Headlines News :

MAKNA SEBUAH PELUKAN

Si Kecil baru saja bisa berjalan tertatih-tatih. Karena gembira, ia pun ingin segera mencapai tujuan yang diinginkan. Keseimbangan hilang, ia pun jatuh dan menangis. Tak perlu panik, Bunda. Tak usah reaktif dengan berteriak seolah dunia akan kiamat. Tak perlu juga menunjukkan wajah cemas, ketakutan, atau bahkan histeris.

Jatuh adalah proses alami manusia untuk tumbuh. Datangi Si Kecil dengan tenang, berjongkoklah dan berikan pelukan terbaik yang Bunda bisa. Yaaa...pelukan. Tak perlu mengomel panjang lebar dan menyalahkan jalan karena membuat Si Kecil menangis sebagaimana banyak dilakukan ibu-ibu lainnya. Berikan kata-kata positif di telinga si kecil sembari terus memeluknya. Pelukan ini Bunda, memberi efek luar biasa pada pertumbuhan Si Kecil ke depan.

Pelukan bisa membuat Si Kecil merasa aman dan terlindungi. Ia merasa dicintai dan disayang. Rasa ini menguatkan jiwanya sebagai bekal kelak ketika ia dewasa. Ia akan tumbuh menjadi sosok yang percaya diri dan menyenangkan bagi lingkungan. Meskipun pelukan tak lagi diberikan ketika ia beranjak besar sebagaimana kebiasaan orang tua di Indonesia, hal ini tak lagi menjadi masalah. Kebutuhan emosional Si Kecil telah terpenuhi dengan baik di masa kanaknya.

Begitu sebaliknya. Bila Si Kecil jarang atau bahkan tidak pernah mendapat pelukan dari Bunda sebagai orang terdekatnya, maka biasanya ia akan tumbuh menjadi pribadi yang labil. Ia akan cenderung kesulitan untuk beradaptasi, merasa tak percaya diri, bahkan cenderung emosian atau mudah marah. ‘Luka’ ini akan terus dibawanya sampai kapan pun hingga ia menyadari bahwa ‘luka’ ini harus diobati. Bila tidak, maka anak yang kurang mendapat pelukan dari bundanya ini akan terus hidup dalam kebimbangan, kekacauan bahkan penuh masalah.

Bila tidak disertai keimanan yang kuat, bukan tidak mungkin Si Kecil akan tumbuh menjadi sosok yang haus kasih sayang. Ia akan mencari ‘hal’ yang pernah hilang di masa kecilnya ini pada lawan jenis dengan pola gaul bebas. Naudzubillah. Tentu ini bukan hal yang kita harapkan terjadi pada si buah hati. Karena itu, senyampang Si Kecil masih balita berikan pelukan sebagai hadiah terindah dari Bunda. Pelukan ini  bisa sebagai ‘reward’ ketika ia melakukan hal yang positif. Bisa juga sebagai ‘penghiburan’ ketika ia merasa sedih, cemas dan ketakutan.

Bagaimana bila Si Kecil saat ini sudah duduk di bangku SD, SMP atau bahkan SMA? Ia bukan lagi Si Kecil yang dengan mudah dipeluk oleh ibunya. Masa lalu memang tak bisa diulang, Bunda. Tapi sebesar apa pun ia selama masih tinggal seatap dengan ibunya, selalu ada jalan keluar untuk ‘menambal’ apa yang dulu pernah ia dapatkan.

Bagi kita dengan adat ketimuran yang cenderung ‘kagok’ dengan kedekatan secara fisik seperti pelukan, bisa dimulai dengan memberikan buah hati dengan perhatian. Tidak perlu langsung berubah secara drastis dengan memeluknya ketika sebelumnya hal ini tidak pernah dilakukan. Bunda bisa memulainya dengan mengubah sikap. Sosok ibu yang dulu sering marah-marah bila dekat dengan anaknya, hal ini bisa mulai dikurangi. Nada tinggi suara yang otomatis keluar bila berdekatan dengan anak yang beranjak dewasa, mulai direndahkan sekian oktaf. Bangunlah suasana tenang, aman dan nyaman dalam keluarga. Ini semua kuncinya ada pada sosok ibu sebagai pengendali suasana keluarga.

Komunikasi. Mulailah membiasakan diri dengan mau mendengarkan cerita buah hati yang tidak kecil lagi. Bila ini sudah bisa terjalin, berilah pelukan di momen istimewa semisal ketika usai menerima raport. Baik atau buruk hasilnya, yakinkah bahwa mereka tetap istimewa di hati orang tua. Berawal dari sini, gejala kenakalan remaja yang biasanya muncul, dengan izin Allah bisa diminimalkan. Anak akan memunyai rasa percaya terhadap orang tua sehingga tak perlu mencari perhatian dengan bertingkah aneh-aneh di luar sana.

Lihatlah Bunda, pelukan ini bisa mengatasi banyak hal terutama masalah psikologi pada buah hati bahkan diri kita sendiri. Mulai sekarang, jangan pelit memeluk mereka, putra-putri kita baik yang masih kecil, remaja atau bahkan beranjak dewasa. Percayalah, satu ketika nanti dalam perjalanan kehidupan buah hati yang masih panjang, mereka akan berterima kasih pada orang tuanya. Pelukan orang tua memberi kekuatan dalam dirinya. Dalam pelukan, mengalir rasa kedekatan yang penuh kehangatan, aman dan nyaman untuk melangkah sebagai sosok yang cukup mendapat kasih sayang dari rumah. Bekal ini cukup untuk mengantarkan buah hati menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat, insya Allah.

Sumber : voaislam

Masyarakat Mandah-Pelangiran Ancam Keluar dari INHIL UTARA jika Guntung ibu kotanya

Masyarakat Mandah-Pelagiran Ancam Keluar dari Inhil Utara, Jika Guntung sebagai Ibukotanya
Pulhan mahasiswa dan pemuda yang
mengatasnamakan
GPPMMP mendatangi DPRD Riau,
mereka menolak Guntung sebagai ibukota
Kabupaten Inhil Utara
PEKANBARU, - Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Mandah-Pelagiran (GPPMMP) menolak Guntung sebagai Ibukota Indragiri Hilil Utara (Inhut). Penolakan itu langsung disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, Senin (8/9/2014).

Dalam pernyataan sikapnya, Irwan selaku Ketua GPPMMP memberikan berbagai pertimbangan atas penolakan Guntung sebagai Inhut. Dimana, GPPMMP menilai adanya indikasi kepentingan sepihak dari Forum Komitmen Percepatan Pemekaran Kabupaten Inhil Utara.

"Pemberian rekomendasi Guntung sebagai ibukota Inhil Utara sangat tertutup tanpa diketahui oleh tokoh masyarakat Mandah-Pelagiran yang juga anggota dari FKPPKIU," ujar Irwan.

Hasil rekomendasi Bupati dan DPRD Inhil juga dinilai melanggar PP nomor 78 tahun 2007. Dimana, dalam PP tersebut dinyatakan aspirasi sebagian besar masyarakat dalam bentuk keputusan BPD dan Desa yang menjadi wilayah cakupan daerah yang akan dimekarkan. "Namun, kenyataannya tidak ada rekomendasi dari BPD dan 33 desa di Mandah-Pelagiran," katanya.

"Hingga saat ini, hasil kajian Guntung sebagai ibukota Inhut masih tertutup oleh FKPPKIU," tegas Irwan didampingi puluhan majasiswa lainnya.

Oleh karena itu, GPPMMP meminta DPRD Riau dan Gubernur Riau meninjau kembali rekomendasi yang dikeluarkan oleg Bupati inhil dan DPRD Inhil.

"Jika tidak dan Guntung tetap sebagai ibukota Inhut, maka kami dari masyarakat Mandah-Pelagiran memilih untuk keluar dari Inhil Utara dan kembali ke kabupaten induk," tutup Irwan.(san)

sumber : goriau.com

FKPM : PROSES PEMEKARAN INHIL UTARA HARUS TRANSPARAN


Tujuan pemekaran suatu daerah adalah untuk kepentingan masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan, memperkokoh basis ekonomi rakyat dll.

Agar terciptanya kebersinambungan yang adil hendaknya proses tersebut di musyawarahkan secara bersama-sama agar setiap prosesnya melahirkan kata kesepakatan yang baik agar terhindar dari kepentingan-kepentingan negative sehingga hasilnya benar-benar aspiratif dan tidak merugikan masyarakat.

Ahmad Tamimi selaku sekretaris FKPM menilai bahwa Wacana pemekaran INHIL UTARA yang berjalan selama ini dinilai oleh FKPM (Forum Komunikasi Pemuda Mandah) masih sangat jauh dari apa yang diharapkan hal ini dapat terlihat dari Rekomendasi yang dikeluarkan oleh LPEM-FEUI (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) tidak transparan terkait kenapa dan atas dasar pertimbangan apa kecamatan Keteman dipilih sebagai ibu kota, dan dalam proses tersebut tokoh masyarakat kecamatan Mandah tidak dilibatkan.

Hasil dari kajian tidak transparan dan tidak pernah diberikan secara langsung kepada perwakilan masyarakat kecamatan Mandah.

Kesan yang mendalam bagi warga kecamatan Mandah hanya di tuntut untuk taat dan menerima dari setiap proses tersebut tanpa diberi kesempatan untuk paham dan mengerti.

Forum percepatan pemekaran INHIL UTARA yang dalam setiap keputusannya selalu menjual dan mengatas namakan kecamatan Mandah.


Melihat hal tersebut, FKPM berharap Pemerintah Daerah Memfasilitasi Musyawarah Tokoh dan Pemuda Masyarakat INHUT dalam proses pemekaran untuk mengkaji kembali hasil rekomendasi LPEM-FEU dan SK BUpati No. 492/VII/HK-2014 Tentang Persetujuan calon KAb. Inhil Utara yang menetapkan Kecamatan Kateman sebagai Calon Ibu Kota INHUT. 

Ayong RN : Matahari Dipucuk Turi

Saat pagi tiba Mak Limah  terbiasa memandang pucuk turi dihalaman rumah yang berhadapan dengan matahari; terbit, sepenggalahan atau tegak diubun-ubun, semuanya adalah takaran ukur bagi Mak Limah tentang musim; Hujan, banjir, panas, kemarau dan musim kabut.

Mengalami sejak hari pertama hadir didunia, seiring pohon turi didepan rumah berganti; beranak pinak, kecil, membesar, ditebang dan tunas baru membesar lagi, begitu terus menerus.

Jika musim hujan tiba Mak Limah, mencelupkan kaki kegenangan air yang menutupi jalan setapak,  dikampung Mak Limah orang menyebutnya lopak.Tahun ketahun lopak kian meninggi.  Waktu kecil dulu jika musim hujan tiba Mak Limah cuma merasakan telapak kakinya yang basah menyentuh bibir air.  Ketika ia menikah dan waktu itu musim hujan, orang-orang kampung yang  menolong mengangkatkan hidangan dari sereban (yang ini tempat menyimpan makanan menjelang dihidangkan) kerumah, lopak cuma membasahi tumit . Tuan rumah hanya menyiapkan serat goni bekas karung kopra diberanda, untuk menggesek-gesekkan telapak kaki jika sang penata hidangan ingin naik kerumah.

Ketika anak pertamanya menikah juga dimusim hujan, antara rumah dan sereban, lopak telah melewati mata-kaki, Mak Limah harus meletakkan tempayan berisi air cuci kaki disamping tangga pelantar, depan dan samping rumah.

Kini cucu-cucu telah sekolah, banjir semakin menjadi-jadi, Mak Limah harus menyinsing kain sarung warna batiknya jika turun ke halaman, diperparah lagi kebiasaan buruk sang cucu yang suka membuat lubuk; membuat lobang dengan menekan-nekankan kaki kedalam tanah gembur akibat air hujan, kalau salah langkah siap-siaplah harus terperosok sampai pangkal paha.

Musim panas?Kicau burung lah tandanya! Saat masih kecil, beragam-ragam jenis; ketika matahari belum terbit,terdengar suara murai berkicau, disusul suara kokok ayam, kicau parau burung merebah,kukur burung balam, lalu terdengar suara kawanan bayan melintasi kampung, terbang entah kemana. Setelah matahari sepenggalahan terdengar suara punai,peregam dan tiung yang memakan buah malai di samping rumah. Saat matahari meninggi,burung serindit dan cicap sahut-menyahut keriangan mungkin karena kelapa disekitar rumah lagi bermayang,  terdengar juga suara burung kelengkeng, enggang dan gagak semuanya berkumpul dipohon malai. Buah malai dikatakan buah tahunan karena hanya berbuah dimusim panas. Kalau diperhatikan isi buahnya seperti alpukat, cara memasaknya mudah; dipilih yang masak dipisahkan tampuk dan isi malai, lalu disiram air panas, ditiriskan, dikasi garam secukupnya lalu digoncang keatas kebawah, seperti main dadu supaya antara buah malai dan garam teraduk rata.

Menjelang matahari tenggelam terdengar kembali suara burung bayan melintasi perabung rumah,kembali kesarang setelah seharian mencari makan.

Hari kehari,kicau itu semakin berkurang, pertama burung enggang, kelengkeng dan peregam lenyap entah kemana, seterusnya burung bayan dan serindit.

Burung murai yang biasanya membangunkan Mak Limah tiap pajar menyingsing juga tak terdengar lagi suaranya, menurut sang cucu harga murai mahal, jika dapat dua ekor yang jantan apalagi yang bersuara bagus, bisa ditukar dengan sepeda seken dekat kedai Pak Itam Saman.

 Kini tinggallah kokok ayam dan seraknya suara merbah menemani Mak Limah menyambut pagi.

Mak Limah perempuan separoh baya yang Cuma tamat Sekolah Rakyat. Ketika dia pertama masuk sekolah, Bung Karno menggelorakan Ganyang Malaysia dan ketika tamat, mahasiswa heboh dengan TRITURA dan Pak Harto menggelorakan Amanat penderitaan Rakyat, dimana-mana; dari Gedung Rakyat sampai kerumah makan.

SR terlalu rendah untuk membawa Mak Limah mengerti makna politik, tapi cukup memadai untuk mak limah mengerti makna hidup,  yah setidaknya ketiga orang anak Mak Limah  hari ini Sarjana, semua telah bekerja dan cucu-cucunya rajin sekolah dan semua mereka telah punya cita-cita.

Hari ini Mak Limah kembali memandang pucuk turi. Matahari Sudah sepenggalahan, cahayanya merah pucat, berkabut, tak seperkasa biasa, yang berbinar menyilaukan.
“Ooh,masih berasap” Keluhnya dalam

Dari radio 2 band yang tergantung didinding pada sebatang paku lima inci yang tersemat kuat dijenang rumah, sejak pertama dibeli tak pernah dipindahkan, untung saja talinya kuat karena mereknya Philip yang dibelakang radio tertulis Made in Holland. Jika diputar chanel ke RTM, radio negara tetangga, mereka bilang bahwa negara kita mengganyang mereka dengan asap dan kabut. Tatkala tuning diputar ke RRI radio kebanggaannya, terdengar suara berdebat tapi menurut hemat Mak Limah itu pertengkaran karena tak ada yang mau mengalah. Kata penyiar,  mereka adalah ahli cuaca. Terdengar yang satu terus menerus menyalahkan

“Ini akibat dari kebakaran hutan, akibat kebiasaan membakar lahan, sehingga merubah cuaca dan iklim” suaranya terdengar berapi-api,memanaskan telinga Mak limah karena kebiasaannya “memeron” yaitu membakar potongan rumput yang telah dipotong ikut diungkit.

Ada juga yang menyejukkan telinga, tapi Mak Limah tak suka caranya;
“Kita harus merekayasa cuaca, kita harus membuat hujan buatan”kata ahli yang satu lagi berusaha tak menyalahkan penyebab kabut.

Hujan buatan?Bukankah itu sama saja melangkahi kekuasaan dan aturan-Nya?yang tak pernah salah dan selalu rapi. Kemahaan-Nya mengatur alam ini dengan sempurna, kapan hujan turun, air akan pasang dan surut.

“Manusia terlampau melewati pusingan waktu yang telah ditentukan” Keluh Mak Limah

Dikejauhan terdengar suara cucu-cucu Mak Limah, seharusnya mereka sekolah ketika matahari masih sepenggalan begini,

“Mengape balek?lari dari guru ye?

“ Kami disuruh balek, semue sekolah diliburkan nek! Sampai asap kabut mereda, karna kata guru tak baik bagi kesehatan”

“Takot asap, sampai meniggalkan ilmu? budak-budak ni”pikirnya dalam hati.
Selesai berganti baju, sang cucu berhamburan kehalaman, ada yang menarik layang-layang, ada juga yang memetik bunga melati. Mak Limah geleng-geleng kepala.

Mak Limah membetulkan letak masker dihidungnya.Yang diperolehnya dari pembagian.Kemaren waktu kepasar, dipersimpangan jalan ada yang membagikan masker sambil memberikan gambar salah satu calon anggota dewan.

“Dipakai Nek, supaya paru-paru tak terganggu” Ujar seseorang yang berpakaian sapari berkopiah, sepatu mengkilap, menebarkan senyum penuh pesona dan dia sendiri tak memakai masker, mungkin takut menutupi senyum indahnya itu.

Sejak itu Mak Limah terus memakainya. Saat betanam kacang risih juga, masker yang menutup hidungnya basah, keringat dari dahi mencucur mengalir kehidung terus membasahi masker sampai membuatnya tersedak karena beberapa tetes keringat meresap kedalam lubang hidung.

“Maafkan aku Tuhan, aku memakai ini hanya untuk memuaskan hati yang memberi, bukan untuk menolak apa apa yang telah engkau kodratkan” Mak limah membatin.

Selama ini ia tak pernah mengeluh; ketika air banyak, ketika air sedikit, ketika langit berkabut, cerah, bersinar atau bersembunyi dibalik awan, ia telah mengalami ribuan kali,  yang  selalu ia tatap lewat celah-celah pucuk turi didepan rumah.

“Wahai Tuhan, engkau hanya memberi asap dialun-alun langit,  kami begitu resah. Mudah-mudahan engkau tidak memberikan cahaya api disangkar langit ciptaan-Mu” Mak Limah berjalan kearah sumur tempatnya berwudhu karena matahari kuning pucat sudah diubun-ubun.


Sungai Beringin Paret 17, Maret 2014

Bupati Inhil Lantik 228 Pejabat Eselon


TEMBILAHAN (INDRAGIRI.COM)  - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melantik dan mengambil sumpah 228 pejabat eselon II, III dan IV, Kamis (27/2) malam.


Pelantikan itu merupakan pelantikan pertama di masa kepemimpinan Bupati Inhil dan Wakil Bupati Inhil, HM Wardan dan H Rosman Malomo. Ditegaskan bupati, pelantikan itu tidak ada unsur politis, namun semata-mata berdasarkan hasil penilaian mereka selama kurang lebih 100 hari.



‘’Tentu melalui pelantikan ini ada pihak yang gembira dan ada pula pihak yang merasa tidak puas. Namun ini adalah dinamika dan proses yang harus dilalui dalam sebuah organisasi dan lembaga pemerintahan,’’ ujar bupati.



Pertimbangan pelantikan itu lebih tepatnya ingin melakukan penyegaran dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pejabat yang baru dilantik tidak menunggu lama-lama. Namun harus lebih cepat bertindak memberikan pelayanan kepada masyarakat.



‘’Tapi ingat, kita harus senantiasa menjalankan tugas adalah benar-benar memahami tugas pokok dan fungsinya (tufoksi). Sehingga kita bisa berbuat lebih tepat, terukur dan tidak menyalahi ketentuan,’’ tegasnya.



Selain itu kepada pejabat yang dilantik, dikatakan bupati lagi harus mau berbagi tugas dengan bawahannya, apa saja pekerjaan yang bisa didelegasikan jangan ditahan-tahan. 



Dengan diberdayakan segala potensi yang ada, maka bupati yakin para kepala satuan kerja (satker) yang sudah dilantik bisa menjalankan amanah dengan baik.



Dari 228 pejabat eselon yang dilantik, 23 eselon II, 90 eselon III, 110 eselon IV dan 5 pejabat fungsional. H Fauzar, sebagai Asisten Administrasi Umum Pemkab Inhil, Helmi Kepala Dinas Pendidikan, H Hafitsyah, sebagai Staff Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, H Fazar Husin sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).



Kemudian Hj Alvi Furwanti Alwie sebagai Kepala Dinas Kesehatan, H Tengku Juhardi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), H Dianto Mampani menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambagan dan Energi (Distamben), H Afrizal sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).



H Encik Kamal Sahindra sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), H Syaifudin menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Raja Rida Indaryati sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Hj Djamilah sebagai Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.



Selanjutnya, H Tantawi Jauhari menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dijabat oleh H Yusfik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) diisi oleh H Pahrolrozy, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah dijabat oleh H Saripek.



H Rudiansyah mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), H Muktar T menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun), HM Yasin Abdi sebagai Kepala Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), H Yulizal sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dan H Fauzan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Inhil.(adv/b)





Sumber.Riaupos.co

5 Faktor mengejutkan penyebab kesehatan tubuh menurun

Indragiri..com - Di musim penghujan seperti ini, sistem kekebalan tubuh merupakan hal utama yang harus Anda jaga. Sebab di musim penghujan, banyak virus dan bakteri yang berkembang biak dan menjadi penyebab munculnya banyak penyakit.

Dalam menjaga kesehatan tubuh, kenali beberapa faktor berikut yang dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan tubuh seperti dilansir dari foxnews.com.

Makanan manis
Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis tidak hanya dapat meningkatkan berat badan Anda, namun juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi 100 gram gula per hari akan menurunkan kemampuan sel darah putih dalam membunuh bakteri.

Kurang minum air putih
Tubuh Anda membutuhkan banyak air untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh. Banyaknya jumlah cairan yang harus dikonsumsi jumlahnya berbeda-beda tergantung dengan keadaan fisik seseorang. 

Kelebihan berat badan
Berat badan yang berlebih juga akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh sebab kelebihan berat badan akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan peradangan yang mengganggu kemampuan sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan infeksi.

Hidung yang kering
Walaupun terdengar jorok, namun lendir yang ada di dalam hidung dapat berfungsi untuk menangkap virus yang akan memasuki tubuh Anda. Jika hidung Anda terlalu kering, maka kuman akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh Anda. 

Stres
Stres tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental Anda, namun juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kesehatan tubuh merupakan hal utama yang harus Anda jaga. Oleh karena itu kenalilah beberapa faktor yang mampu menurunkan kesehatan tubuh seperti contoh di atas.



Sumber.Mardeka.com


 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger