INDRAGIRI.com, AIR TAWAR - Kebanggaan datang dari Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Seorang Pramuka Penggalang sekaligus santri Pondok Pesantren Daarul Rahman Kateman, Razak, berhasil terpilih menjadi bagian dari Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Indragiri Hilir untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Razak merupakan utusan Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka 03 Kateman yang bergabung bersama kontingen Kwarcab 04 Indragiri Hilir. Kontingen Inhil sendiri terdiri atas 16 Pramuka Penggalang, masing-masing 8 putra dan 8 putri, yang merupakan hasil seleksi tingkat cabang dari sejumlah Kwartir Ranting di Kabupaten Indragiri Hilir.
Keikutsertaan Razak menjadi catatan membanggakan bagi keluarga, Pondok Pesantren Daarul Rahman Kateman, Gugus Depan, Gerakan Pramuka Kateman, hingga masyarakat Kecamatan Kateman secara umum.
Jamnas XII 2026 sendiri merupakan salah satu perhelatan terbesar Gerakan Pramuka yang mempertemukan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara sahabat. Kwartir Nasional mencatat kegiatan yang berlangsung 13–20 Agustus 2026 tersebut diikuti 19.833 peserta dari 41 kontingen, dengan jumlah warga perkemahan mencapai hampir 25 ribu orang.
Bagi Razak, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan ke Jakarta atau pengalaman berkemah di tingkat nasional. Lebih dari itu, Jamnas menjadi ruang untuk belajar, bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah, membangun persaudaraan, melatih kemandirian, sekaligus membawa nama Kateman ke tingkat nasional.
Bangga dan Bahagia Bisa Mewakili Kateman
Razak mengaku bangga sekaligus bahagia karena mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari kontingen Kwarcab Indragiri Hilir pada ajang nasional tersebut.
Ia menyadari bahwa keikutsertaannya bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama keluarga, pondok pesantren, Gugus Depan, Kwarran Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, dan daerah asalnya.
“Saya sangat bangga dan bahagia bisa mendapatkan kesempatan mengikuti Jambore Nasional. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya bisa bertemu dengan Pramuka dari berbagai daerah, belajar banyak hal, dan membawa nama Kateman serta Indragiri Hilir di tingkat nasional,” ujar Razak.»
Menurutnya, pengalaman selama mengikuti Jamnas akan menjadi bekal berharga untuk terus berkembang sebagai Pramuka maupun sebagai santri.
Ia juga berharap pengalaman yang diperolehnya dapat dibagikan kepada teman-teman dan adik-adik Pramuka lainnya setelah kembali ke Kateman.
“Saya ingin pengalaman selama di Jamnas tidak berhenti pada diri saya sendiri. Semoga nanti bisa saya ceritakan dan bagikan kepada teman-teman serta adik-adik Pramuka di Kateman, supaya mereka juga semakin semangat mengikuti kegiatan Pramuka dan berani memiliki cita-cita untuk berprestasi,” katanya.»
Orang Tua: Bangga, Haru dan Titip Pesan
Kebahagiaan juga dirasakan orang tua Razak, Samad. Bagi keluarga, keberhasilan Razak menembus seleksi hingga dipercaya mengikuti Jamnas merupakan sebuah kebanggaan sekaligus amanah.
Samad mengaku bersyukur melihat putranya mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri melalui kegiatan kepramukaan di tingkat nasional.
“Sebagai orang tua tentu kami merasa bangga dan bahagia. Kami bersyukur Razak mendapatkan kesempatan seperti ini. Harapan kami, dia mengikuti semua kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, disiplin, menjaga nama baik keluarga dan daerah, serta mengambil sebanyak-banyaknya pengalaman selama berada di sana,” ungkap Samad.»
Menurut Samad, pengalaman seperti Jamnas tidak hanya memberikan pengalaman berorganisasi, tetapi juga mengajarkan anak untuk hidup mandiri, bertanggung jawab, menghargai orang lain dan membangun persahabatan dengan sesama.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter Razak di masa depan.
Pembina: Pramuka Membentuk Karakter dan Kemandirian
Pembina Gudep, Kak Heri Susanto, turut menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Razak sebagai bagian dari Kontingen Kwarcab Indragiri Hilir.
