Harga Kelapa Tetap Anjlok, Korlap Aksi : Kita Lanjutkan Perjuangan

0
223

INDRAGIRI.com, TEMBILAHAN – Harga kelapa tetap anjlok ini membuat masyarakat resah, seperti yang di ketahui harga jual kelapa dibeberapa daerah sangat memprihatinkan , seperti daerah kuala lahang hingga berita ini di publikasi kan hanya bertengger di angka Rp.700 / Kilo.

Menanggapi hal tersebut, ketua HMI komisariat ekonomi sekaligus korlap aksi bela rakyat di kantor bupati dan kantor DPRD beberapa waktu lalu, Muhammad Husaini Msp saat di temui media mengatakan,

” pemerintah daerah Indragiri hilir tak lagi hadir pada kepentingan-kepentingan rakyat,maka dari itu kami dari elemen-elemen pemuda mahasiswa yang kemarin bergerak dalam aksi telah melayangkan surat audiensi kepada bapak bupati untuk membicarakan hal ini, kami mengharapkan tanggapan cepat dari bapak bupati karna masalah semakin mendesak.”

Seperti di ingat sebelumnya, aksi yang di gelar di kantor bupati dan kantor DPRD Inhil beberapa waktu lalu mampu membuat perhatian semua pihak bahwa pelik nya permasalahan kelapa yang harus di selesaikan oleh pemerintah daerah Indragiri hilir, aksi tersebut berhasil menduduki ruang paripurna kantor DPRD dan melaksanakan sidang rakyat dan memberikan beberapa tuntutan.

Saat diwawancarai, husaini juga mengatakan akan mengadakan aksi demonstrasi jika pemerintah tidak menanggapi surat mereka.

“Kalau tidak di tanggapi, berarti pemerintah sudah tidak lagi perduli dengan suara kita, kita tidak akan kompromi, kita akan demonstrasi”

“perjuangan ini bukan musiman, dan bukan juga komoditas yang di jual beli kan, jika pemerintah sudah lupa akan janji nya
Mahasiswa yang harus berbaris melawan dan mengingat kan, saya sampaikan kepada semua kawan-kawan untuk membangun kekuatan, mengerahkan para petani untuk turun menyuarakan aspirasi.”
Husaini menyampaikan dengan penuh semangat.

Pergerakan pemuda mahasiswa yang terus mengawal kebijakan pemerintah khususnya kelapa di harapakan mampu mendorong berbagai pihak mendapatkan solusi.

“kemarin aksi kami di tuding di tunggangi karena aksi di saat kampanye paslon bupati, sekarang apa lagi alasan mereka untuk tidak mendengarkan kami.” tutup Husaini.*(m)