Headlines News :

Wahai Presiden Jokowi Dimana Engkau Sekarang?

JAKARTA - Masih ingkatkah saat menjelang pilpres lalu? Jokowi dielu-elukan sebagai sosok yang jujur, sederhana, dan merakyat. Sampai ada baliho Jokowi di jalan-jalan, menggambarkan kesederhanaannya dengan harga pakiannya. Mulai dari baju, celana sampai sepatu.

Jokowi oleh 'RedDem' dikatakan sebagai tokoh yang berasal ‘dari rakyat untuk rakyat’. Segalanya bernuansa rakyat. Betapa tokoh baru yang berasal dari Solo ini, tokoh yang seakan benar-benar mencintai rakyat.

Ini penggambaran dari para relawan dan para pendukungnya, dan kemudian di sosialisasi secara luas oleh media massa dan media sosial.  Sampai rakyat yakin seyakin-yakinnya, bahwa Jokowi adalah tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.

Ketika menjelang pilpres, bagaimana mengolah  tentang ‘cita-rasa’ Jokowi yang sangat merakyat, dan menjadi antitesa kaum borjuis dan kapitalis. Jokowi saat akan mendeklarasikan pencapresannya bersama dengan JK, naik sepeda ‘ontel’ dari Teuku Umar menuju Gedung Juang, di bilangan Senen. Sangat luar biasa.

Tidak hanya itu, bumbu-bumbu tentang ‘cita-rasa’ Jokowi yang sangat merakyat itu, dan sengaja dibuat film, Jokowi-JK makan lesehan bersama dengan seorang perempuan miskin.

Semua itu bumbu yang membuat rakyat menjadi sangat menikmati tentang ‘cita rasa’ Jokowi yang merakyat itu. Masih belum cukup. Jokowi naik becak bersama Anis Baswaden, saat akan ke kantor KPU.

Belum lagi tontonan yang lebih kolosal ‘blusukan’ Jokowi. ‘Covered’ (liputan) media massa cetak, elektronik, media sosial (medsos), lebih dahsyat lagi. ‘Blusukan’ Jokowi itu, menjadi sebuah ‘trace’ baru dalam kehidupan politik di Indonesia.

Sebuah penggambaran seorang pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat. Dekat dengan rakyat, tanpa jarak, mengetahui dan merasakan langsung denyut kehidupan rakyat dengan cara ‘blusukan’.

Jokowi blusukan ke kampung-kampung, ke pasar-pasar, dan bahkan Jokowi ikut langsung menyebur ke liang got, mengontrol saluran yang mapet di Jalan Thamrin Jakarta.

Sehingga, apapun yang dikerjakan dan dijalankan Jokowi menjadi trending ‘topic’ oleh media sosial, sampai ke luar negeri. Bahkan, populeritas Jokowi mengalahkan Presiden AS, Barack Obama.

Sampai puncaknya kemenangan Jokowi di MK (Mahkamah Konstitusi), dan rakyat atau para pendukungnya, bukan hanya bersyukur dan bergembira, tapi sudah seperti mendapatkan kemenangan yang tanpa batas. Tak dapat dibayangkan lagi, bagaimana bathin mereka?

Meskipun, sedikit  dibayangi dengan ketegangan politik, kenyataannya Jokowi-JK tetap dilantik sebagai presiden dan wakil presiden yang ketujuh.

Usai dilantik ribuan rakyat menyambutnya. Malam hari Jokowi dengan melompat-lompat diatas panggung di Monas, bersama dengan SLANK, menikmati sekali kerumunan rakyat Jakarta yang menyambutnya.

Seakan tak pernah usai puja-puji, dan begitu luar biasanya, antusias rakyat mengggapai presiden baru, Jokowi. Sang dewa ‘penyelamat’ rakyat datang. Jokowi memang seakan menjadi antitesa seluruh kebobrokan rezim sebeblumnya.

Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama, dan mulai datang keraguan. Terutama, saat Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya. Tak semua orang yang menyambut dengan ‘happy’ kabinet Jokowi. Banyak yang kecewa dengan kabinet kerja yang baru diumumkan itu.

Karena itu, pengumuman kabinet Jokowi itu, kemudian menjadi titik balik, kemeriahan yang semulai membuncah, kemudian perlahan-lahan menurun. Pasar dan bursa saham tak bergerak positif atas pengumuman kabinet Jokowi?

Sekalipun demikian, Jokowi masih populer dan kepercayaan rakyat tetap tinggi. Inilah sebuah respon kalangan rakyat. Belum bisa mengukur sejatinya sosok Jokowi yang menjadi pemimpin mereka. Rakyat masih menunggu. Bagaimana selanjutnya perjalanan Presiden Jokowi yang mulai menimbulkan tanda-tanya, dan keraguan itu.

Keraguan yang tumbuh itu, masih bisa ditutupi saat Jokowi menghadiri pertemuan APEC di  Beijing,  bertemu dengan sejumlah tokoh dunia. Jokowi bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Inggris David Cameron, Perdana Jepang Shinso Abe, dan sejumlah tokoh dunia.

Jokowi tetap menjadi fokus dan perhatian para pemimpin dunia, dan mereka semua bertemud dengan Jokowi.

Termasuk pertemuan Jokowi dengan ratusan CEO perusahaan raksasa di Beijing. Mereka berjanji dan membuat komitmen akan melakukan investasi di Indonesia, dan nilainya mencapai triliun dollar.

Sungguh sangat luar biasa selama kunjungan Jokowi di Beijing. Jokowi menurut media-media lokal, menjadi trending topic, selama menghadiri pertemua APEC di Beijing. Dari Beijing Jokowi terus ke Myanmar, menghadiri KTT ASEAN, dan dilanjutkan pertemuan G20 di Canberra Australia.

Meskipun, Jokowi mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai kalangan dan perhatian dari para pemimpin dunia, tapi ada koran Brisbane, yang sangat mengganggu dengan membuat karikatur, ‘Walcome to paradise’.

Presiden Jokowi digambarkan sebagai ‘koki’ (pelayan) diantara para pemimpin dunia. Ini menggambarkan betapapun posisi Indonesia dan Presiden Jokowi, tapi di tengah para pemimpin dunia, kelasnya Jokowi tetap tidak dihargai.

Tentu yang sangat mengejutkan, usai pulang dari lawatannya ke Beijing, Myanmar, dan Canberra, langsung Presiden Jokowi menggelar pertemuan kabinet yang dihadiri oleh seluruh menteri kabinet, dan malam harinya Jokowi yang didampiningi JK, dan sejumlah menteri mengumumkan kenaikan BBM.

Ini seperti ‘ledakan’ bom yang sangat dahsyat di malam hari. Seakan Jokowi tidak faham tentang kondisi yang dihadapi oleh rakyatnya.

Apa artinya selama ini Jokowi ‘blusukan’ ke pasar-pasar, ke kampung-kampung, dan berbagai tempat, dan di daerah-daerah,  tidak dapat menangkap esensi denyut kehidupan rakyatnya. Kenaikan BBM Rp 2000 itu, dipadang remeh.

Tapi, sekarang dampaknya begitu dahsyat bagi rakyat kecil. Rakyat benar-benar sekarat,  akibat dengan kenaikan BBM. Di mana keperbihakan Presiden Jokowi terhadap rakyat?

Presiden Jokowi, sekarang  lakukanlah lagi ‘blusukan’ seperti sebelum menjadi presiden ke pasar-pasar, ke kampung-kampung, ke daerah-daerah, dan dengarkan bagaimana perasaan  dan  kehidupan rakyat yang  sebenarnya?

Di daerah-daerah ongkos angkutan melambung. Apalagi di luar Jawa. Tidak mungkin di luar Jawa ongkos angkutan transportasi itu hanya dibolehkan naik 10 persen, tapi kenyataannya lebih dari 50 persen? Karena, harga BBM juga bukan hanya naik Rp 2000 rupiah semata.

Presiden Jokowi datanglah ke daerah-daerah. Lihatlah kehidupan rakyat yang sebenarnya. Apakah mereka merasa senang dengan kenaikan BBM? Presiden Jokowi jangan hanya berpikir naiknya BBM itu Rp 2000. Sebenarnya, efeknya itu sangat luar biasa.

Rakyat tidak sanggup menanggung beban hidup mereka yang sudah sangat berat. Kemudian, masih harus ditambah dengan kenaikan BBM. Mengapa pilihannya harus menaikan BBM?  Presiden Jokowi, rakyat benar-benar menjerit dengan kenaikan BBM, dan mengapa harus mengkhianati rakyat?

Di mana keberpihakan presiden terhadap rakyat jelata? Presiden Jokowi begitu banyak janji ingin mensejahterakan rakyat. Kenyataannya malah membuat hidup rakyat semakin sulit dan susah. Inikah sikap keberpihakan kepada rakyat?

Seakan Presiden Jokowi sudah tidak lagi memiliki perasaan, dan sangat tega dengan rakyat kecil yang hidupnya sudah sangat sulit. Bukannya diringankan penderitaan mereka, tapi justru semakin ditambah beban hidup mereka. Di mana Presiden Jokowi sekarang? Wallahu’alam.

mashadi1211@gmail.com

Indahnya Cinta Abu Dzar Al-Ghifary

Lembah Waddan adalah sebuah area penting yang terletak antara Mekah dan Syam, karena merupakan jalur perlintasan kafilah dagang yang strategis. Di lembah itulah tinggal suku Ghifar yang terkenal. Mereka hidup dari “pajak” yang dipungut pada setiap rombongan kafilah yang melintas, bahkan tak segan merampok kafilah yang tidak membayar sesuai ketentuan yang mereka tetapkan.

Pada suatu masa, ada salah seorang anggota suku Ghifar yang mengalami kegelisahan luar biasa karena mendengar selentingan berita tentang nabi baru di kota Mekah. Jundub bin Junadah, nama anggota suku itu yang kemudian dikenal sebagai Abu Dzar, merasakan kegelisahan itu begitu bergelora sampai akhirnya mendorong dirinya berangkat ke Mekah untuk mendatangi langsung sumber beritanya. Singkat cerita, datanglah Abu Dzar ke kota Mekah dan langsung jatuh cinta dengan ajaran Muhammad pada pertemuan pertama.

Abu Dzar adalah orang kelima/keenam yang pertama-tama masuk Islam. Dialah orang yang berani memproklamirkan keislamannya di tengah keramaian kota Mekah. Alhasil, dirinya menjadi bulan-bulanan dipukuli warga Mekah waktu itu, sampai dilerai oleh Ibnu Abbas yang mengingatkan warga Mekkah bahwa Abu Dzar adalah warga Ghiffar yang akan menuntut balas jika mereka membunuhnya.

Abu Dzar sangat mencintai Rasulullah dengan segenap jiwa raganya. Suatu ketika, dalam perjalanan menuju perang Tabuk (9 H), Abu Dzar tertinggal karena lambatnya unta yang dikendarai. Karena semakin tertinggal dari rombongan Rasulullah, Abu Dzar memutuskan untuk berjalan kaki. Mengetahui hal tersebut, Rasulullah memutuskan berkemah di tempat terdekat. Lama mereka menunggu di tengah panas terik padang pasir, sampai akhirnya terlihat sesosok lelaki berjalan mendekat. Seorang sahabat berseru,

“Ya Rasul, itu Abu Dzar!!”

dan Rasulullah berkata,

“Semoga Allah mengasihi Abu Dzar, ia berjalan sendirian, akan meninggal sendirian, dan dibangkitkan kelak pun sendirian”.

Abu Dzar tiba dengan tubuh lemah dan pucat pasi karena kehausan. Rasulullah heran karena tangan Abu Dzar menggenggam sebungkus air minum.

“Kamu punya air tetapi kamu tampak kehausan?“, tanya sang Rasul.

“Ya Nabi Allah, di tengah jalan aku sangat kehausan sampai akhirnya menemukan air yang sejuk. Aku khawatir Nabi juga merasakan kehausan yang sama, maka tidaklah adil jika aku meminum air ini sebelum Nabi meminumnya” jawab Abu Dzar.

Subhanallah, begitu besar cinta Abu Dzar kepada sang Nabi.

Setelah Rasulullah wafat, Abu Dzar meninggalkan kota Madinah, untuk berdakwah dan mempertahankan nilai-nilai kehidupan dari kontaminasi kenikmatan dunia. Hidupnya semakin terkucil karena perbedaan pendapat dengan penguasa saat itu. Sabda Rasulullah tentang kesendirian Abu Dzar terbukti, ketika pada tahun 32 H, tiada yang menemani kepergiannya kecuali isteri dan anaknya. Menjelang meninggalnya, beliau berwasiat kepada isteri dan anaknya itu agar keduanya yang memandikan dan mengkafaninya.

Tatkala Abu Dzar meninggal, keduanya pun melakukan apa yang diwasiatkannya, lalu meletakkan beliau di pinggir jalan. Saat itu lewatlah Abdulah bin Mas’ud dan sekelompok rombongan dari Iraq untuk umrah. Mereka menemukan sebuah jenazah di pinggir jalan yang disampingnya ada seekor unta dan seorang anak yang berkata,

“Ini adalah Abu Dzar sahabat Rasulullah, maka tolonglah kami untuk menguburkannya”.

Maka, Abdullah bin Mas’ud pun menangis dan berkata,

“Sungguh telah benar Rasulullah, beliau bersabda bahwa Abu Dzar, dia berjalan pergi sendirian, dan meninggalpun dalam kesendirian, dan akan dibangkitkan dalam kesendirian pula”.

Itulah Abu Dzar Al Ghifari, yang dipuji oleh Rasulullah dalam sebuah sabdanya,

“Bumi tidak pernah menadah dan langit tidak pernah menaungi orang yang lebih jujur daripada Abu Dzar”

Perbedaan Bensin PREMIUM dengan PERTAMAX

Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang jernih. Premium merupakan BBM untuk kendaraan bermotor yang paling populer di Indonesia. Premium di Indonesia dipasarkan oleh Pertamina dengan harga yang relatif murah karena memperoleh subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Premium merupakan BBM dengan oktan atau Research Octane Number (RON) terendah di antara BBM untuk kendaraan bermotor lainnya, yakni hanya 88. Pada umumnya, Premium digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermotor bermesin bensin, seperti: mobil, sepeda motor, motor tempel, dan lain-lain.

Premium
1. Menggunakan tambahan pewarna dye
2. Mempunyai Nilai Oktan 88
3. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah banyak

Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina. Pertamax, seperti halnya Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi. Pertamax dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax pertama kali diluncurkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98 karena unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, Pertamax memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan Premium. Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik).

Pertamax
1. Ditujukan untuk kendaraan yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal.
2. Untuk kendaraan yang menggunakan electronic fuel injection dan catalyc converters.
3. Menpunyai Nilai Oktan 92
4. Bebas timbal
5. Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya
6. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain

Pertamax Plus adalah bahan bakar minyak produksi Pertamina. Pertamax Plus, seperti halnya Pertamax dan Premium, adalah produk BBM dari pengolahan minyak bumi, dihasilkan dengan penambahan zat aditif dalam proses pengolahannnya di kilang minyak. Pertamax Plus merupakan bahan bakar yang sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax Plus adalah bahan bakar untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic converters.

Pertamax Plus
1. Telah memenuhi standart WWFC
2. BBM ini ditujukan untuk kendaraan yang bertehnologi tinggi dan ramah lingkungan
3. Menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers dan catalytic converters.
4. Tidak menggunakan timbal, alias tanpa timbal.
5. Mempunyai Nilai Oktan 95
6. Toluene sebagai peningkat oktannya
7. Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit dibanding BBM lain

Penjelasan Rasio Kompresi disini :
http://danangdk.blog.uns.ac.id/2010/...in-apakah-itu/

Motor kita baiknya diisi bensin apa ya? Ada pilihan bensin yaitu Premium, Pertamax dan Pertamax plus yang merupakan produk Pertamina,
dan ada juga bensin jenis lain dari perusahaan asing seperti Shell dan Petronas.

Mesin motor memerlukan jenis bensin yang sesuai dengan desain mesin itu sendiri agar dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja yang optimal. Jenis bensin tersebut biasanya diwakili dengan angka / nilai oktan (RON), misalnya Premium ber-oktan 88, Pertamax ber-oktan 92 dan Pertamax Plus ber-oktan 95.

Tujuan mesin dibuat dengan perbandingan kompresi tinggi adalah untuk meningkatkan efisiensi (irit bahan bakar) dan menurunkan kadar emisi.
Semakin tinggi angka oktan, maka harga per liternya pun umumnya lebih tinggi. Namun belum tentu bahwa jika mengisi bensin ber-oktan tinggi pada mesin motor kita, kemudian akan menghasilkan tenaga yang lebih tinggi juga.

Dianjurkan mengisi bensin sesuai nilai rasio kompresi (kecuali ada modifikasi lain). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin semakin lambat terbakar (dikarenakan titik bakarnya lebih tinggi). Semakin TINGGI nilai oktan, maka bensin lebih sulit menguap (penguapan rendah). Bensin yang gagal terbakar (akibat oktan terlalu tinggi), bisa menyebabkan penumpukan kerak pada ruang bakar atau pada klep.

Berikut daftar bahan bakar motor dan mobil sesuai rasio kompresi :

YAMAHA
Vega-R (9.3:1) Pertamax
Vega-ZR (9.3:1) Pertamax
Mio (8.8:1) Premium
Jupiter (9.0:1) Premium
F1ZR (7.1:1) Premium
RX-KING (6.9:1) Premium
YT 115 (7.2:1) Premium
RZR (7:01) Premium
Nouvo (8.8:1) Premium
Crypton (9.0 : 1) Premium
Yamaha Alfa (7.2 : 1) Premium
Yamaha RXZ (7.0 : 1) Premium

Jupiter-Z (9.3:1) Pertamax
Jupiter MX-135LC (10.9:1) Pertamax Plus
Scorpio-Z (9.5:1) Pertamax
VIXION (10.4:1) Pertamax/pertamax plus
Majesty 125 (11:01) Pertamax Plus
Scorpio (9.5:1) Pertamax

SUZUKI
Satria FU (10.2:1) Pertamax/pertamax plus
Shogun New FL125 Series (9.6 : 1) Pertamax
Shogun FD125 X (9,5 : 1) Pertamax
Thunder 125 (9.2 : 1) Premium/Pertamax
Spin 125 (9.6:1) Pertamax
SkyWave 125 (9.6 :1) Pertamax

KAWASAKI
Kawasaki Blitz R 53 mm x 50.6mm 111 cc 9.3 : 1 (Pertamax)
Kawasaki Athlete 56 mm x 50.6mm 124.6 cc 9.8 : 1 (Pertamax)
Kawasaki Ninja 250 62 mm x 41.2mm 2x 250 cc 11.5 : 1 (Pertamax Plus)
Kawasaki KLX 250 72 mm x 61,2mm 249cc 11 : 1 (Pertamax Plus)
Kawasaki Ninja RR 150 7.2 : 1 (Premium)
Kawasaki Kaze 9.3 : 1 (Pertamax)

HONDA
Honda GL 100 52 x 49.5mm 105.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda GL Max 56.5 x 49.5mm 124.1 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda GL Pro 61.0 x 49.5mm 144.7cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda Supra 50.0 x 49.5mm 97.1 cc 8.8 : 1 (Premium)
Honda Tiger 63.5 x 62.2 mm 196.9cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda Megapro 63,5 x 49,5 mm 156.7cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda CS-1 58 x 47,2 mm 124.7 cc 10.7 : 1 (Pertamax Plus)
Honda Supra PGM FI 52,4 x 57,9 mm 124.8cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda Blade 50 x 55,6 mm 109.1 cc 9.0 : 1 (Premium)
Honda Vario 10, 7:1 (Pertamax Plus)
Honda CBR 150 R 11:1 ( Pertamax Plus)
Honda Beat 125 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda Scoopy 108 cc 9.2 : 1 (Pertamax)
Honda Absolute Revo 110 cc 9 : 1 (Premium)

*sumber : majalah MotoDream

Mobil :

Suzuki
Swift 9,5:1 Pertamax
Grand Vitara 10,5:1 Pertamax Plus
Grand Escudo XL-7 9,5:1 Pertamax
Escudo 2.0 9,3:1 Premium/Pertamax
Escudo 1.6 9,5:1 Pertamax
Baleno 9,5:1 Pertamax
Aerio 9,5:1 Pertamax
APV 9,0:1 Premium/Pertamax
Karimun 8,8:1 Premium
Katana 8,8:1 Premium
Carry 1.5 8,9:1 Premium
Carry 1.0 8,9:1 Premium
Carry 1.3 9,0:1 Premium
Esteem 1.6 GT 9,5:1 Pertamax
Side Kick 8,9:1 Premium
SX-4 10,5:1 Pertamax Plus

Honda
Jazz I-Dsi 10,4:1 Pertamax/Pertamax Plus
Jazz V-Tec 10,1:1 Pertamax/Pertamax Plus
City I-DSi 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
City V-Tec 10,1:1 Pertamax/Pertamax Plus
Stream 1.7 9,5:1 Pertamax
Stream 2.0 9,4:1 Pertamax

Toyota
Starlet XL 1.000 cc 9,3:1 Premium/Pertamax
Starlet SE 1.3 9,5:1 Pertamax
Twin Cam 9,5:1 Pertamax
Great Corolla 9,5:1 Pertamax
Avanza 11:1 Pertamax Plus
Yaris 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
Innova 2.0 9,8:1 Pertamax
Innova 2.7 9,7:1 Pertamax
Rush 10:1 Pertamax/Plus
Alphard 2400 cc 9.8 : 1 Pertamax
Alphard 3500 cc 10.8 : 1 Pertamax Plus

Nissan
X-Trail 2.0 9,9:1 Pertamax
Terano 8,3:1 Premium
Livina 1.5L 10,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
Livina 1.8L 9,9:1 Pertamax
Sentra Genesis 9,3:1 Pertamax
Cefiro 9,5:1 Pertamax/Pertamax Plus

Daihatsu
Xenia EJ (vvti) 11:1 Pertamax Plus
Terios 10,0:1 Pertamax/Pertamax Plus
Taruna EFI 9,5:1 Pertamax/Pertamax Plus
Sirion 10,0:1 Pertamax/Pertamax Plus
Ceria 9,5:1 Pertamax

Mitsubishi
Eterna DOHC 9,8:1 Pertamax
Eterna SOHC 8,5:1 Premium
Lancer DOHC 10,5:1 Pertamax Plus

Dikutip dari berbagai Sumber (wikipedia dll.)
Share on   Facebook  Twitter  Google+

Saatnya PDIP dan Jokowi Legowo


Para pendukung Koalisi Indonesia Hebat (KIH) selama ini rajin meledek Koalisi Merah Putih (KMP) untuk LEGOWO.

Bukan bermaksud balas dendam. Tapi sekadar "memberi pelajaran" saja kepada kubu KIH, agar mereka MIKIR.

Mari saksikan skor perolehan angka berikut:

KIH vs KMP

Pilpres = 1 - 0
Pengesahan UU MD3: 0 - 1
Pengesahan tata tertib DPR: 0 - 1
Pengesahan UU Pilkada: 0 - 1
Pemilihan pimpinan DPR: 0 - 1
Pemilihan paket pimpinan MPR: 0 - 1

Skor 5-1 untuk KMP.

Wahai KIH, saatnya Anda LEGOWO. Jangan cuma asyik meledek dan menyuruh orang lain untuk legowo. Tapi Anda sendiri justru selalu menunjukkan sikap tak terpuji dan mental premanisme setiap kali mengalami kekalahan. [pkspiyungan]

(JONRU)

Ingkar Janji Lagi! Dulu Jokowi Jamin Jaksa Agung Bukan dari Politikus Partai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memilih dan melantik Jaksa Agung yang berasal dari parpol. Politisi Nadem HM Prasetyo resmi dilantik sebagai Jaksa Agung. Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta (Kamis, 20/11).

Publik pun kecewa. ICW protes. KPK pun turut prihatin.

Padahal pada akhir Oktober kemarin TEMPO memuat berita dengan judul 'Jokowi Jamin Jaksa Agung Bukan Politikus Partai'. Ternyata janji tinggal janji.

 Jokowi Jamin Jaksa Agung Bukan Politikus Partai

Jakarta - Presiden Joko Widodo dipastikan tak akan memilih calon Jaksa Agung dari partai politik. Kandidat Jaksa Agung yang akan dipilih Jokowi berasal dari kalangan profesional internal atau eksternal Kejaksaan Agung. 

"Pilihan itu adalah keinginan Presiden menjaga supaya Jaksa Agung tidak terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan politik," kata Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2014.

Saat ini proses pemilihan tinggal pengajuan nama dan tanda tangan. Andi memastikan hanya akan ada satu calon karena sudah melalui proses penilaian dan rekam jejak. "Surat Keputusan Presidennya sudah siap. Kalau Jokowi mau tinggal tanda tangan saja," kata Andi.

Lembaga swadaya masyarakat antikorupsi sempat menyoroti masuknya politikus ke dalam bursa calon Jaksa Agung. Nama yang sempat mencuat adalah politikus Partai NasDem yang juga mantan Jaksa Agung Muda Kamar Pidana Umum H.M. Prasetyo. 

Selain berasal dari partai politik, Prasetyo juga dinilai tak memiliki prestasi signifikan selama menjabat jaksa agung muda. Jokowi didorong oleh LSM itu untuk lebih memilih calon-calon yang tak memiliki ikatan politik. 

*sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/10/30/063618172/Jokowi-Jamin-Jaksa-Agung-Bukan-Politikus-Partai

Tapi mungkin bukan salah Jokowi, tapi wartawan yang salah kutip :)  [pkspiyungan]

Mahasiswa Akan Kepung Istana Hari Ini

Sudah dua hari harga BBM dinaikka. Harga barang dan jasa merangkak naik pelan-pelan. Haruskah rakyat kecil (lagi) yang jadi korban? Hanya ada satu kata, TURUNKAN!

Demikian isi seruan demo dari BEM UI yang beredar ramai di social media. BEM UI akan demo di Istana Negara hari ini, Kamis, 20 Nopember 2014.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan harga BBM Senin malam kemarin, mahasiswa langsung melakukan penolakan. Tercatat mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menggelar unjuk rasa di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin malam persis setelah Jokowi umumkan kenaikan harga BBM.

Mahasiswa di berbagai wilayah tanah air pun serentak melakukan demonstrasi. 


pkspiyungan
 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger