INDRAGIRI.com, Tembilahan - Bupati Indragiri Hilir Herman mewakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Inhil, Fadillah, dalam mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 yang digelar secara virtual dari Ruang e-Bilik Diskominfops Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan, Senin (12/10/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian juga mencakup penandatanganan Surat Edaran Bersama antara Menteri Pertanian dan Menteri Dalam Negeri mengenai pengelolaan sarana dan prasarana serta ketenagaan penyuluhan pertanian dalam rangka Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Dalam presentasinya, MenDagri menyampaikan bahwa tingkat inflasi nasional per September 2026 berada pada 3,28% (y-on-y) dan 0,30% (m-to-m), dengan sektor Makanan, Minuman, dan Tembakau sebagai penyumbang terbesar, terutama komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, beras, dan telur ayam ras.
Sementara itu, inflasi Provinsi Riau tercatat relatif terkendali pada 2,79% (y-on-y), menempatkan provinsi ini dalam sepuluh provinsi dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.
Setelah rapat selesai, Asisten III Setda Inhil, Fadillah, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berkomitmen penuh menindaklanjuti arahan pemerintah pusat, terutama menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar setempat dan memaksimalkan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Dia menambahkan, \"Dengan sinergi SEB Mentan dan MenDagri, Kabupaten Indragiri Hilir akan terus mengoptimalkan peran sarana dan prasarana penyuluhan pertanian di lapangan guna mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menyukseskan program swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.\"
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai pejabat dan perwakilan instansi terkait Kabupaten Indragiri Hilir, termasuk anggota Forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Indragiri Hilir.
Sumber : Internet
0 Komentar