Pelaporan SPT Terus Meningkat

0
63
Suasana wajib pajak lapor SPT pajak. (Foto: Antara/Reno)

INDRAGIRI.com, JAKARTA– Kepatuhan wajib pajak semakin membaik. Hingga Sabtu (31/3) sore, penerimaan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dari wajib pajak orang pribadi (WP OP) yang masuk mencapai 10.407.774. Pada periode yang sama tahun lalu, SPT yang masuk sejumlah 9.288.394. Sehingga SPT yang masuk naik 12 persen dibandingkan tahun lalu.

Dari 10,4 juta SPT yang masuk, 1.909.513 SPT disampaikan secara manual. Sementara 80 persen sisanya atau sebanyak 8.498.261 disampaikan melalui e-filing. Penyampaian SPT melalui e-filing pun terus meningkat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dirinya sempat mendengar me­ngenai ke­­luhan akses e-filing dalam seminggu terkahir. Website Dit­jen Pajak untuk pengisian e-filing sempat down, terutama pada Kamis (29/3) atau sebelum libur panjang.

“Nampaknya semua orang pada menunggu di hari itu, se­hingga saluran sempat stuck. Karena, begitu banyak dari me­reka yang menunggu hingga hari-hari terkahir,” ujarnya saat melakukan sidak di Gedung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta, kemarin. Untuk melayani WP, semua KPP di seluruh Indonesia memang tetap buka meski kemarin adalah hari Sabtu.

Perempuan yang kerap disapa Ani itu pun berpesan pada para WP yang datang di KPP agar tak lagi menyampaikan SPT di hari-hari terakhir menuju batas pelaporan. Hal itu untuk menghindari risiko jaringan e-filing down dan juga menghindari antrean panjang. Namun menurut Ani, Ditjen Pajak tetap akan terus meningkatkan kapasitas IT-nya setiap tahun agar bisa melayani minat masyarakat yang tinggi dalam menggunakan e-filing.

Menurut Ani, antusiasme masyarakat untuk membayar pajak mulai meningkat. “Kami akan terus menyampaikan ke masyarakat, bahwa uang pajak Anda untuk Anda juga dan kembali ke masyarakat. Entah itu dalam bentuk bangunan-bangunan, atau pun jasa-jasa yang diberikan kepada masyarakat. Itu adalah untuk kepentingan masyarakat dan bangsa,” urainya.

Mantan managing director Bank Dunia itu juga mengatakan, tingkat kepatuhan WP tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 70 persen.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan menambahkan, hingga hari terakhir, kantor-kantor pajak di Jakarta tidak tampak begitu padat. Sebab, warga Jakarta lebih menyukai penyampaian SPT melalui e-filing. “Di daerah-daerah kayaknya yang agak padat,” tuturnya.

Pemerintah tidak berencana memperpanjang batas pelaporan SPT. Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, ada beberapa faktor yang membuat kepatuhan para WP meningkat. Antara lain kampanye dan sosialisasi yang lebih gencar dari pemerintah, termasuk kampanye secara digital. Kemudian, ada perbaikan yang cukup signifikan, terutama dari penambahan bandwith untuk e-filing sehingga traffic-nya jadi lebih lancar. Tidak adanya rencana perpanjangan batas pelaporan SPT juga membuat orang ingin menyelesaikan pelaporan SPT lebih awal.

Masyarakat telah disuguhi bukti-bukti pembangunan infrastruktur yang lebih massif. Hal itu membuat masyarakat lebih percaya mengenai aliran uang yang mereka bayarkan, apakah benar dipakai untuk membangun negara atau tidak. Apalagi, subsidi juga sudah dikurangi dan hanya disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan.

“Reformasi perpajakan semakin menemukan titik kemendesakannya dan kita telah berjalan di jalur yang benar,” tuturnya.

Namun pria yang kerap disapa Pras itu berpesan agar pemerintah mau pun masyarakat tetap memperhatikan hasil dari pelaporan SPT. Selain penyaluran dana dari penerimaan pajak perlu diawasi, penting juga untuk meningkatkan pencapaian penerimaan itu sendiri. Sebab, kepatuhan WP secara formal sudah baik, tapi itu belum cukup.

“Ukuran capaian bukan sekadar jumlah wajib pajak yang melapor,  tetapi kepatuhan material yang meningkat,” tutupnya.

Sumber : Riaupos