Headlines News :

Cara Mengetahui Makanan Mengandung Formalin, Boraks atau Bleng

Saat ini di pasaran sangat banyak beradar makanan yang beradar dengan tanpa uji laboratoriun, ini menjadi masalah apakah aman tersebut layak dikomsumsi ataukah tidak. Memang dari Depkes sudah sering melakukan sidak terhadap makanan-makanan yang bereadar namun dengan keterbatasan sumber daya sehingga masih banyak makanan yang sebenarnya belum layak komsumsi. Tentu masyarakat dituntut lebih selectif terhadap dalam mengkomsusi makanan apalagi untuk anak-anak. Berikut ciri makanan mengandung Formalin 
A. Ciri-Ciri Makanan Mengandung Formalin
  • Mie Basah : Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah rusak dan tahan dalam jangka waktu lama
  • Tahu : Teksturnya yang terlampau keras, kenyal, tapi tidak padat, tidak mudah rusak dalam waktu lama
  • Ikan : Insang berwarna merah tua, tidak cerah atau bukan merah segar, tidak berbau khas ikan asin, warna daging putih bersih, kenyal dan tak mudah rusak, tidak mudah patah, agak keras serta tidak dihinggapi lalat
  • Bakso : Tekstur sangat kenyal, tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar, jika dibelah di dalamnya tampak warna merah tua mencolok tidak wajar
  • Daging Ayam : tekstur daging kencang, tak mudah rusak dan tak disukai lalat
B. Ciri-Ciri Makanan Mengandung Boraks
  • Mie Basah : Tidak lengket, sangat kenyal, serta tidak mudah putus
  • Bakso : Tekstur sangat kenyal, warna tidak kecokelatan seperti penggunaan daging, tapi lebih cemerlang keputihan
  • Lontong : Rasa getir dan sangat gurih, serta beraroma sangat tajam
  • Kerupuk : Teksturnya sangat lembut dan renyah, bisa menimbulkan rasa getir di lidah
C. Ciri-Ciri Makanan Mengandung Pewarna Rhodamin B dan Methanyl Yellow
Memiliki warna mencolok cerah, mengkilap, warnanya tidak homogen (ada yang menggumpal), ada sedikit rasa pahit jika ditelan dan memunculkan sedikit rasa gatal di tenggorokan saat mengkonsumsisnya.
D. Cara Pengujian Makanan Mengandung Boraks
Setelah Anda mengetahui ciri-ciri dari makanan yang mengandung boraks, Anda juga harus mengetahui cara menguji makanan yang mengandung boraks. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban.
Kepala Laboratorium Komputasi Teknik Kimia ITN yang juga termasuk Tim Dosen Teknik Kimia ITN, Faidliah Nilna ST MT ternyata punya cara sederhana untuk mengetes kandungan boraks dalam makanan, seperti berikut :
Bahan dan alat yang dibutuhkan:
  • Kunyit atau kunir
  • Kertas saring
Cara melakukan pengetesan kadar Boraks :
  • Buat larutan kunyit dan masukkan kertas saring ke dalamnya.Positif Mengandung Boraks
  • Keringkan kertas saring tersebut.
  • Panaskan air beserta potongan makanan atau jajanan yang akan dites.
  • Masukkan atau tetesi kertas saring kunyit dengan air rebusan tersebut.
Hasil pengujian dengan kertas saring Kunyit :
  • Jika warna kertas berubah jadi merah bata, itu artinya makanan atau jajanan tersebut mengandung boraks.
  • Jika warna kertas tidak berubah, itu artinya tidak ada boraks dalam makanan tersebut.
Seperti dengan cara di atas Anda bisa mengetahui apakah makanan tersebut mengandung boraks atau tidak. Lakukan pengujian itu pada setiap makanan yang Anda curigai mengandung boraks. Semoga bermanfaat.
sumber : absehat.com

Tak Pakai Atribut Natal, Karyawan Muslim Dipotong Gaji

*Dari twit Ustadz Yusuf Mansur, Rabu (17/12/2014)

1. Dewi & kwnnya, hrs pake topi sinterklas. katanya, kl g make, dipotong per hari 20rb. kata dewi, daripada dipotong, ya make aja.

2. Saya doakan. semoga dewi2 yg lain, diberi bnyk rizki oleh Allah, & bisa bebas dari aturan2 begini. smoga dibaca sama Allah ini twit.

