Breaking News

Siapa Sangka Jangkos Bisa Jadi Briket? Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Ungkap Rahasianya


INDRAGIRI.com, INHU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau Program Membangun Kampung menggelar sosialisasi pemanfaatan jangkos (tandan kosong kelapa sawit) menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif kepada masyarakat Desa Bukit Meranti, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, pada Rabu (15/07/2026) pukul 15.00 WIB.

Desa Bukit Meranti merupakan salah satu daerah dengan mayoritas masyarakat yang memiliki perkebunan kelapa sawit. Kondisi tersebut menjadikan jangkos tersedia dalam jumlah yang melimpah. Selama ini, jangkos umumnya dimanfaatkan sebagai mulsa di sekitar tanaman kelapa sawit atau dibakar, kemudian abunya digunakan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah. Meskipun telah memberikan manfaat, jangkos sebenarnya masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya briket sebagai bahan bakar alternatif.

Briket merupakan bahan bakar padat yang dibuat dari biomassa atau limbah organik yang dipadatkan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Proses pembuatannya dimulai dengan mengeringkan jangkos, kemudian mengarangkannya melalui proses karbonisasi. Arang yang dihasilkan dihaluskan, dicampur dengan perekat tepung kanji, dicetak, lalu dijemur hingga kering dan siap digunakan. Briket memiliki sejumlah keunggulan, seperti menghasilkan panas yang stabil, waktu pembakaran yang lebih lama, lebih bersih saat digunakan, serta cocok dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak maupun berbagai usaha yang memerlukan bara api.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KUKERTA memperkenalkan kepada masyarakat bahwa jangkos tidak hanya dapat dimanfaatkan seperti yang selama ini dilakukan, tetapi juga dapat diolah menjadi briket yang memiliki nilai ekonomi. Tim KUKERTA menjelaskan manfaat dan keunggulan briket, alat dan bahan yang digunakan, tahapan pembuatannya, serta memperlihatkan contoh briket yang telah berhasil dibuat melalui uji coba sebelumnya.

Tim KUKERTA Berdampak Universitas Riau Program Membangun Kampung Desa Bukit Meranti terdiri atas Selvia Jelita (FT), Clara Ilaya Priti (FT), Ramadhan Gilang Primadani (FKIP), Yola Sukma Lega (FKIP), Nurul Putri Auliyani Rambe (FKIP), Utari Azizah (FISIP), Virgi Bunga Rizki Tri Angelie (FISIP), Septia Tri Wahyuni (FKIP), Sunkas Zoorlanda (FMIPA), dan M. Ichwan Akbar (FT). Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Masyitah, S.TP., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Ketua KUKERTA Desa Bukit Meranti, Ramadhan Gilang Primadani, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai alternatif pemanfaatan jangkos yang dapat diterapkan menggunakan peralatan sederhana.

"Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkenalkan bahwa jangkos yang selama ini banyak dijumpai di sekitar masyarakat masih memiliki potensi untuk diolah menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Harapannya, masyarakat memperoleh pengetahuan baru sehingga limbah ini dapat memberikan nilai tambah sekaligus menjadi peluang usaha yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi desa," ujarnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga terlihat antusias mengikuti materi, aktif mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai proses pembuatan, cara penggunaan, dan manfaat briket dari jangkos. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami potensi limbah kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Bukit Meranti. (*)

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close