakyat yang membunuhi rakyat kalau begitu caranya. Saya minta panitia bertanggung jawab secara materil dan nonmateril kepada keluarga korban,” kata dia saat dihubungi, Selasa (1/5). (*)

Sumber : Republika