3. Saya ga bisa upload fotonya, ga bisa ngasih tau namanya, & tempat kerjanya. kasian jg. tar malahan masalah buat beliau berdua. kasian & prihatin.

4. Bila sdr jd pengusaha muslim, ketemu bulan puasa, jangan ya. jangan maksa pegawai yg non muslim u pake jilbab & peci. kasian mereka.

5. Saya ngobrol dg pelan2 dg dewi & eka. agar adukan ke Allah aja. posisi lagi lemah. saya kaget saat mereka bilang, bahwa anceman pemotongan itu tertulis.

6. Saya tanya, maksudnya trtulis dg surat gitu... ya. tp dibrodkes di group bb. ya sudah, saya blg. bersyukur aja. mdh2an Allah angkat derajat.

7. Saya bilang, masih bagus tdk disuruh jual minuman keras. hanya pake topi santa. kalo disuruh ikut jual minuman keras, rentetan dosanya panjang.

8. Panjang gmn? tanya mrk. sy blg, ketika minuman itu diminum, qt yg dlm mata rantai sampe minuman itu diminum, dapat dosanya.

9. Bayangkan jika kemudian akhirnya peminum ini akhirnya berzina, merkosa, atau membunuh, atau mencuri, ga nyadar sbb mabok, (kita) dpt jg akibatnya.

10. Jadi sy bilang, kalau cuma pake topi santa, ga terlalu nyesek. asal hati nolak, posisi tertindas. tapi yg ikut jual minuman, itu yg panjang judulnya.

11. Saya tanya, berapa lama pake topi beginian? sebulan katanya. eka jwb, he he he, 600rb potongannya pak ustadz kalo ga mau make sebulan.

12. Doa saya, smg Allah angkat derajat dewi2 & eka2 yg lain di seantero negeri. saat qt mmimpin, mnguasai, tunjukkan kesantunan & akhlak. jgn maksa2.

13. Saya ngetwit ini tanpa nada provokasi. tanpa amarah. saya yakin, banyak kawan yg non muslim pun akan mnyesali jika tau. krn ini judulnya ngancem.

14. Saya ngetwit jelang isya ini, agar smua kwn jg mau doa & mendoakan. sebaik2nya ngadu, bukan ke manusia atau lembaga mana pun. tp ke Allah.

15. Maafkan mereka2. barangkali niatnya ga sampe nodai agama & penindasan. tp semata2 spirit pengen larut dg pelanggan. jgn lupa doa, doa, doa.

16. Doain, saya bs mengusahakan lapangan pekerjaan dg masif. saya ajak kwn2 jg menyediakan lap pekerjaan. yuk. spy ga cuma ngenes. tp solutif.

17. Rasa salut & kagum saya, buat slrh pengusaha non muslim yg ga memaksakan, aplg motong gaji harian. mksh dah ngejaga bhineka tungga ika.

18. Mksh & kagum buat kwn2 pengusaha non muslim yg udah mmpekerjakan kwn2&sdr2 saya yg muslim muslimah. smg Tuhan mmbrkati.

19. Mksh & kagum dg kwn2 pengusaha&pimpinan non muslim, yg ikut menyediakan mushalla & wkt u yg muslim muslimah shalat 5 wkt & Jum'at.

20. Mksh & kagum, sama semua pengusaha non muslim, & pimpinan2nya, yg malah memfasilitasi krywn2 muslim muslimah, ngaji. mingguan atau bulanan.

21. Mksh & kagum, buat smua pengusaha non muslim, yg kalo jth Ramadhan, mulangin lbh cpt, spy bs krywn muslim muslimahnya buka puasa di rmh.

22. Mksh & kagum buat pengusaha2 non muslim, yg sdh brbagi senyum. yah, kyk di Islam. ada jg yg otaknya kurang se-ons, atau lbh se-ons.

23. Yuk... brgandengan tangan, u/ the baiker Indonesia in de future... muslim muslimah, dg non muslim, brsatu, u Indonesia yg merajai dunia.

24. Tlg media yg mau ngutip, jgn ngutip. tp muat aja smua, hehehe. twit ini lumayan kompleto. juga memuji tnp basa basi mrk yg prestatif & brbuat.

25. Tambahan: jika dah ga berdaya... minimal, punya hati yg menolak. spy g jln "pembagian" dosa & keburukannya. & brdoalah u pkrjaan yg lbh baik.

Surat Terbuka Untuk Anies Baswedan Soal Toleransi

Yang Saya Hormati Bapak Menteri Pendidikan Republik Indonesia

Saya merasakan selama ini toleransi antar ummat beragama sudah kondusif. Saya sering diundang acara silaturahim setelah Iedul fitri, ada yang menyebut Halal bi Halal, selalu saja dihadiri orang-orang non muslim dengan kesadaran bukan diajak. Begitu juga acara buka bersama ramadhan tidak sedikit orang non muslim ikut hadir. Acara hari hari besar Islam di kantor atau di sekolah juga sama halnya. Sama halnya ketika acara ceremoni 17 Agustusan di kampung, saya sering diminta taushiyah dan banyak rangkaian acaranya memakai ajaran Islam.

Kalaupun ada kejadian rusuh, biasanya itu permaianan elit politik orang pusat yang mendompleng agama, makanya kejadiannya  jauh dari pusat kota. Di kota kota besar sangat jarang terjadi. Kitapun sepakat harus diusut sampai tuntas keakar akarnya supaya kejadian tidak terulang.

Akhir-akhir ini kami merasa terusik kedamaian dan ketentraman yang sudah kami rasakan dengan ulah wacana para petinggi negeri ini, termasuk sebagian dari para menterinya. Sepertinya lidah ini begitu saja lepas keluar kalimat yang tidak difikirkan dalam dalam dampak dan pengaruhnya terhadap kehidupan beragama

Kami juga merasakan adanya pemaksaan secara halus, agar kami meninggalkan keyakinan yang kami anut. Dengan mudahnya tuduhan bahkan vonis “Intoleransi” kepada orang-orang yang ingin mentaati ajaran agamanya. Apakah kalo kami ingin menghormati agama nasrani harus pakai baju natal? Apakah jika kami tidak hadir natalan atau tidak pakai baju natal berarti kami tidak toleransi? Padahal tolerasi yang kami fahami adalah kita saling menghormati “Adanya Perbedaan”. Justru karena kami menghormati perbedaaan keyakinan maka kami tidak akan datang, supaya tidak saling merusak keyakinan masing-masing.

Kami juga merasakan ada kerancuan istilah yang dipaksakan antara “Kebebasan Berfikir” dengan “Pembajakan Agama”. Kita menghargai kebebasan berfikir, tapi kita mengutuk Pembajakan Agama. Sebagaimana kita juga mendukung adanya Hak Paten, Haki dan sebagainya. Kita menghargai aliran, mazhab apapun dalam Islam, sepanjang tidak keluar dari Mainstream, pokok-pokok ajaran yang tertuang dalam kitab suci. Tetapi jika sudah berbeda 180 derajat dari kitab suci tapi masih mengaku Islam itulah yang namanya PEMBAJAKAN AGAMA, yang harus kita kutuk

Untuk itu saya ingin menyampaikan sedikit fakta-fakta secara yang terang benderang, yang menunjukan bahwa Ummat Islam sudah terlalu banyak mengalah. Karena itu jangan diusik-usik lagi ketenangan yang sudah kita rasakan bersama. Jika terjadi pemberontakan sebagian ummat yang merasa terusik akibat kebijakan yang tidak bijak, maka sebenarnya yang menciptakan Intoleransi, kekerasan dan terorisme adalah akibat dari kebijakan itu sendiri. Jangan salahkan anak sekolah mencari Ilmu agama diluar sekolah yang sulit kita kontrol, jika mereka tidak puas mendapatkan pelajaran agama di sekolahnya.

Sedikit fakta sejarah berikut ini mudah-mudahan kita akan mendapatkan gambaran. Bahwa Ummat Islamlah yang paling banyak tolerasi, mengalah serta paling mengerti masyarakat hetoregen dan majemuk.

Fakta-fakta itu sebagai berikut :

1. Penghapusan tujuh kata dalam piagam Jakarta, karena ada isue ancaman dari Indonesia timur akan memisahkan diri dari Indonesia. Hingga saat ini isue itu masih misterius siapa oknum yang mengancam itu. Ummat Islam pun menerima.

