Breaking News

Kelapa Petani Inhil Tertekan, Komisi II DPRD Riau Panggil Disbun dan Disperindag

Komoditas kelapa Indragiri Hilir

(Foto: RRI)

INDRAGIRI.com, Tembilahan - Komisi II DPRD Provinsi Riau menyiapkan rapat kerja bersama Dinas Perkebunan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau untuk mencari jalan keluar dari merosotnya harga kelapa yang menjadi tumpuan hidup petani di Kabupaten Indragiri Hilir.

Langkah itu diambil setelah anggota komisi melakukan peninjauan lapangan dan menemukan adanya penurunan harga jual kelapa di tingkat petani. Kondisi tersebut dinilai memberatkan karena harga yang diterima petani belum seimbang dengan biaya produksi, perawatan kebun, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Dari temuan di lapangan, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya harga kelapa adalah keterbatasan kapasitas penampungan di PT Sambu Group. Akibatnya, penyerapan hasil panen petani mengalami hambatan dan pasokan yang menumpuk menekan harga di tingkat pekebun.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau, Adam Syafaat, mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait sebagai tindak lanjut dari sidak atau peninjauan sebelumnya. Rapat itu disebut akan membahas persoalan tata niaga, harga, produktivitas, keberlangsungan industri, hingga perlindungan terhadap petani kelapa.

Menurut Adam, pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah nyata dan kebijakan yang memberikan kepastian bagi petani, sekaligus menjaga agar industri pengolahan kelapa di Riau tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan Komisi II DPRD Riau akan terus mengawal perkembangan sektor kelapa, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat apabila diperlukan. Menurutnya, keberlangsungan industri dan kesejahteraan petani harus berjalan bersama karena keduanya berperan penting dalam membangun rantai ekonomi kelapa yang kuat di Provinsi Riau.

Saat ini harga kelapa di tingkat petani berada pada kisaran Rp2.600 per kilogram, meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar Rp2.200 per kilogram. Meski sudah naik, harga tersebut masih menjadi perhatian karena petani harus menanggung berbagai biaya mulai dari pemeliharaan kebun hingga proses produksi.

Indragiri Hilir yang dikenal sebagai Negeri Hamparan Kelapa Dunia memiliki luas lahan kelapa sekitar 400 ribu hektare. Potensi itu menjadikan kelapa sebagai salah satu sumber utama perekonomian masyarakat, sehingga persoalan harga dan penyerapan hasil panen menjadi perhatian serius agar sektor ini tetap berkembang.

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close