INDRAGIRI.com, TAGARAJA_KATEMAN – Saat sebagian besar masyarakat merayakan Hari Jadi Provinsi Riau ke-69 dengan berbagai kegiatan seremonial, sekelompok pemuda di Kecamatan Kateman justru memilih menghadirkan sebuah warisan yang diyakini akan bertahan lebih lama: budaya membaca. Dari sebuah aula sederhana, lahir sebuah gerakan yang membawa harapan besar bagi masa depan generasi muda, yakni Lapak Baca SILAM.
Peluncuran dan peresmian Lapak Baca SILAM berlangsung pada Minggu (09/08/2026) di Aula Al-Buchory IAI AR-RISALAH INHIL-RIAU, bertepatan dengan pelaksanaan HIMA RIAU Mangrove Action 2026. Momentum tersebut menghadirkan pesan yang kuat dan mendalam. Jika mangrove menjaga daratan dari ancaman abrasi, maka literasi menjadi benteng yang menjaga generasi muda dari kemiskinan ilmu pengetahuan dan krisis karakter.
Tak sedikit yang hadir dibuat terharu melihat semangat para pemuda yang dengan keterbatasan berani memulai langkah besar. Di tengah era digital yang membuat minat baca terus mendapat tantangan, mereka memilih bergerak, mengumpulkan buku, membangun ruang baca, dan mengajak masyarakat kembali bersahabat dengan pengetahuan.
Peresmian Lapak Baca SILAM dilakukan langsung oleh Camat Kateman Akapriadi, SH bersama Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, SH., MH. Kegiatan tersebut turut dihadiri Yayasan Bahtera Dwipa Abadi (YBDA), pengurus HIMA RIAU, mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, serta berbagai elemen masyarakat yang memberikan dukungan terhadap lahirnya gerakan tersebut.
Di balik berdirinya Lapak Baca SILAM, tersimpan kisah perjuangan dan kepedulian sejumlah anak muda yang resah melihat rendahnya budaya membaca di lingkungan sekitar. Berangkat dari kegelisahan itu, Sulaiman, Rizky Aidil Kurniawan, S.Pd, Ivan Nofaren, S.Pd, M. Putra Raisan, S.Pd, Muhamad Fadli, S.Sos, bersama sejumlah pemuda lainnya yang berasal dari IAI AR-RISALAH INHIL-RIAU serta aktif dalam organisasi PMII dan MAPARSA, bersepakat untuk menghadirkan ruang literasi yang terbuka bagi masyarakat.
Ketua Lapak Baca SILAM, Sulaiman, mengatakan bahwa keberadaan lapak baca tersebut merupakan ikhtiar untuk mengajak generasi muda kembali mencintai buku di tengah dominasi media sosial dan penggunaan telepon pintar yang semakin tinggi.
Menurutnya, membaca bukan hanya soal memperoleh informasi, tetapi juga proses membangun cara berpikir, memperluas wawasan, dan membentuk karakter yang kuat. Karena itu, Lapak Baca SILAM diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin belajar dan berkembang bersama.
Tak ingin berhenti pada satu lokasi, pengelola Lapak Baca SILAM bahkan telah menyiapkan berbagai program lanjutan. Sekretaris Lapak Baca SILAM, Rizky Aidil Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya berencana menghadirkan lapak baca keliling yang akan menyambangi berbagai titik keramaian masyarakat secara berkala.
Konsep tersebut dirancang agar buku dapat menjangkau lebih banyak pembaca. Selain menyediakan bahan bacaan, program itu nantinya juga akan dipadukan dengan permainan edukatif dan permainan tradisional sehingga anak-anak dapat belajar dengan suasana yang menyenangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai kebersamaan.
Dukungan terhadap gerakan ini terus mengalir dari berbagai pihak. Ivan Nofaren menyampaikan apresiasi kepada Camat Kateman, Kapolsek Kateman, Rektor IAI AR-RISALAH INHIL-RIAU beserta seluruh Civitas Akademika, Sambu Group, Forum TBM Inhil, Ade Barza dari Rumah Literasi IBNU SINA Air Tawar, YBDA, dan seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan lahirnya Lapak Baca SILAM.
Dalam sambutannya, Camat Kateman Akapriadi, SH menilai lahirnya Lapak Baca SILAM pada momentum Hari Jadi Riau ke-69 merupakan hadiah istimewa bagi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu wilayah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.
Sementara itu, Kapolsek Kateman Kompol Bachtiar, SH., MH menyebut budaya membaca sebagai investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi cerdas, produktif, dan berintegritas. Ia berharap Lapak Baca SILAM dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat dan menjadi inspirasi bagi daerah lainnya.
Di usia Riau yang ke-69 tahun, hadirnya Lapak Baca SILAM menjadi pengingat bahwa perubahan besar tidak selalu lahir dari sesuatu yang megah. Terkadang, perubahan bermula dari setumpuk buku, sekelompok pemuda yang peduli, dan tekad untuk menyalakan cahaya pengetahuan bagi generasi yang akan datang. Dari Kateman, harapan itu kini mulai tumbuh dan menyala untuk masa depan yang lebih baik.
(Rep/Leman)
0 Komentar