2. Kalender Nasional dan Kalender Pendidikan memakai kalender Masehi (Nashrani), bukan kalender Islam (Hijriyah) sehingga sangat susah dan ribet ketika menentukan libur ramadhan dan libur hari raya... terutama mengatur liburan sekolah,  ummat Islampun dapat menerima...

3. Hari libur pekanan hari Minggu (Nashrani), bukan hari besar Islam (Jum'at ) Ummat Islam Mengalah....
  4. Tahun Baru Imlek dan Tahun baru Masehi peraayaannya jauuuh lebih besaaarr dan lebih gebyaaaarrrr. dari pada tahun baru Islam. lagi lagi ummat Islam tidak iri hati.  

5. Pemaksaan asas tunggal terhadap organisasi apapun pada zaman orde baru, yang di rekayasa oleh kelompok "Tanah Abang" otak utamanya non Muslim, lagi lagi Ummat Islam yang sangat terpojok pada saat itu, sampai terjadi meletusnya pristiwa priok....para aktifis HAM bungkam.... (karena korbannya Ummat Islam )

6. Pemecatan siswi berjilbab, dari SLTA Negeri selama 12 Tahun, ( 1980 - 1992 ) sampai banyak  korban gadis berjilbab yang di usir dari sekolah negeri. Dan kita tahu siapa Dirjen Dikdasmen waktu itu yang mengeluarkan surat edaran pelarangan, seorang non muslim. Orang-orang tidak ada yang teriak HAM, termasuk  aktifis HAM nya juga cicing wae..

7. Nama-nama gedung gedung besar terutama di Jakarta, sangat kental dengan bahasa yang digunakan oleh non Muslim. ( Contoh : Arthaloka, Graha Purna Yudha, Manggala Wana Bhakti dsb )

8. Lebih dari 30 Jenis-jenis Penghargaan oleh Presiden, semuanya memakai nama-nama yang juga sangat kental dengan bahasa yang digunakan oleh non Muslim. Berikut ini sebagian contoh kecil penghargaan di Bidang Militer

a.     Bintang Kartika Eka Paksi, terdiri atas tiga kelas:

1.     Bintang Kartika Eka Paksi Utama
2.     Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
3.     Bintang Kartika Eka Paksi Nararya

b.     Bintang Swa Bhuwana Paksa, terdiri atas tiga kelas:

1.     Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama
2.     Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama
3.     Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya

Ummaat Islam pun tidak pernah mempermasalahkannya...  

9. Pristiwa Ambon yang sangaat jelas, pembantaian terhadap orang orang yang baru selesai sholat Ied, saksinya jutaaan manusia, tetapi sampai  diluar negeri beritanya jadi sangat terbalik, bahwa Ummat Islamlah yang mendahului ( sudah jatuh, tertiban tangga pula) sudah dibantai, difitnah pula.

10. Komposisi PNS dan Pejabat berdasarkan Agama di beberapa provinsi tidak proposional jika dibanding dengan komposisi agama penduduknya. Ummat Islam tidak mempermasalahkan.

11. Bicara Korban Pembantaian apalagi, siapa yang banyak korban? Pristiwa Priok, Lampung, Cisendo, Woyla, Aceh, Ambon, dan lain lain... Memang Ummat Islam sudah terbiasa jadi Korban Pembantaian. Lagi-lagi kemana para aktifis HAM?      

12. Rekayasa global dengan Isue Terorisme, yang sangat memojokkan Ummat Islam, sangat berimbas di Indonesia, sampai-sampai pesantrenpun ada yang menjadi korban tuduhan. Kita harus menerima bahwa seolah olah kalau bicara terorisme itu konotasinya Ummat Islam.... jadi Teroris sama dengan Ummat Islam, begitulah berita...

Betapa baik hati dan tolerannya Ummat Islam di Indonesia. Ternyata masih dianggap kurang, masih dianggap intoleran, jadi apa sih yang sebenarna diinginkan..?

Saya mendo’akan Bapak Menteri semoga Allah SWT memberikan kemudahan tugas-tugas Bapak, serta bisa menghasilkan kebijakan yang semakin membawa kepada penyelesaian masalah. Semoga para petinggi di negara ini membuat keputusan yang tidak membuat suasana semakin  kisruh, sumpeg dan meresahkan.

