H.D Bastaman : 3 Kata Bertuah

0
40

INDRAGIRI,com, OPINI – Diteradisi melayu selalu akrab dengan kata bertuah. Kata tuah barang kali identik dengan keberuntungan. Artinya orang-orang yang bertuah adalah orang-orang yang selalu mendapat keberuntungan dalam kehidupannya. Namu lebih dari itu, 3 kata bertuah yang penulis maksudkan bukanlah seperti yang dipahami oleh sebagian orang tanpa adanya makna usaha dan doa. Akan tetapi 3 kata bertuah ini menjadi sangat bermakna bila dipahami dengan baik dan bisa dijadikan sebagai landasan hidup bagi para pencari makna dan kemenangan.

Secara psikologi ada tiga kata bertuah yang apabila diucapkan secara tepat dan benar dapat mengakrapkan hubungan seseorang dengan orang lain. H.D Bastaman juga mengungkapkan tiga kata bertuah itu dalam bukunya Logoterapi. Inilah tiga kata betuah itu :

1. Terimakasih (thanks you)
Barang kali saya harus bertanya. Kapan terakhir kali anda mengucapkan kata yang sederhana ini kepada orang-orang yang ada diskitar anda? Banyak orang tidak menyadari bahwa ucapan yang ringan tapi memiliki pengaruh dan makna yang tinggi itulah terimakasih. padahal Ucapan terimakasih bukan saja bermaksud rasa hormat anda pada orang lain atau sebagai buah dari etika anda berbudaya. Lebih dari itu ucapan terimakasih dapat meluluhkan hati yang keras menjadi lembut. Ucapan terimakasih itupula dapat membuat diri seseorang lebih berwibawa dihadapan orang lain. Sebagai seorang pedagang misalnya, jika ucapan terimakasih itu selalu ia ucapkan saat terakhir jual beli, pastilah akan membuat pelanggannya menjadi nyaman untuk berbelanja (kecerdasan emosional).
Ucapan terimakasih inilah dimiliki oleh orang-orang yang bijaksana sukses dalam pergaulannya. Apakah lagi ucapan terimakasih itu bila diucapkkan pada kekasihnya, bukankah begitu senangnya? Jika demikian adannya, ucapkanlah terimakasih secara tepat dan benar kepada siapa saja. Syukron ya.

2. Maafkan Saya (I,m sorry)
Islam sangat memperhatikan aspek ini. Memaafkan orang lain merupakan sikap yang sulit untuk dilakukan pada sebagian orang. Namun begitu, tahukah anda? orang-orang yang bisa memaafkan orang lain adalah orang-orang yang berlapang dada jauh dari masalah. Bagaimana tidak? Baginya tak pernah mengenal musuh, tak ada dendam yang tersimpan dihatinya. Hal itu disebabkan kelapangan jiwanya yang bisa memaafkan orang lain. Tak ada pikiran yang mengganjal dan menjanggal di benaknya yang dapat menggangu impian-impian yang menjadi tujuannya. Itulah kenapa orang-orang seperti itu merupakan tipe orang ceria, optimis dan selalu lapang dalam langkahnya.

begitulah ajaran yang dicontohkan oleh nabi Muhammad ketika beliau berdakwa beliau tidak pendendam dan bisa memaafkan bahkan mendo’akan orang-orang yang tidak mengerti dengan agama ini. Seperti dalam kisahnya bahwa disetiap paginya beliau melewati sebuah jalan di dekat rumah orang yahudi namun setiap kali beliau lewat disana, maka setiap hari pula beliau diludahi dan dicaci maki, namun Rasulullah tidak pernah terusik untuk berdakwah dengan sikap orang yahudi tadi. Tapi pada akhirnya keluarbiasaan terjadi, disuatu hari orang yahudi itu tidak ada lagi meludahi Rasulullah ketika itu pula rasulullah bertanya di dalam hatinya kemana orang yahudi ini, kenapa ia tidak lagi muludahi saya hari ini? Didengar kabar ternyata si yahudi ini jatuh sakit. Namun disaat yang sama beliau mengunjunginya dan membawakan makanan buat si yahudi ini. Peristiwa inipun sangat mengemparkan masyarakat ketika itu karena si yahudi ini telah mengucapkan dua kalimat syahadat langsung dihadapan Rasulullah karena sikap beliau yang tidak pernah mengenal musuh dan dendam, beliau selalu berusaha memperlihatkan sikap pemaafnya dengan akhlaknya yang mulia. Bahkan beliau pernah berdo’a pada kaumnya yang justru mencaci makinya “ya Allah berilah petunjuk kepada kaumku karena mereka tidak mengetahui”.

Oleh karena itu sebagai seorang yang punya tujuan hidup kedepan anda harus bisa belajar memaafkan orang lain mulai dari sekarang. Inilah kunci para pemenang, kunci para pejuang.

3. Aku Sayang Padamu (I love you)
Barang kali ungkapan ini tidak asing ditengah kehidupan kita. Dalam kehidupan rumahtangga Seorang suami sudah sepantasnya dan bahkan tidak asing lagi mengucapkan ungkapan kasih sayang kepada istri dan anak anaknya. Begitulah sepantasnya. Namun tidak jarang juga kita melihat rumah tangga yang sepi dari ungkapan dan belaian kasih sayang sehingga membuat rumahtangga menjadi kelam, kusam dan tidak bergairah.

Meski terdengar biasa, sebenarnya ungkapan ini bukanlah kata yang hanya diucapkan lisan saja, di dengar oleh telinga namun pada dasarnya ungkapan kasih sayang merupakan luahan dari hati sanubari yang dalam yang ia merupakan anugrah ilahi terindah disepanjang zaman. Banyak orang yang bahagia karena cinta kadang banyak pula yang terluka karena cintanya. Disela-sela saya membimbing anak-anak remaja di sekolah sebagai guru BK saya sempat berkerut kening berpikir. Ternyata sebagian besar masalah anak-anak sekolah yang saya bimbing adalah masalah kebutuhan kasih sayang dari keluarganya yang tidak terpenuhi dengan baik. Entah itu dari ibunya sendiri begitu pula dari ayah dan saudaranya. Mereka sangat haus dengan kasih sayang dan didikan rohani/kejiwaan. Banyak sekali orang memandang remeh atau tidak mengetahui akan pentingnya perhatian kasih sayang kepada setiap insan.

Oleh karenanya mendidik anak-anak bukan saja tugas sekolah dan guru namun peranan yang mendasar adalah orang tua yang harus menyirami kebutuhan rohani dan jasmani pada anak-anak, agar tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat sehingga menghasilkan buah berupa prestasi yang baik disekolah atau dilingkungan masyarakat. Teringat saya pada sebuah ungkapan “dimana ada cinta maka disanalah ada kehidupan”.