Foto: GoRiau.com
INDRAGIRI.com, Kota Dumai - Puluhan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Dumai kini menjalani pembelajaran vokasi yang lebih aplikatif lewat sebuah rumah kaca hidroponik yang menjadi ruang belajar langsung di sekolah tersebut.
Fasilitas itu dibangun melalui kolaborasi PT Ivo Mas Tunggal (IMT), anak perusahaan Sinar Mas Agribusiness and Food, bersama Tzu Chi Sinar Mas dan ADM. Rumah kaca tersebut menjadi ruang pembelajaran langsung bagi 40 siswa, sementara pembangunannya turut menggerakkan 10 warga sekitar.
Para siswa memperoleh pengalaman praktik dalam seluruh siklus budi daya, mulai dari menyemai dan menanam, merawat sirkulasi air, hingga memanen sayuran segar. Kegiatan itu dinilai tidak hanya memperdalam pemahaman tentang hidroponik, tetapi juga mengasah ketelitian, konsistensi, serta kerja sama tim.
Siswa SMKN 4 Dumai, Rudhatul Fikri, mengaku pelatihan langsung itu membuatnya jauh lebih memahami cara kerja sistem hidroponik.
“Pelatihan ini membekali saya keterampilan untuk mulai membangun kebun hidroponik sendiri di rumah. Pelajaran paling berharga adalah pentingnya menjaga pasokan air tetap stabil, apalagi saat tanaman mulai tumbuh,” ungkapnya.
Kepala SMKN 4 Dumai, Miftahul Jannah, menilai kehadiran fasilitas tersebut memberi keleluasaan bagi tenaga pendidik untuk menyajikan pendidikan vokasi yang lebih aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.
“Lewat kegiatan seperti ini, mereka belajar untuk lebih teliti, bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, serta terbiasa menuntaskan sebuah proses hingga menghasilkan sesuatu yang nyata. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi pilihan hidup setelah menyelesaikan pendidikan,” terangnya.
Deputy General Manager PT Ivo Mas Tunggal, Paulus Lidi, memastikan rancang bangun program pendampingan itu difokuskan pada nilai keberlanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada satu angkatan saja.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar fasilitas, melainkan sesuatu yang bisa terus digunakan, dikelola, dan dikembangkan oleh sekolah sesuai kebutuhannya sendiri. Dengan begitu, manfaat inisiatif ini dapat terus diwariskan dari satu generasi siswa ke generasi berikutnya,” urainya.
Selain pembelajaran praktik, kolaborasi tersebut menjalankan program pemenuhan gizi bagi anak usia dini di Kecamatan Sungai Sembilan. Sebanyak 67 anak dari empat taman kanak-kanak menerima pasokan makanan bergizi secara rutin, yakni TK 01 Negeri Kelas Jauh Sungai Geniot, TK Negeri 01 Kelas Jauh Batu Teritip, TK Harapan Lestari, dan TK Pelangi Ceria.
Bunda PAUD Kota Dumai, Leni Ramaini, menyebut kolaborasi lintas sektor sebagai kunci untuk menyelamatkan anak-anak dari ancaman gangguan tumbuh kembang.
“Sinergi seperti ini antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat membawa dampak nyata bagi tumbuh kembang anak-anak kita. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada generasi penerus ini,” tegasnya.
Sementara itu, Global Head of Pulses and PKE ADM, Tobias Westphalen, menilai inisiatif terintegrasi di wilayah industri Riau itu sejalan dengan misi sosial perusahaan secara global.
“Melalui ADM Cares, kami bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk memahami kebutuhan masyarakat setempat dan menemukan cara agar kami bisa berkontribusi. Bersama para mitra, kami dapat menyatukan upaya untuk mendukung inisiatif yang relevan bagi masyarakat di Dumai,” pungkasnya.
0 Komentar