Ttd

Abdullah Muadz, Ketua Dewan Pembina Pesantren Ma'rifatussalam Subang

Mengapa Mesti Ada Ujian dan Apa Trik Dalam Menghadapi Ujian

Terkadang seseorang akan bertanya pada diri sendiri, mengapa hidupnya terasa berat. Tidak seperti yang lain, yang terlihat serba berkecukupan. Keadaan seperti itu terkadang menimbulkan pikiran barangkali “saya sedang diuji”. Lantas muncul pertanyaan apakah ujian itu hanya berupa ketidaksenangan? dan mengapa mesti ada ujian didalam hidup? serta bagaimana trik dalam menghadapi ujian hidup?.

Untuk menjawab pertanyaan diatas kita akan melihat bagaimana Islam menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menggunakan pendekatan al-Quran dan hadits yang menjadi sumber agama Islam dalam menjawab pertanyaan diatas. Terkait mengapa mesti ada ujian, Allah SWT menerangkan dalam QS. Al-Ankabut (29):2 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?”.

Dari ayat diatas jelas bahwa seseorang akan mengalami ujian didalam hidupnya terlebih ketika dia mengakui bahwa Allah SWT adalah Rabbnya ujian tersebut dimaksudkan untuk melihat seberapa berkualitasnya keberimanan yang ia miliki. Sebagai perbandingan yang acapkali kita dengar adalah ketika kita ingin naik kelas saat dibangku sekolah maka kita akan diuji oleh guru. Pengujian itu untuk menentukan layak tidaknya kita untuk meneruskan dikelas yang lebih tinggi. Jadi, sikap kita tidak usahlah bersedih hati yang mendalam dalam menghadapi ujian, karena ujian adalah satu kemestian dalam hidup.

Setelah kita menyadari bahwa ujian adalah suatu kemestian dalam hidup, maka langkah kedua kita perlu mengenal bentuk bentuk ujian. Allah SWT menguji hamba-Nya dengan dua kategori, Pertama, diuji dengan keburukan atau sesuatu yang tidak disenangi, hal tersebut tergambar dalam Qs. Al-Anbiya’ [21]: 35 “..........Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)..........” ketidaksenangan itu mungkin berupa kondisi yang sakit, kemiskinan dan lainnya. Hal tersebut bisa didapati dalam Qs. Al-Baqarah [2]: 155  “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan......”.

Namun perlu saya ingatkan terlalu cepat untuk mengukur suatu keadaan yang menimpa diri dengan ujian juga tidak baik. Misalkan ketika seseorang tidak pernah menjaga kebersihan lantas dengan mudahnya ia terjangkit penyakit, kemudian berkesimpulan ini adalah ujian juga tidak benar. Begitu juga dengan kemiskinan, sekira seseorang hidup dalam suasana yang malas kemudian ia beranggapan bahwa miskinnya adalah ujian juga tidak tepat. Bentuk kedua dari ujian adalah berupa kebaikan atau sesuatu yang disenangi, hal ini bisa di lihat dalam Qs. Al-A’raf [7]: 168 “ .........dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk......” kebaikan atau kesenangan itu bisa berupa kesehatan, harta, keluarga maupun jabatan, yang kesemuanya itu bisa membuai seseorang sehingga ia akan lupa dan menjadi sombong atas kebaikan yang diberikan padannya. Mengenai kesenangan semacam ini Allah menegaskannya dalam Qs. Al-Anfal [8]: 28 “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.....”.

Bagian terkahir dari tulisan ini adalah bagaimana sikap kita ketika dihadapkan dengan ujian? Karena ujian adalah suatu kemestian dalam hidup seorang hamba, maka inilah gambaran sikap yang harus diambil ketika berhadapan dengan ujian yaitu “Dari Shuhaib, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Orang beriman itu mengagumkan, semua perkaranya baik. Tidak ada seorang pun yang seperti itu melainkan orang beriman. Jika ia mendapatkan ke-SENANG-an, ia ber-SYUKUR, itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa ke-SUSAH-an, ia ber-SABAR, dan itu baik baginya”. (HR. Muslim).

Jadi kuncinya disini adalah Syukur dan Sabar, Syukur tatkala kita menghadapi ujian yang berupa kebaikan. Kesyukuran itu akan membawa kita ingat akan pemberian kebaikan tersebut sehingga kita tidak terbuai olehnya. Sabar tatkala menghadapi keburukan atau ketidaksengangan dalam hidup, bahkan Allah SWT sendiri mengatakan bahwa orang-orang yang sabar akan diberikan pahala tanpa batas “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” Qs. Az-Zumar [39]: 10. Kalimat terakhir yang ingin saya ungkapan, semoga kita menjadi hamba-hamba Allah Swt yang ber-SYUKUR ketika diuji dengan sesuatu yang menyenangkan, dan ber-SABAR ketika diuji dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, amin.

