INDRAGIRI.com,Tembilahan — Institut Agama Islam (IAI) Tafaqquh Fiddin Dumai sukses melaksanakan International Conference Perhimpunan Ilmuwan Pesisir Selat Malaka Tahun 2025 pada tanggal 22 November – 24 November 2025, sebuah forum ilmiah regional yang melibatkan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam memperkuat riset, pendidikan, dan pembangunan peradaban pesisir di wilayah Selat Malaka.
Dalam konferensi tersebut, Pondok Pesantren Ar-Rasyidiyah Kabupaten Indragiri Hilir memberikan kontribusi penting melalui kehadiran dan partisipasi aktif pimpinan pesantren, yakni Kiai Ahmad Ridho Al-Hafiz, dan Muhammad Rafai sebagai salah satu pendidik di Pondok Pesantren Ar-Rasyidiyah. Keduanya memaparkan perspektif penting mengenai pendidikan karakter, penguatan tradisi keilmuan Islam, serta peran pesantren pesisir dalam menjaga kearifan lokal Melayu sekaligus merespons tantangan global.
Turut hadir pula Kasi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Pahrul Rozi, S.Ag., MH, yang memberikan dukungan penuh terhadap peran strategis pesantren dalam menguatkan ekosistem pendidikan Islam di kawasan pesisir. Ia menegaskan bahwa kontribusi pesantren seperti Ar-Rasyidiyah tidak hanya dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga pada pengembangan riset dan diplomasi kebudayaan.
Acara ini mendapat perhatian besar dari akademisi internasional. Hadir sebagai narasumber utama Prof. Dr. Ahmad Zaki Bin Abu Bakar dari Universiti Geomatika Malaysia dan Prof. Norlah Mohamed dari Institut Alam dan Tamadun Melayu UKM Malaysia, yang memberikan pandangan mendalam tentang kolaborasi ilmiah, ketahanan budaya maritim, dan masa depan peradaban Melayu.
Sementara itu, Rektor IAI Tafaqquh Fiddin Dumai, Assoc. Prof. Dr. H.M. Rizal Akbar, menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi tonggak penting dalam sinergi ilmuwan pesisir. Ia menegaskan bahwa kontribusi Pondok Pesantren Ar-Rasyidiyah merupakan contoh nyata bagaimana lembaga pendidikan Islam mampu hadir sebagai mitra strategis dalam riset dan pengembangan kawasan.
Kontribusi Pondok Pesantren Ar-Rasyidiyah dalam forum internasional ini menegaskan peran penting pesantren sebagai pusat ilmu, budaya, dan pemberdayaan masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat diplomasi pendidikan Islam di kancah internasional. (*)

0 Komentar