Menurutnya, keberhasilan seorang Pramuka Penggalang untuk sampai ke tingkat nasional tidak datang secara instan. Ada proses pembinaan, kedisiplinan, latihan, keberanian, tanggung jawab dan kemauan untuk terus belajar.
“Kami tentu bangga dengan apa yang telah dicapai Razak. Ini bukan hanya tentang berangkat ke Jamnas, tetapi tentang proses yang sudah dilaluinya. Pramuka mengajarkan banyak hal, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian sampai bagaimana seorang anak mampu beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang yang berbeda,” ujar Kak Heri.»
Ia berharap pengalaman Razak di Jamnas dapat menjadi energi positif bagi kegiatan kepramukaan di Gugus Depan dan Kecamatan Kateman.
“Kami berharap setelah kembali, Razak bisa menjadi contoh bagi teman-temannya. Ilmu dan pengalaman yang didapat selama Jamnas hendaknya dibawa pulang dan dibagikan kepada adik-adik Pramuka lainnya,” tambahnya.»
Pesan Pimpinan Pondok: Santri Bukan Hanya Belajar di Ruang Kelas
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman Kateman, KH Fardian Riva'i Hidayatullah, S.Ag, menyambut baik keikutsertaan Razak dalam Jambore Nasional XII 2026.
Menurutnya, pendidikan di pondok pesantren tidak semata-mata berorientasi pada kegiatan belajar secara akademik, tetapi juga memberikan ruang kepada santri untuk mengembangkan kemampuan sosial, kepemimpinan, kedisiplinan dan organisasi.
“Di pondok, santri bukan hanya belajar. Santri juga perlu belajar berorganisasi, belajar bertanggung jawab, belajar bekerja sama dan belajar berinteraksi dengan masyarakat. Semua itu merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter,” tutur KH Fardian.»
Ia menilai keikutsertaan Razak dalam Jamnas menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan pendidikan dan organisasi dapat berjalan beriringan.
“Kami berharap apa yang dicapai Razak dapat menjadi motivasi bagi santri-santri yang lain. Jangan merasa bahwa belajar hanya sebatas di dalam kelas. Ada banyak ruang untuk mengembangkan diri, salah satunya melalui organisasi dan kegiatan kepramukaan,” katanya.»
Menurutnya, pengalaman Razak mengikuti kegiatan nasional juga diharapkan mampu memberikan inspirasi lebih luas kepada generasi muda di Kecamatan Kateman.
“Mudah-mudahan Razak menjadi motivasi bukan hanya bagi santri Daarul Rahman, tetapi juga bagi adik-adik Pramuka lainnya di Kecamatan Kateman. Bahwa anak-anak dari daerah juga memiliki kesempatan untuk berprestasi, berkembang dan membawa nama daerah ke tingkat nasional,” ujar KH Fardian.»
Dari Kateman untuk Indonesia
Jamnas XII 2026 mengusung semangat “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar sebagai perkemahan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan karakter bagi Pramuka Penggalang.
Berbagai kegiatan di Jamnas menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung, membangun persahabatan lintas daerah, mengembangkan keterampilan serta memperkuat nilai-nilai kemandirian, gotong royong dan tanggung jawab.
Dalam konteks itulah, perjalanan Razak menjadi lebih dari sekadar cerita seorang santri yang mengikuti kegiatan nasional.
Ia membawa cerita tentang Kateman yang mampu mengirimkan putra terbaiknya ke panggung nasional; tentang pesantren yang membuka ruang bagi santri untuk berorganisasi; tentang Pramuka yang menjadi wadah pembentukan karakter; serta tentang keluarga yang memberikan dukungan bagi anak untuk terus berkembang.
Dari Kateman, Razak melangkah ke Cibubur.
Membawa seragam Pramuka, membawa nama Pondok Pesantren Daarul Rahman, membawa nama Kwarran 03 Kateman dan Kwarcab Indragiri Hilir—serta membawa harapan agar pengalaman tersebut kelak kembali menjadi inspirasi bagi generasi muda di tanah kelahirannya.
Satu langkah Razak hari ini, diharapkan menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak generasi muda Kateman yang berani bermimpi, berani berorganisasi dan berani mengukir prestasi di tingkat yang lebih tinggi. (Rep./ Leman)
0 Komentar