Breaking News

Salah Pencet, Pelanggan Dunkin di Ohio Pesan 6.000 Donat Lalu Dibagikan Gratis

Ilustrasi donat Dunkin' berlapis cokelat dengan taburan meses

Foto: detikFood

INDRAGIRI.com, Nasional - Sebuah kesalahan saat memesan makanan secara online membuat seorang pelanggan di Ohio, Amerika Serikat, menerima jumlah donat jauh lebih banyak dari yang diinginkan. Niatnya hanya memesan 60 donat, tetapi pesanannya berubah menjadi 6.000 buah setelah dua angka nol tambahan tertekan.

Pelanggan Dunkin' Donuts itu awalnya berniat memesan 60 donat berlapis cokelat dengan taburan meses melalui layanan pemesanan online. Namun, ia tidak sengaja menambahkan dua angka nol sehingga jumlah pesanannya berubah menjadi 6.000 donat.

Dilansir dari Dexerto (21/09/2026), alih-alih menolak atau membatalkan pesanan tersebut, gerai Dunkin' di Riverside, Ohio, tetap membuat seluruh donat yang tercantum dalam pesanan.

Jumlahnya yang sangat banyak bahkan membuat manajer gerai tersebut harus menjadwalkan pegawai tambahan untuk membantu proses produksi.

Kisah salah pesan donat ini kemudian beredar di Facebook dan menarik perhatian masyarakat sekitar. Ribuan donat yang sudah terlanjur dibuat akhirnya dibagikan secara gratis.

Sarah Menken, salah seorang pelanggan yang datang ke gerai tersebut, mengaku terkejut melihat banyak donat memenuhi tempat itu.

"Saya masuk dan terkejut karena ada banyak nampan berisi donat berlapis cokelat dengan taburan meses yang terlihat lezat. Itu adalah donat favorit anak saya," ujar Menken.

Tak hanya diberikan kepada pelanggan yang datang, sebagian donat juga dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Seorang kurir makanan dari aplikasi DoorDash bernama Crystal Fannon, mengambil sebanyak mungkin donat dari gerai tersebut untuk kemudian dibagikan kepada orang-orang di jalan.

Banyaknya donat yang harus dibuat juga mengejutkan pegawai Dunkin'. Amber Cantor salah satu pegawai Dunkin' mengaku belum pernah melihat donat dalam jumlah sebanyak itu sebelumnya.

"Saya masuk dan benar-benar terkejut. Saya sampai tidak tahu harus berkata apa. Saya belum pernah melihat donat sebanyak itu sebelumnya," kata Cantor.

Menurut Cantor, aktivitas di gerai tersebut juga berlangsung sangat sibuk sepanjang hari karena pesanan dalam jumlah besar itu.

"Kami sibuk sepanjang hari buat donat, tanpa henti," lanjutnya.

Kesalahan sederhana ketika memasukkan jumlah pesanan tersebut akhirnya berubah menjadi aksi berbagi. Sebanyak 6.000 donat yang awalnya tercipta akibat salah pencet tak terbuang sia-sia, melainkan dibagikan secara gratis kepada pelanggan dan sebagian orang yang membutuhkan.

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close