Hikmah Shalat Bagi Kesehatan

0
32
Ilustrasi Shalat (Sumber oto : wikimedia.com)

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah shalat. Seungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ” (Q.S. Al ‘Ankabut : 45)

Dalam rangka membina kesehatan manusia. Islam membuat pedoman-pedoman secukupnya. Salah satunya adalah shalat lima waktu. Mungkin selama ini kita belum menyadari apa sesungguhnya hikmah dibalik gerakan shalat itu. Mengapa kita harus berdiri tegak dan lurus (bagi yang mampu), ruku’, i’tidal, sujud dan duduk (tahuyat) di dalam shalat? Tidakkah kita menyadari bahwa setiap gerakan itu mengandung unsur olah raga? Yang ternyata dapat menyehatkan jasmaniyah (tubuh) serta berefek positif terhadap kesehatan rohani (mental/jiwa) bagi yang melaksanakannya.

Demikian menurut ahli. Prof. DR. H.A. Saboe dalam bukunya Hikamh Kesehatan dalam Shalat, 1986.  Sedangkan ahli lain, Syekh Hakim Abu Abdullah Ghulam Hoiruddin dalam bukunya The Book of Sufi Healding (Kitab Al Timn Al Rauhii As Suufi), juga dalam versi Indonesia mengatakan bahwa shalat dikerjakan dalam delapan posisi yang masing-masing dapat memberikan efek positif terhadap siri seseorang. Dan ahli lain ada yang menyebutkan ada 12 atau lebih posisi dalam shalat.

Posisi 1:     Berdiri tegak, pandangan ke arah tempat sujud dan menghadap kiblat.   Dengan posisi ini, tubuh merasa bebas dari beban, karena                 pembagian beban yang sama pada kedua kaki. Punggung lurus sehingga akan memperbaiki postur tubuh. Pandangan dipertajam dengan memfokuskan pada tempat sujud. Otot-otot punggung bagian atas dan bawah dilemaskan, pusat otak bagian atas dan bawah dipadukan membentuk satu kesatuan tujuan.

Posisi 2:     Berdiri tegak dengan kedua tangan bersedekap di dada.          Dengan posisi ini dapat diperpanjang konsentrasi pengendoran kaki dan punggung. Membaca ayat-ayat Al Qur’an atau doa dapat merangsang penyebaran 99 Nama Tuhan (Asmaul Husna) ke seluruh tubuh, pikiran dan jiwa. Suara vokalnya akan merangsang jantung, kelenjer gondok (tyroid), kelenjer pineal, kelenjer bawah otak, kelenjer adrenal dan paru-paru serta akan membersihkan dan mengeringkan semua organ tersebut. Juga dapat menciptakan sirkulasi darah, terutama aliran darah kembali ke jantung, serta produksi getah bening dan jaringan yang terkumpul dalam kantong-kantong kedua persendian itu menjadi lebih baik, gerakannya menjadi lancar dan dapat menghindarkan diri dari penyakit di persendian, misalnya reumatik.

Posisi 3:    Ruku’      Posisi ini dapat melonggarkan otot-otot punggung bawah, paha dan betis. Darah dipompa ke batang tubuh bagian atas. Juga dapat melonggarkan otot-otot perut, abdomen dan ginjal. Dengan ruku’ ternyata tulang punggung (vertebrae) dapat tetap berada dalam keadaan baik, karena persendian diantara badan-badan ruas tulang belakang (corpus vertebrae) tetap lembut dan lentur. Dapat memudahkan persalinan bagi wanita yang melahirkan. Selain itu, ruku’ dapat menciptakan konsentrasi secara serentak antara otot-otot pinggang, sehingga penyakit pembungkukan tulang punggung (scloise) yang sering dialami terutama oleh anak-anak karena sikap duduk yang salah saat menulis atau membaca dapat dihindarkan.

Posisi 4:     Bangkit dari ruku’ (I’tidal)      Gerakan ini me-nyebabkan darah segar yang bergerak naik ke batang tubuh saat ruku’ akan kembali ke keadaan semula dengan membawa toksin. Tubuh menjadi santai kembali dan melepaskan ketegangan.

Posisi 5:     Sujud       Secara ilmiah sujud dapat menye-babkan otot-otot menjadi besar dan kuat terutama otot-otot dada, sehingga terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh dada tidak kuat. Lutut yang membentuk sudut yang tepat memungkinkan otot perut berkembang dan dapat mencegah pembesaran di bagian tengah perut. Sujud juga menyebabkan 20 % oksigen yang ada pada tubuh akan mengalir ke otak, sehingga aliran darah dalam otak semakin lancar. Sujud dapat pula memperlancar aliran darah ke bagian atas tubuh terutama kepala (mata, hidung, dan telinga) serta paru-paru yang memungkinkan toksin-toksin dibersihkan oleh darah. Ternyata sujud dapat mengurangi tekanan darah tinggi dan menambah elastisitas tulang. Pada saat sujud, semua otak akan berkontraksi, bukan saja otot menjadi besar dan kuat, tapi urat-urat darah sebagai pembuluh nadi  (arteria), pembuluh darah balik (venae), serta urat-urat getah bening akan terpijat atau terurut. Sehingga peredaran darah dan lympa akan lancar. Disamping itu membantu kelancaran kerja jantung dan menghindarkan pengerutan dinding-dinding pembuluh darah (arterio-scelerosis). Gerakan sujud juga dapat mengahasilkan energi panas  yang dibutuhkan oleh proses pencernaan makanan oleh tubuh. Satu hal lagi, bahwa adalah merupakan esensi dari ibadah shalat.

Posisi 6:     Duduk diantara dua sujud (tasyahud Awwal/Duduk iftirasy)                 Sikap ini dapat membantu meng-hilangkan efek racun pada hati dan merangsang gerakan paristaltik usus besar, serta akan membantu proses pencernaan dengan mendesak turun isi perut.

Posisi 7:     Sujud ke dua setelah duduk Iftirasy Pengulangan sujud yang lama dalam beberapa detik dapat membersihkan sistem pernafasan, peredaran darah dan saraf, juga penyebaran oksigen ke seluruh tubuh akan lebih lancar dan menciptakan keseimbangan sistem saraf simpatik dan para simpatik.

Posisi 8:     Tasyahud Akhir/duduk Tawaruq            Posisi  ini hampir sama manfaatnya dengan dengan posisi 6 (duduk Iftirasy). Pada kedua sikap duduk ini, sebenarnya kita duduk dengan otot-otot pangkal paha. Dimana di dalamnya terdapat salah satu saraf pangkal paha yang besar yaitu di atas kedua tumit kita, tumit dilapisi oleh sebuah otot yang berfungsi sebagai bantal, sehingga tumit menekan otot-otot pangkal paha serta saraf pangkal paha dan  pijatan atau tekanan tersebut ternyata dapat menghindarkan atau menyembuhkan penyakit  saraf pangkal paha (neuralgia) yang terasa sakit, nyeri dan sengal.

Kesimpulannya, jika shalat kita kerjakan dengan sebenar-benarnya (sesuai gerakan dan syari’at), Insya Allah ia dapat melindungi, mencegah bahkan meyembuhkan dari sekumpulan penyakit ringan maupun berat.

Sumber : Buku Hidup Sekali Hiduplah yang Berarti, terbitan MUMTAZ