Breaking News

Viral Buaya Peliharaan Warga Bandar Lampung, Kini Dievakuasi Petugas Gabungan

Ilustrasi buaya yang dipelihara di rumah warga di Bandar Lampung. (Foto: detikcom)

Foto: detikcom

INDRAGIRI.com, Nasional - Keberadaan seekor buaya berukuran besar yang dipelihara warga di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Lampung, membuat resah sekaligus menjadi tontonan warga sekitar. Satwa itu akhirnya dievakuasi petugas gabungan setelah warga menyampaikan kekhawatiran.

Buaya tersebut diamankan dari rumah warga berinisial S di Jalan Teluk Ambon, Gang Gelatik, RT 12, LK 3, Kelurahan Pidada, Senin (21/9/2026) pukul 10.45 WIB. Penanganan melibatkan lima personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung bersama Sekcam Panjang, Lurah Pidada, Polsek Panjang, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, serta ketua RT setempat.

Kapolsek Panjang AKP Ipran mengatakan evakuasi dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat, dan pemilik menyetujui penyerahan buaya tersebut kepada pihak berwenang. "Evakuasi dilakukan atas permintaan warga. Setelah kami berkoordinasi dengan pemilik, yang bersangkutan bersedia menyerahkan buaya tersebut kepada pihak yang berwenang," kata Ipran.

Ipran mengungkapkan, buaya tersebut dipelihara sejak masih berupa telur, menetas pada 11 September 2023, dan dirawat pemilik hingga proses evakuasi dilakukan. Selama masa pemeliharaan, pemilik tidak dapat menunjukkan surat izin memelihara buaya. "Pemilik tidak dapat menunjukkan surat izin pemeliharaan. Untuk itu, kami bersama pihak terkait melakukan evakuasi dengan persetujuan pemilik dan selanjutnya diserahkan kepada instansi yang berwenang," ujarnya.

Pemilik buaya, Wike, menuturkan bahwa ia menemukan hewan reptil itu dalam bentuk telur di kawasan Pelabuhan Pelindo Panjang pada 11 September 2023. "Saya temukan masih dalam bentuk telur di kawasan pelabuhan Pelindo Panjang, 11 September 2023," ujar Wike, dikutip dari TribunLampung.co.id, Rabu (23/9/2026).

Perawatan buaya yang ia beri nama Coki itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Wike menyebut dalam sehari dirinya mengeluarkan sekitar Rp100 ribu untuk pakan berupa daging ayam yang dibersihkan lebih dahulu. "Sehari sekitar Rp100 ribu. Makannya ayam, sehari sekali sekitar jam tiga sore. Bisa dua ekor ayam atau lebih, tergantung ada dananya," jelasnya.

Setelah dievakuasi, buaya tersebut direncanakan diserahkan kepada pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Ipran memastikan proses evakuasi berjalan aman dan mendapat dukungan dari pemilik serta warga setempat. "Yang terpenting, proses evakuasi berjalan aman dan tidak menimbulkan gangguan kepada masyarakat. Kami mengimbau warga tidak memelihara satwa berbahaya tanpa penanganan dan perizinan yang sesuai," pungkasnya.

0 Komentar

Advertisement

Type and hit Enter to search

Close