Penulis : Abdul Malik Al-Munir, Kelahiran Pulau Palas - INHIL Riau, saat ini menimba ilmu di Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurusan Study Qur'an Hadist. Pendiri Rumah Peradaban yang bergerak dibidang Social Kemasyarakatan.


(Purn) AL: 'Tangkap dan Tembak Saja, Kalau Kita Siap Berperang'

1. Betapa begitu besarnya blow up berita yang dibangun atas peristiwa penenggelaman kapal kayu illegal fishing asal vietnam yang sudah ditangkap dan disita pada tahun 2012

2. Bagi seorang (Purn) bintang tiga angkatan laut, MS, katakan itu bukan sebuah prestasi besar kecuali yang ditembak dan ditenggelamkan adalah kapal yang seperti pada foto yang saya upload diatas

3. SBY lewat angkatan laut sering menangkap kapal pelaku illegal fishing asal china seperti foto diatas, pada tahun 2008 ini link beritanya http://news.liputan6.com/read/157610/tni-al-tangkap-kapal-cina tetapi tidak pernah digembar gemborkan menjadi sebuah ‪#‎pencitraan‬

4. Bahkan menteri susi sendiri akhirnya akui bahwa yang ditenggelamkan itu adalah kapal berjenis kecil dan sengaja menyimpan kapal yg besar http://economy.okezone.com/read/2014/12/08/320/1076251/alasan-menteri-susi-cuma-tenggelamkan-kapal-kecil sebelumnya menteri susi sempat berdalih angel kamera alias cara pengambilan gambar yang salah.

5. Kembali kepada pernyataan (Purn) bintang tiga AL berinisial MS katakan: kalau kita berani tembak dan tenggelamkan kapal seperti foto diatas; beranikah kita untuk siap berperang?

6. Awalnya adalah ketegangan diplomatik yang pasti tercipta, lalu berlanjut pada bersitegangnya situasi penjagaan keamanan diperbatasan laut, aksi serempet dan aksi pancing konflik pasti terjadi

7. Berani atau siapkah kita?

8. Dan ini bukan soal pencitraan lagi

9. Ini soal perang antar negara; sebagai catatan puluhan kapal pelaku illegal fishing china diperbatasan kita, itu selalu didampingi kapal perang canggih milik mereka

10. Mereka (china) memang seolah mencari masalah sejak dahulu kala lewat penguasaan laut china selatan yang sering memancing konflik di negara negara ASEAN

11. Lalu kembali lagi pertanyaannya; siap dan beranikah kita untuk menyatakan perang karena itu inti dari persoalan ketika kita memutuskan berani melakukan tindakan tembak dan tenggelamkan

12. Ataukah ini hanya menjadi komoditas jualan pencitraan kepemimpinan

13. Kalau memang benar arahnya kesana, maka saya (MS) katakan jangan pernah membuat sebuah candaan atau dagelan semata kalau kita membicarakan keamanan negara negara; ingat, keamanan negara negara karena masing masing negara memiliki karakter dan kebijakan politik masing masing

14. Aksi tembak dan tenggelamkan itu bisa berdampak pada nasib nelayan kita juga yang hanya mengandalkan arah rasi bintang, ketika mereka masuk perairan milik negara lain; apakah mereka juga siap ditembak dan ditenggelamkan

15. Kalau di negara kita mungkin sekedar seremonia belaka, tembak dan tenggelamkan kapal kayu yang sudah kosong dan dipretelin dalamnya

16. Tapi negara seperti china berbeda, mereka sering lakukan aksi tembak dengan senapan serbu untuk menenggelamkan kapal milik kita tanpa peduli apakah didalamnya ada nelayannya atau tidak

17. Itulah yang dinamakan keputusan politik sebuah negara akan mempengaruhi kebijakan politik negara lain juga

18. Disini bebas teriak dan bangga dengan aksi tembak dan tenggelamkan | tapi dilaut lepas sana negara lain sudah otomatis memasukkan kita sebagai negara target untuk ditembak dan ditenggelamkan (aksi balasan spontanitas berdasarkan kebijakan politik pemerintah)

19. Yang rugi siapa? nelayan juga. Bahkan ancaman kepada nelayan kita malah akan bertambah

20. Lalu solusi nya bagaimana? sebenarnya illegal fishing itu bisa diselesaikan apabila aparat kita juga tegas diperbatasan dan dengan jumlah yang cukup pula, tangkap kapal kapalnya | sita dan ambil untuk digunakan oleh nelayan nelayan kita juga | buatlah prestasi dari jumlah kapal yang berhasil ditangkap | evaluasi dan terus lakukan secara kontinyu | dan saya yakin negara tetangga pun akan takut segan, karena begitu banyak kapal ditangkap sehingga takut rugi kapalnya diambil dan disita

21. Jangan lakukan tindakan reaktif yang tak terencana bagaimana mengukur dampaknya kedepan

22. Termasuk aksi tembak dan tenggelamkan yang seperti syuting film RAMBO IV itu

23. Berani mengambil langkah berarti berani mengambil resiko, pertanyaannya sudah beranikah berpikir?

by @bang_dw

KETIKA BABI "MIRIP" MANUSIA

Sebenarnya saya tidak kaget-kaget amat dengan pengalaman pertama anak Presiden yang mengatakan “Ini daging yang paling enak yang pernah gue coba" saat tak sengaja memakan daging Babi di sebuah cafe/warung di Singapore. Daging yang sering diberi kode "B2" di Indonesia.

Saya tidak "maido" alias menyangkal. Walau pun saya tidak berminat untuk memakannya--tapi memang terlihat dari bentuknya saja saya bisa menebak bahwa daging tersebut sangat lembut. Lebih lembut dari rambak di gudeg-gudeg ala Yogya.

Namun terlepas soal sudut pandang tingkat ke-haram-an sesuai keyakinan agama yang saya anut--Islam atau agama saudaraku pemeluk Nasrani Adven, ada satu faktor utama yang membuat saya sangat tidak tertarik untuk menyantap daging jenis binatang ini.

Faktor itu adalah faktor kedekatan genika babi dengan manusia dimana menurut penelitian terakhir, DNA-nya sangat mirip. Mencapai 98%. Lebih tinggi daripada kemiripan DNA manusia terhadap simpanse atau baboon.

Saking miripnya, menurut buku "SWINE in the LABORATORY" karya M. Michael Swindle--kemiripan ini sangat berpotensi untuk perkembangan dunia kedokteran dimasa depan.

Tak heran, dari sekedar kapsul atau benang jahit luka yang berbahan dasar babi yang terbukti mudah menyatu dengan tubuh manusia, kini perkembangannya jauh lebih tinggi.

Babi yang secara alamiah merupakan binatang omnivora atau pemakan segalanya seperti manusia--menurut Michael Swindle berarti organ yang berkerja pada babi, berarti mempunyai kemungkinan besar bisa berkerja kepada manusia.

Contoh organ yang sangat mirip adalah ginjal, jantung dan paru-paru babi. Dagingnya pun--konon menurut sohib yang pernah memasaknya, warna putih nya sangat mirip daging manusia.

Tak heran makin kesini, kesuksesan penelitian transfer organ babi ke manusia yang disebut "xenotransplantation" semakin menuju kesempurnaanya.

Bahkan Professor Hiro Nakauchi dari Tokyo University yang terus melakukan pengembangan ini, termasuk iPS cells untuk melakukan pertukaran kulit dari manusia dewasa kepada embrio babi menjadi sangat optimis.

Beliau berfikir jika pengembangannya semakin sempurna maka daftar tunggu donor akan berakhir. Berakhir pula masalah pertukaran organ tubuh yang selama ini sangat sulit dan terbatas.

Jadi, kembali ke masalah daging babi. Jangankan memakannya, mencoba mencicipi saja saya sangat-sangat-sangat sungkan. Kan kayak sedang memakan "saudara" sendiri gitu loh. Kanibalisme gaya baru. Hehehe...

Selamat pagi, dan tetap cinta tempe goreng yang tak hanya lezat tapi terdapat aroma rindu kepada kampung halaman jika sedang di negeri orang.

MERDEKA...!

(Hazmi Srondol)

 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger