Headlines News :

'Rakyat tak jelas pilihannya Presiden tak jelas'

Pernyataan Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno yang menyatakan para pendukung KPK adalah 'rakyat yang tidak jelas' menjadi pembicaraan hangat di social media.

"Jangan membakar massa, mengajak rakyat, ayo rakyat, tidak boleh seperti itu. Itu pernyataan sikap yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia, konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat yang tidak jelas itu,"  ujar Tedjo di istana kepresidenan, Sabtu (24/1/2015).

Pernyataan menteri dari Nasdem ini sontak menyulut reaksi di social media dan melahirkan istilah baru "tidak jelas".

Para aktivis pendukung KPK pun bereaksi keras.

"Barusan nonton Menko Tedjo bilang "rakyat gak jelas". Gw dukung dia bilang gitu lagi, biar makin jelas siapa yang gak jelas :p," cuit @BonnieTriyana.

"Pak Tejo kami memang RAKYAT tidak jelas tapi tuntutan kami JELAS bhw pemerintah hrs berantas korupsi bukan lindungi koruptor!" tulis @yennywahid.

"Mau head to head rakyat (yang gak jelas) vs Tedjo? Ayok!." komentar @dwideisy.

"Sdhlh rakyat dbuat sengsara, eh skrg dbilang g' jelas... Tedjo," cuit @sudirmananwar.

"Menkopolhukam, anda abal-abal, sekian... tertanda: Yunarto Wijaya," twit @yunartowijaya.

Netizen @ssirah menaggapi: "Tertanda: rakjat gk jelas"

Istilah "gak jelas" yang makin populer pun semalam banyak dipakai guyonan netizen.

"Pak Tejo... hasil pertandingan bola malam ini semuanya gak jelas....," cuit @maman1965.

"Hujannya ngak jelas," seloroh @IkhsanModjo.

"Bakal ada konser gigit jari nih tp yg hadir rakjat gk jelas," cuit @ssirah.

"UNGKAPAN BARU: Kalau denger org omong gak jelas, kita nyamber,"Aah..tejo lu!"" cuit @masbutet.

***

Tapi tak semua kontra dengan pernyataan Tedjo, ada yang membenarkan.

"Tedjo ada benarnya. Rakyat tak jelas pilihannya presiden tak jelas. Itu saja," ujar netizen @panca66.

"Banyak yg nga paham Jokowi ini lbh berbahaya dr Prabowo. Sy mengamatinya sejak pilkada DKI. Alhamdulillah nga salah :)" lanjut @panca66.
 
Soal Presiden gak jelas, netizen yang lain pun ikut nimpali.

"Rakyat ga jelas? Lha wong presidennya juga ga jelas gini ngomongnya ~> Presiden Joko Widodo Bicara KPK vs Polri: http://youtu.be/p_2IN1kO7-4," cuit @fazri91.

"[mas tedjo rakyat ga jelas ra popo, pemimpin kaya anda dan presiden ga jelas...terlalu!]," tulis @ramadikimara.

"Jokowi adalah Kita. Jokowi = Presiden. Kita = Gak Jelas => Presidennya Gak Jelas," cuit @peppramu.

 "Pny presiden ga jelas...menteri ga jelas...kita rakyat ga jelas... " komen @popho75.

sumber : pkspiyungan.com

Hentikan Memberikan Air Putih Pada Bayi! Berbahaya untuk Kesehatannya

Selain Air Susu Ibu (ASI), banyak orangtua memberikan air putih kepada si kecil yang masib berusia 0-6 bulan. Entah seusai menyusui maupun di waktu-waktu lainnya. Padahal, kebiasaan itu sangat keliru karena berisiko menyebabkan berbagai dampak kesehatan.
Apa bahayanya? Berikut penjelasan Dr. Utami Roesli, Sp.A., MBA., CIML, IBCLC, dari Sentra Laktasi Indonesia:
Infeksi Bakteri 
* Pemberian air putih pada bayi 0--6 bulan berisiko membuat bayi terinfeksi bakteri jika air yang dipakai tercemar. Utami sendiri pernah mempunyai pengalaman, pasiennya yang berusia sekitar 1 bulan, ibunya melaporkan jika bayinya sering buang air besar hingga belasan bahkan puluhan kali dalam sehari.
Ibunya mengira anaknya mencret karena penyakit, sehingga yang tadinya diberi ASI, kemudian diberikan juga air putih dan susu formula. Hasilnya bayi yang tadinya mencret normal justru pencernaannya terinfeksi bakteri.
Hal ini diketahui dari feses bayi yang mengandung darah. Kemungkinan besar, infeksi itu muncul karena asupan air putih yang diberikan ibunya. Apalagi jika perlengkapan minumnya tidak higienis, juga cara memasaknya tidak tepat dan sudah tercemar bakteri.
2. Ganggu Otak Bayi 
Ginjal bayi 0-6 bulan belum berfungsi dengan baik, sehingga jika ia diberi air putih maka air seni akan membawa serta elektrolit dalam darah, misalnya natrium, yang sebenarnya berguna bagi tubuh. Jika kekurangan zat itu, bayi berisiko mengalami kejang.
Semakin banyak elektrolit yang "terbuang", semakin banyak risiko negatif yang dapat dialami. Alhasil, kalau bayi mengeluarkan banyak elektrolit dari semua organ tubuhnya, baik jantung, ginjal atau paru, temasuk otak, maka aktivitas otak dapat terganggu. Gejalanya, bisa berupa suhu tubuh rendah hingga kejang-kejang.

3. Merusak Ginjal 
Fungsi ginjal sebagai pengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh belumlah sempurna pada bayi usia 0-6 bulan. Memang pada usia kehamilan 35 minggu, ginjal bayi sudah terbentuk, tapi belum berfungsi dengan baik. Begitu pun setelah bayi lahir. Walau bentuk ginjal sudah sempurna. Hal ini bertahan hingga usia bayi 6 bulan.
Lain halnya pada anak dan orang dewasa, ginjal sudah mengatur asupan cairan masuk dengan yang dikeluarkan. Misal, kalau banyak minum, ginjal akan mengatur sehingga berkemihnya sering. Atau pada saat hawa dingin, akan lebih sering buang air kecil. Sebaliknya, pada cuaca panas, kita cenderung lebih jarang buang air kecil.
Intinya, ginjal mengatur keseimbangan cairan/elektrolit dalam tubuh, semisal natrium, kalsium, dan lainnya. Tapi jika kejadiannya saat ginjal belum sempurna kerjanya sudah diberi air putih, tubuh bayi akan kelebihan air atau "keracunan" air. Karena air yang masuk tidak bisa diseimbangkan dengan yang dikeluarkan.
4. Keracunan 
Memang benar bayi harus cukup minum, tapi bukan minum air putih lo. Sebab bayi usia 6 bulan ke bawah minum air putih justru akan merugikan si bayi itu sendiri. Penelitian Dr. Jennifer Anders darijohn Hopkins Children's Center di Baltimore Amerika Serikat membuktikan, pemberian air pada bayi di bawah enam bulan berisiko mengakibatkan keracunan (intoksikasi).
Menurut Jeniffer, secara naluriah bayi memiliki refleks haus atau keinginan untuk minum. Karena itu, banyak orangtua yang memberikan bayinya tambahan air putih selain ASI. Padahal, ginjal si kecil belum berfungsi dengan baik. Akibatnya, air putih yang diminumnya itu dapat membuat tubuhnya melepaskan sodium (mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme tubuh).
Padahal, kehilangan sodium dapat memengaruhi aktivitas otak. Ujungujungnya, bayi akan mengalami gejala keracunan, di antaranya suhu tubuh rendah, wajah membengkak dan bahkan kejang-kejang. Lantaran itu, Jennifer menegaskan, bayi yang minum ASI tidak perlu mengonsumsi air putih. Untuk bayi 0-6 bulan cukup ASI.

sumber : tribunnews.com

Raja Arab Saudi Meninggal

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz telah meninggal, televisi negara Saudi melaporkan Jumat pagi ini (23/1/2015), demikian dilansir dari Aljazeera. Raja berumur 90 tahun lebih ini dikabarkan wafat setelah menderita pneumonia.

Putra mahkota yang merupakan saudara Abdullah, Salman bin Abdul Aziz telah diangkat menjadi raja dan penguasa baru kerajaan Arab Saudi.

Abdullah bin Abdul Aziz Al-Saud (Arab: عبد الله بن عبد العزيز آل سعود, lahir 1 Agustus 1924) adalah Raja Arab Saudi yang keenam. Setelah sebelumnya bergelar Pangeran Abdullah, ia mencapai puncak kekuasaan pada 1 Agustus 2005, sesaat setelah wafatnya Raja Fahd.

Salman bin Abdul Aziz yang menggantikan dan mewarisi tahta kerajaan adalah adik dari Abdullah bin Abdul Aziz. Salman lahir 31 Desember 1935 (79 tahun).

SNMPTN 2015 RESMI DILUNCURKAN

Jakarta - SNMPTN 2015 resmi diluncurkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir pada hari Kamis (15/1) di Auditorium Lantai 2 Gedung D, Ditjen Dikti, Senayan.  Dalam sambutannya, Menristekdikti mengatakan sistem penyelenggaraan SNMPTN masih perlu dievaluasi, terlebih dengan adanya penggabungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek). Untuk itu, Menristekdikti berharap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat merespon positif adanya perubahan tersebut . “Hal ini demi kelancaran proses pembelajaran di negeri ini sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional-red) dan Pendidikan Tinggi” ungkapnya.
Menristekdikti juga menghimbau pelaksanaan SNMPTN 2015 agar tidak terjadi diskriminasi kepada peserta. Baik itu penyandang disabilitas, maupun peserta yang berada di daerah  terluar dan terdepan. “Semua mendapat hak yang sama. Sehingga pendidikan lebih terjamin dan merata” kata Menristekdikti.
SNMPTN 2015 menampung mahasiswa baru untuk setiap program studi (prodi) paling sedikit sebanyak 50%. Tahun ini sebanyak 63 PTN mengikuti proses seleksi dengan SNMPTN. “Untuk 13 PTN baru, belum bisa ikut serta dalam SNMPTN tahun ini karena masih dalam tahap pendampingan” ujar Rochmat Wahab selaku Ketua SNMPTN 2015 menambahkan.
Persyaratan untuk calon peserta SNMPTN antara lain harus sudah berada di kelas terakhir pendidikan menengah (SMA/MA/SMK/MAK), memiliki prestasi akademik, serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Peserta diperbolehkan memilih maksimal dua PTN dengan ketentuan jika memilih dua PTN, maka salah satu PTN harus berasal dari provinsi yang sama dengan asal sekolah siswa. Untuk pemilihan prodi, peserta dapat memilih maksimal tiga prodi dengan ketentuan satu PTN maksimal dua prodi.
Untuk pendaftaran nantinya masing-masing sekolah dan siswa harus mengisi data terlebih dahulu melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di lamanpdss.snmptn.ac.id yang kemudian akan diverifikasi. Sedangkan untuk pendaftaran prodi PTN melalui laman snmptn.ac.id.
Berikut adalah jadwal pelaksanaan SNMPTN 2015 :
KegiatanWaktu
Pengisian dan Verifikasi PDSS22 Januari – 8 Maret 2015
Pendaftaran13 Februari – 15 Maret 2015
Pengolahan data16 Maret – 8 Mei 2015
Pengumuman Kelulusan9 Mei 2015
Pendaftaran ulang peserta yang lulus SNMPTN

sumber : dikti
9 Juni 2015 (Bersamaan dengan Ujian Tertulis SBMPTN)

TPS INHU Bertambah

Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Inhu untuk Pemilukada tahun 2015 bakal bertambah dari pelaksanaan Pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres).

Tentunya jumlah ini akan dipergunakan pada saat Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada). Berdasarkan data KPUD Inhu jumlah TPS menjadi 800.

Hal itu disampaikan Sekretararis KPUD Inhu Watno, S.Sos dalam pertemuan dengan Komisi A DPRD Riau di Aula Bappeda Inhu. ” Ada tambahan sekitar 150 TPS di Inhu,”ucapnya.

Pada Pilkada Inhu tahun 2010 lalu dan Pemilu 2014 jumlah TPS di Inhu berjumlah 700 TPS. Karena jumlah pemilih juga bertambah, maka tempat pemilihan juga alami penambahan. Menurutnya, Konsekwensi jumlah petugas pengaman sipil juga bertambah. Setiap TPS dijaga oleh dua orang petugas Linmas. Dengan demikian jumlah petugas Linmas  nanti diperkirakan sebanyak 1600 orang.

Asisten Pemerintahan Setdakab Inhu Drs.Asriyan MSi berharap, Komisi A DPRD Riau bisa memperjuangkan babtuan dana dari APBD Riau untuk pembelian baju petugas Linmas dimaksud. “Kami berharap pembelian baju seragam petugas Linmas bisa dari APBD Provinsi,”ucapnya.

Sementara itu Ketua KPUD Inhu, M Amin, SE mengucapkan terimahkasih atas suppor dari Komisi A dan Pemrov Riau. Dengan adanya  shering dana Kabupaten dan provinsi kegiatan Pilkada bisa berjalan aman dan lancar.” Alahamdulillah berdasarkan anggaran dalam APBD Inhu sudah dialokasikan untuk Pilkada Inhu,ucapnya.

Dana tersebut  sebesar Rp.17, 6 M sudah disetuji DPRD. Bahkan untuk  putaran kedua juga sudah di rencanakan sebesar  Rp7 M.” Nanti kami juga akan  konsultasi ke provinsi tentang ini,”tambah

Melihat HP Tidak Boleh Menunduk

Ponsel sudah menjadi bagian penting dalam kegiatan sehari-hari kita, selain media komunikasi juga menjadi sebuah media informasi yang sangat penting, dan dalam penggunaanya yang mudah inilah yang menjadi pilihan banyak orang dalam memilih ponsel, jika berbicara tentang penggunaan ponsel ini, tahukah anda ada larangan dalam penggunaan ponsel yang memang banyak orang belum memahaminya, seperti halnya tidak boleh menunduk saat memakai ponsel, nah mengapa demikian? berikut ini ulasanya untuk anda.

Menurut penelitian terbaru saat kita menunduk dalam mengoprasikan ponsel itu sangatlah tidak baik, karena menurut penelitian itu sama seperti menggantung empat bola boling 4,5kg di leher anda, itu terjadi saat kita fokus pada ponsel yang kita gunakan ketika menunduk.

Seperti yang dikemukakakn oleh Dr Ken Hansraj MD yang dikutip dari tekno.kompas.com, yang awalnya tertarik dengan masalah ini karena banyaknya orang yang berkonsultasi karena kesakitan dibagian leher, seperti kasusnya ada pamuda yang datang dengan kesakitan lehernya, punggung, serta kaki. Setelah mengetahui bahwa pemuda ini ternyata menghabiskan waktu 4 jam setiap harinya bermain game di iPad, dan menggunakanya secara mendunduk.

Dr Hansraj ini adalah kepala bagian bedah tulang belakang di New York Spine Surgey and Rehabilitation Medicine, dia juga mengungkapkan bahwa titik awal gelombang masalh punggung dan leher disebabkan oleh postur dan cara buruk dalam menggunakan ponsel atau smartphone.

Seseorang dengan ponsel atau smartphone ini biasanay menghabiskan 2 sampai 4 jam sehari dengan posisi kepala yang menunduk ke perangkat obile yang mereka gunakan. dan hal itu sama aja dengan 700 sampai 1400 jam pertahun dan tekanan tambahan pada tulang belakang,dan biasanya untuk para remaja akan melakukan lebih banyak waktunya untuk ini.

Untuk Posisi netral kepala manusia beratnya 4,5-5kg, dan untuk  anda menunduk saat menggunakan ponsel ini 15 derajat, anda sudah hampir menambah berat kepala anda 3kali lipat, bayangkan sudah 30derajat sudah mencapai 18kg. bahkan anak-anak jaman sekarang tanpa sadar menundukan kepala sekitar 45-50 derajat.

Untuk yang benar dan terbaik adalah melihat ponsel atau smartphone inidengan posisi tulang punggung yang netral, yang artinya menjaga telinga di atas bahu dengan bahu yang ditarik kebelakang. Jadi diharapkan memakai smartphone ini dengan posisi yang benar untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger