Headlines News :

Banyak Pedagang Mengaku Rutin Bayar Setoran, Wabup Inhil: Saya Tidak Tahu, Siapa yang Memintai Mereka Uang

H. Rosman Malomo, SH. MH
Wakil Bupati Indragiri Hilir
TEMBILAHAN,  - 3 bulan terakhir ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) sedang gencar-gencarnya merelokasi para pedagang yang berjualan di badan-badan jalan. Namun, penyedian tempat relokasi hanya diperuntukan bagi pedagang yang terdata oleh Pemkab atau pedagang yang legal.

Namun, selain pedagang yang legal tersebut, banyak pedagang lain mengaku rutin melakukan pembayaran terhadap Pemkab, sehingga mereka juga ingin mendapatkan perlakuan yang sama seperti pedagang lainnya.

Menindaklanjuti hal itu, Wakil Bupati Inhil, Rosman Malomo sempat bingung, siapa yang selama ini memungut biaya secara rutin kepada para pedagang yang dinilai Pemkab sebagai pedagang ilegal itu.

''Saya banyak dengar soal itu, mereka ilegal tetapi mengaku legal, karena menurut mereka selama ini mereka melakukan pembayaran secara rutin, tapi dalam tanda kutip, kepada siapa mereka bayar itu'' ujar Wabup.

Untuk itulah, ia meminta kepada pihak terkait, untuk menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai menjadi permasalahan dikemudian hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Inhil, Pahrolrozy mengatakan masih banyak pedagang ilegal, terutama yang berada di Jalan Yos Sudarso.

''Kami terus terang saja, biaya rutin yang kami pungut hanya retrubusi pelayanan pasar, Rp2000 perhari,'' kata Pahrolrozy menjelaskan.

Maka dari itu dikatakan dia, pihaknya hanya akan menyediakan tempat relokasi bagi pedagang yang legal saja.

''Jujur saja kami tak sanggup jika menyediakan tempat untuk mereka juga, mereka itu bayar ke pihak parkir. Masak parkir yang terima dana tapi kita yang sediakan tempat,'' ujarnya.(ayu)

sumber : goriau.com

Tengah Malam Lupa Makan Ubat

Pada satu malam isteri Udin mengejutkan udin yang sedang nyenyak tidur.

Isteri: "Bang, bangun bang... bangun la cepat.."

Udin: "Hish apa nie kejutkan orang tengah-tengah malam nie..."

Isteri: "Abang lupa makan ubatla... cepatla bangun.. kan doktor dah pesan kena makan sebelum masuk tidur."

Udin: "Ubat apa?"

Isteri: "Ubat tidur."

Udin: "????"

Sumber : ketawa.com

"Poligami", Laki-laki Besar Syahwat dan Hawa Nafsu


Oleh Zulfi Akmal
(Al Azhar, Cairo)
= Sambungan tulisan sebelumnya =
("Poligami", Suatu Kesalahan yang Tak Disadari )
(Sebenarnya saya amat risih dan malu menuliskan ini, namun Allah tidak malu terhadap kebenaran).
Laki-laki Besar Syahwat dan Hawa Nafsu
Poligami hanya untuk memperturutkan hawa nafsu! Dasar, besar nafsu, tidak cukup dengan satu istri! Begitulah tanggapan sebagian kita ketika melihat seseorang berpoligami.
Terus sekarang, apakah tercela bila seseorang menikah lagi karena dia memiliki nafsu seks yang tinggi?
Sebelum kita kaji dari segi hukumnya, dari segi kemanusiaan saja, kita tidak temukan orang yang bermasalah karena nafsu seksnya besar bila dia salurkan pada jalan yang benar (kita garis bawahi kata-kata "bila dia salurkan pada jalan yang benar"), tapi kita temukan rumah tangga yang berantakan gara-gara suaminya lemah syahwat (impoten). Jadi, besar syahwat bukanlah aib bila disalurkan melalui cara yang diredhai Allah, bahkan termasuk perbuatan terpuji. Justru aib yang sangat memalukan bagi laki-laki kalau dia lemah syahwat. Hingga penderitanya rela menghabiskan uang demi mengobati kekurangannya itu. Pabrik obat kuatpun menjamur akibatnya.
Salah satu hal yang membuat kedengkian orang-orang Yahudi kepada Rasulullah adalah kelebihan yang dikaruniakan Allah kepada beliau dalam masalah ini. Rasulullah diberi Allah kekuatan 30 orang laki-laki, hingga beliau mampu menggiliri sembilan orang istrinya dalam sehari-semalam. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, yang berasal dari Anas bin Malik. Apakah masuk akal, bila Allah membenci syahwat tinggi kemudian mengaruniakannya kepada Rasul yang paling mulia dan paling dicintai-Nya, melebihi yang Dia berikan kepada manusia biasa?
Lalu kalau ditinjau dari syari'at, apakah boleh seseorang menikah lagi karena nafsu seksnya tinggi? Bukan seperti alasan yang dibikin-bikin oleh pembenci poligami. Di antaranya, karena ingin mengayomi janda-janda tua, sehingga kalau mau menikah lagi carilah perempuan tua yang sudah reot, atau ingin mengayomi anak yatim, maka cari janda beranak banyak. Entah cerita dari mana yang mengatakan seperti itu dan apa dalilnya?
Mari kita pelajari dengan seksama ayat dan hadits berikut ini:
1. Hadits yang selalu kita dengar,
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
"Wahai, para pemuda! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya". (Mutafaq’alaih)
Dari hadits ini kita mendapatkan motivasi untuk menikah yang disebutkan oleh Rasulullah hanya dua; untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Bukan kah keduanya itu letak syahwat yang paling tinggi.
2. Rasulullah mengatakan:
وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
Dan pada kemaluan salah seorang kalian ada sedekah. Para shahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami mendatangi syahwatnya lalu dia berhak mendapatkan pahala? Rasulullah menjawab: Bagaimana pendapat kalian kalau ia meletakkannya pada jalan yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian juga, bila dia meletakkannya pada jalan yang halal dia berhak mendapatkan pahala".
Rasulullah sendiri mengatakan, sekalipun yang dilakukan seseorang itu adalah memuaskan nafsunya, namun pada jalur yang halal, dia berhak mendapatkan pahala. Lalu apa hak kita mencelanya sebagai orang yang besar nafsu, bersyahwat tinggi? Justru dengan demikian kita sudah melakukan celaan terhadap sesuatu yang harusnya dipuji.
Jadi, bila seseorang sudah melakukan kewajibannya secara syar'i dengan bertanggungjawab terhadap keluarganya, tidak ada hak kita mencelanya, apalagi mempergunjingkan. Jangan lakukan dosa demi bersimpati kepada orang yang sebenarnya tidak butuh simpati kita.
3. Allah menyebutkan kriteria orang-orang yang berhak memasuki surga Firdaus, surga yang paling tinggi. Kriteria keempatnya adalah:
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
"dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al Mu'minun: 5-7)
Coba kita tadabburi ayat ini dengan dada lapang. Allah menyebutkan bahwa orang yang selamat di akhirat nanti itu di antara ciri-cirinya adalah orang yang menjaga syahwat kemaluannya dengan menyalurkannya kepada jalan yang dihalalkan oleh Allah. Allah tidak menyebutkan bahwa ciri-ciri orang yang berhak menempati surga Firdaus itu ialah orang yang lemah syahwat atau tidak bersyahwat sama sekali. Allah menurunkan syariatnya bukan untuk membunuh syahwat dan hawa nafsu hamba-Nya, tapi mengaturnya supaya mengalir pada jalur yang diredhai-Nya.
Bahkan manusia itu diberi Allah pahala dan hadiah surga karena ia sudah bersusah payah mengendalikan hawa nafsunya kepada jalan yang benar. Bukan karena ia mematikan hawa nafsunya dan menghambatnya. Allah hanya menyuruh kita mengendalikan supaya tetap tersalurkan pada jalur yang benar.
4. Allah mensyari'atkan mandi wajib bagi orang yang selesai melakukan hubungan suami-istri. Artinya, bila ia mandi ia telah melakukan ibadah yang sangat besar. Tanpa sengaja, artinya bila seseorang sering melakukan hubungan suami-istri otomatis dia akan sering melakukan mandi wajib. Artinya juga, ia akan semakin sering melakukan ibadah yang sangat dicintai Allah. Pahamilah pernyataan ini dengan benar!
5. Coba kita baca hadits ini dengan perlahan:
Abu Hurairah meriwayatkan: “Ketika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba datang seseorang dan berkata: “Ya Rasulullah, celaka aku!” Beliau berkata: “Ada apa dengan kamu?” Ia berkata: “Aku menyetubuhi istriku, sedang aku dalam keadaan berpuasa.” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kamu memiliki budak yang bisa kamu merdekakan?” Ia menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Ia menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Apakah kamu bisa memberi makan enam puluh orang miskin?” Sekali lagi ia menjawab: “Tidak.” Lalu diamlah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dan ketika kami masih berada dalam keadaan hening (terdiam), didatangkanlah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebuah keranjang yang berisi kurma. Beliau bersabda: “Mana orang yang bertanya tadi?” Ia berkata: “Saya.” Beliau bersabda: “Ambillah ini dan sedekahkanlah dengannya.” Orang tersebut berkata: “Apakah ada orang yang lebih fakir dariku ya Rasulullah? Demi Allah tidak ada di antara dua kampung ini rumah yang lebih fakir dari rumahku.” Tertawalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampai nampak gigi taringnya, kemudian beliau bersabda: “Berikan ini kepada keluargamu.”
Hadits di atas bukanlah dongeng, tapi hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Mari kita perhatikan, bagaimana Rasulullah mencarikan solusi supaya shahabatnya yang sudah terlanjur melakukan kesalahan dengan melakukan hubungan suami-istri di siang Ramadhan, sampai akhirnya ia dimaafkan, bahkan diberi kurma.
Rasulullah tidak mencela dia, tidak mengatakan: "Dasar kamu, besar syahwat! atau Miskin-miskin besar nafsu". Tapi malah tersenyum dan menutupi kemiskinannya. Karena Rasulullah paham bahwa hal itu dia lakukan di luar kemampuannya. Allah yang telah mengaruniakan nikmat kekuatan syahwat kepadanya, hingga dia tidak sanggup menahan diri walau untuk sehari. Namun ia salurkan pada jalur yang disahkan oleh Allah sekalipun waktunya kurang tepat.
Kalau kita telusuri siapa sebenarnya shahabat itu, ternyata ia adalah seorang yang sangat menjaga kehormatan diri dan selalu menundukkan pandangannya dari yang haram. Hingga kesehatan tubuh dan fitrah asli yang dikaruniakan Allah kepadanya tidak tercemar dan tidak rusak.
6. Rasulullah bersabda:
عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، قَالَ: قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ: هَلْ تَزَوَّجْتَ؟ قُلْتُ: لاَ، قَالَ: «فَتَزَوَّجْ فَإِنَّ خَيْرَ هَذِهِ الأُمَّةِ أَكْثَرُهَا نِسَاءً»
Dari Da'id bin Jubair, dia berkata: Ibnu 'Abbas pernah bertanya kepadaku: Apakah kamu sudah menikah? Aku menjawab: Belum. Lalu beliau berkata: "Menikahlah, sesungguhnya sebaik-baik umat ini adalah yang paling banyak perempuannya".
Syekh Mustafa al Bugha menanggapi: "Orang yang mempunyai perempuan lebih banyak dari pada orang lain, dan redaksi kalimat menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan "perempuan" di dalam hadits itu adalah istri-istri.
Dan banyak lagi dalil lain yang menunjukkan kebolehan laki-laki untuk menikah lebih dari satu karena motif menyalurkan syahwatnya di jalan yang dibenarkan, bahkan dianjurkan Allah.
Inilah hukum dan ketentuan Allah bagi hamba-Nya. Tidak ada hak bagi kita untuk menentangnya. Hanya satu kalimat yang boleh kita ucapkan:
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
"Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (Al Baqarah:285)
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An Nur: 51)
Terakhir, kalau mau mencela, celalah orang yang memuaskan nafsunya di tempat prostitusi atau dengan selingkuh yang diharamkan Allah. Jangan hina orang yang berbuat sesuai aturan Allah sekalipun tidak sesuai dengan selera kita.***

"Poligami", Suatu Kesalahan yang Tak Disadari

Oleh Zulfi Akmal
(Al Azhar Cairo)

Cerita poligami memang tidak ada selesai-selesainya, dan sepertinya tidak akan pernah selesai. Tapi kali ini kita tidak akan menceritakan hukum poligami atau seluk-beluk poligami. Kali ini kita ingin mengingatkan suatu kesalahan yang mungkin tidak pernah kita sadari, terutama bagi kaum perempuan.

Ketika mendiskusikan perihal poligami, saya sering sekali melihat orang yang sampai emosi. Tidak jarang akibat emosinya itu dia mengucapkan sesuatu yang sebenarnya sudah keluar dari jalur kebenaran. Kata orang Mesir, dia sudah "sabbuddin" (melecehkan agama). Padahal perbuatan ini sangat dimurkai Allah, bahkan bisa membuat seseorang murtad tanpa ia sadari.

Akibat emosinya, ia sampai mengatakan kalau poligami itu hanya memperturutkan hawa nafsu, seenaknya laki-laki, tidak ada sunnah Nabi seperti itu, itu hanya akal-akalan kaum lelaki, bahkan mengingkari kebolehan poligami itu dalam Islam dengan cara menafsirkan ayat seenaknya.

Jangan kira hal seperti itu berlalu demikian saja, karena semua ucapan kita dihisab oleh Allah. Mungkin kita menganggap itu hal sepele, tapi di sisi Allah merupakan perkara yang sangat besar. Allah berfirman:

وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

"Dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja., padahal dia pada sisi Allah adalah besar. (An Nur: 15)

Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَاتٍ، وَإِنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالًا، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ»

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasaalam bersabda: "“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu perkataan yang diredhai Allah tanpa sengaja, ganjarannya Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu perkataan yang dimurkai Allah tanpa sengaja, akibatnya Allah membenamkannya ke dalam neraka Jahannam". (Hr. Bukhari)

Mengingkari sesuatu yang dihalalkan Allah atau yang diharamkan, dosanya bukan lah dosa kecil, tapi dosa besar sekali yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, alias murtad. Sementara, poligami jelas-jelas perbuatan yang dihalalkan Allah secara mutawatir di dalam al Qur'an dan Sunnah Rasulullah, dan dicontohkan oleh Rasulullah itu sendiri, para shahabat dan orang-orang shaleh semenjak dulu sampai hari ini.

Allah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (Al Ahzab: 36)

Dalam ayat lain Allah berfirman:

فَلا وَرَبِّكَ لا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya". (An Nisa': 65)

Sudah terang, kalau kita harus tunduk dan patuh terhadap apa pun aturan Allah. Haram bagi seorang muslim menentang apa yang sudah ditetapkan-Nya. Lalu sekarang barangkali timbul pertanyaan, bagaimana kalau seorang perempuan tidak siap untuk dimadu?

Sebenarnya tidak ada masalah. Boleh saja dia tidak mau dimadu. Tapi jangan ingkari kebolehan dan kehalalan poligami. Jaga lidah dari tuduhan-tuduhan tidak berdasar terhadap pelaku poligami.

Camkan di hati seperti ini dengan penuh kesadaran dan kepasrahan terhadap hukum Allah: "Ya Allah, aku mengetahui bahwa Engkau menghalalkan untuk berpoligami bagi kaum laki-laki. Hamba mengakui itu adalah syari'at-Mu. Tapi hamba tidak siap kalau suami hamba berpoligami. Bukan penentangan terhadap aturan-Mu, akan tetapi karena kelemahan jiwa hamba untuk dimadu".

Insyaallah, dengan pengakuan seperti itu dia akan selamat dari kesalahan. Karena poligami sesuatu yang dihalalkan oleh Allah, tapi dalam melakukannya diserahkan kepada pilihan hamba, apakah mau melakukan atau tidak. Bukan sesuatu yang wajib untuk dilaksanakan.

Tidak hanya itu, kita juga harus menjaga lidah dari bersimpati yang salah kepada orang lain. Maksudnya, sebagian orang tidak dimadu oleh suaminya, tapi demi menunjukkan simpatinya kepada orang yang dimadu oleh suaminya, dia terjatuh kepada mengucapkan kata-kata serampangan seperti yang kita sebutkan di atas. Padahal kadang-kadang yang mengalaminya sendiri happy-happy saja, tidak ada masalah. Namun dia jatuh kepada dosa besar hanya karena melihat dan mengomentari orang lain.

Terakhir, jangan coba-coba mempermain-mainkan agama Allah dengan cara memberikan komentar seenaknya. Renungkan lah firman Allah ini:

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ . الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ.

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami. (Al A'raf: 50-51)

Sumber : pkspiyungan

Ini Surat Terbuka PRABOWO untuk Pendukungnya Usai Bertemu JOKOWI

Tepat di Hari Ulang Tahun ke-63 Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Terpilih Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan pertama pasca Pilpres ini dilakukan di kediaman ayah Prabowo, di Jalan Kertanegara, IV Nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat pagi ini (17/10).

Usai bertemu Jokowi, Prabowo menulis 'Surat Terbuka' di laman facebooknya yang ditujukan kepada para pendukungnya. Berikut isi lengkapnya:

Sahabatku sekalian,

Saya tahu banyak diantara kalian yang merasa masih tidak menerima, masih terluka, karena kita telah dikhianati oleh sistem yang tidak baik. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa kita harus menimbulkan perpecahan di bangsa kita.

Seperti sahabat ketahui, dalam berpolitik saya selalu mengutamakan keutuhan bangsa dan kejayaan Republik Indonesia. Saya paham bahwa ada negara-negara tertentu yang selalu ingin Indonesia pecah. Ada yang ingin rakyat Indonesia tetap tergantung sama mereka. Karena itulah saya ingin menjaga persatuan nasional.

Setelah saya renungkan mendalam, saya melihat di pihak PDIP dan koalisi mereka masih banyak patriot-patriot, anak-anak Indonesia yang juga cinta bangsa dan negara dan rakyat. Karena itulah saya memilih untuk terus berjuang untuk nilai-nilai yang kita pegang teguh yaitu Pancasila, UUD 1945 yang utuh dan asli, NKRI dari Sabang sampai Merauke yang kuat, yang adil, yang sejahtera, yang berdiri di atas kaki kita sendiri dan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

Saya akan terus perjuangkan nilai-nilai itu, tetapi dalam kerangka senantiasa menjaga jangan sampai terjadi perpecahan di antara sesama bangsa Indonesia. Kita harus ingat bahwa pihak yang berseberangan dengan kita dalam sebuah pertarungan politik tidak serta merta dan tidak otomatis harus menjadi musuh kita.

Dari sejak awal saya katakan bahwa pesaing kita adalah saudara kita juga. Memang ada pihak-pihak yang penuh kebencian, prasangka buruk, keserakahan, kedengkian dan jiwa yang curang. Tapi ingat dari awal saya menganjurkan kepada lingkungan saya, pendukung saya, sahabat-sahabat saya, apa yang saya tuntut dari diri saya sendiri yaitu berjiwalah sebagai seorang kesatria, sebagai seorang pendekar. Kalau ada pihak yang menebarkan kebencian, fitnah, kepada kita bukan berarti kita harus balas dengan sikap yang sama. Janganlah fitnah kita balas fitnah, janganlah kebencian kita balas kebencian. Janganlah kita bertindak sebagai individu yang berjiwa Kurawa.

Itulah sikap saya, dan karena itulah saya memilih jalan yang saya tempuh sekarang. Bukan berarti kita merendahkan nilai-nilai kita atau perjuangan kita. Semakin kita merasa benar, semakin pula kita harus rela menghormati orang lain, pihak lain. Kalau orang lain menghormati kita, kita menghormati orang tersebut. Bahkan kalaupun mereka tidak hormat pada kita, tidak ada salahnya kita menghormati terus.

Saya mohon semua pendukung-pendukung saya untuk memahami hal ini. Saya mengerti sebagian dari saudara-saudara belum bisa menerima sikap saya. Tetapi percayalah, seorang pendekar, seorang kesatria harus tegar, harus selalu memilih jalan yang baik, jalan yang benar. Menghindari kekerasan sedapat mungkin. Menjauhi permusuhan dan kebencian.

Sahabat, kita bukan pihak penakut. Sejak dari masa muda, saya pernah hidup sebagai seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia. Berkali-kali saya terlibat dalam operasi-operasi militer, dalam kontak-kontak tembak dengan musuh negara. Saya paham apa artinya kekerasan. Karena itulah saya sadar bahwa seorang pemimpin sejati, pemimpin yang bertanggung jawab selalu harus memilih jalan yang sejuk. Apalagi kalau ini adalah untuk menjaga kepentingan, keutuhan bangsa yang kita cintai.

Sahabat, kita harus tetap militan, kita harus tetap patriotik. Kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan. Kalau kita hormat bukan berarti kita menyerah. Kalau kita sopan bukan berarti kita meninggalkan perjuangan kita. Tapi kita harus selalu berusaha mencari jalan yang damai, jalan yang baik. Kita harus selalu mengutamakan persaudaraan dan persahabatan.

Kalau semua usaha kita, pada saatnya nanti tetap tidak membuahkan sebuah hasil yang sesuai dengan kepercayaan dan cita-cita kita, dan keyakinan kita akan kepentingan bangsa dan rakyat, kalau bangsa Indonesia terancam, kalau kekayaan bangsa terus dirampok oleh bangsa lain, kalau kita sudah sekuat tenaga menciptakan kesadaran nasional, sebagai patriot dan pendekar bangsa kita harus tidak ragu-ragu mengambil tindakan yang dituntut oleh keadaan.

Saya sekali lagi menganjurkan kepada sahabat saya dan pendukung saya, marilah kita terus tegar. Marilah kita memperkuat diri, marilah kita menambah barisan kita. Yakinkan lingkungan kita semuanya, bangkitkan kesadaran nasional kita. Dulu saat Bung Karno bersama para pendiri bangsa memperjuangkan kemerdekaan, mereka pun berpuluh tahun harus membangun kesadaran nasional. Sekarang pun kita harus membangun kesadaran nasional, bahwa kita saat ini sedang diancam oleh bangsa-bangsa asing yang selalu ingin Indonesia pecah, Indonesia lemah dan selalu tergantung.

Dalam pertemuan saya dengan saudara Joko Widodo tadi saya sampaikan, bahwa saya merasakan di dalam hati sanubari Joko Widodo yang paling dalam beliau adalah seorang patriot. Beliau ingin yang terbaik untuk Indonesia. Oleh karena itu saya memilih untuk membangun silaturahmi dengan beliau, sesuai dengan ajaran-ajaran budaya nenek moyang kita.

Apalagi agama Islam yang saya anut, mengajarkan saya bahwa menjalin dan memelihara silaturahmi, persahabatan dan persaudaraan jauh lebih mulia dan bermanfaat daripada meneruskan prasangka buruk, rasa curiga, apalagi terjerat dalam kebencian dan permusuhan. Ibarat api tidak bisa dipadamkan dengan api, maka kebencian dan fitnah mari kita balas dengan berbudi luhur, berjiwa kesatria. Semakin difitnah, semakin difitnah, semakin dihina, kita akan semakin tegar.

Saya minta sahabat sekalian janganlah ragu kepada pilihan-pilihan saya. Janganlah mendorong saya untuk mengambil sikap yang tidak sesuai dengan jiwa saya sebagai ksatria. Janganlah mengira saya akan surut dalam perjuangan saya.

Saya juga telah sampaikan kepada saudara Joko Widodo bahwa perjuangan saya adalah membela UUD 1945 yang lahir 18 Agustus 1945, membela keutuhan NKRI, membangun suatu bangsa ber-Bhinneka Tunggal Ika yang aman, damai, kuat, adil, makmur dan sejahtera. Beliaupun menyatakan bahwa itu juga pegangan beliau. Saya juga katakan, kalau nanti dalam perjalanan Pemerintahan beliau ada kebijakan-kebijakan yang kurang menguntungkan rakyat, apalagi melanggar Pancasila dan UUD 1945 maka kami tidak akan ragu-ragu menyampaikan kritik kepada Pemerintah. Beliau menyambut ini dengan baik, dan beliau juga menyampaikan sewaktu-waktu akan mengundang saya untuk meminta pendapat dan masukan dari saya.

Terima kasih, saudara-saudara. Sahabatku dimanapun berada.

Wassalamualaikum.

Salam Indonesia Raya,

Prabowo Subianto, 17-10-2014

*sumber: Fb Prabowo Subiant

Manfaat Orgasme Bagi Kesehatan Wanita



Hingga kini, masih saja ada yang beranggapan bahwa hubungan intim suami istri hanya merupakan dominasi pria. Anggapan yang tidak sepatutnya tersebut menilai aktivitas seksual hanya untuk kepentingan suami.

Namun, bagi keluarga bahagia yang mengharapkan hubungan berkualitas diantara keduanya akan beranggapan bahwa hubungan suami istri merupakan kebutuhan yang sama penting untuk menjaga kesehatan masing--masing.

Sebagaimana disebutkan oleh portal perempuan terkemuka Floliving (19/07/12)yang menegaskan bahwa wanita juga membutuhkan hubungan seksual yang berkualitas, setidaknya hingga istri mengalami orgasme.

Berikut beberapa manfaat orgasme pada wanita menurut publikasi tersebut, antara lain :

1. Sirkulasi ke rongga panggul meningkat

2. Siklus menstruasi menjadi lancar

3. Meningkatkan kesuburan

4. Meningkatkan rasa lebih bugar

5. Nafsu makan lebih teratur

6. Terjadi proses detoksifikasi alami

7. Memperbaiki sistem pencernaan

8. Suasana hati lebih positif

9. Mencegah kanker

10. Meningkatkan kadar esterogen

11. Menjaga kelenturan jaringan vagina

12. Melindungi terhadap osteoporosis

13. Mencegah sakit jantung

14. Merangsang relaksasi

15. Meningkatkan kadar endorfin

16. Membersihkan hormon penyebab radang

17. Meningkatkan fungsi otak

18. Sistem kekebalan tubuh meningkat

19. Kulit lebih sehat

20. Terhindar dari stress

21. Mencegah penuaan dini

22. Membentuk sel melawan infeksi

23. Mengatasi pilek dan flu

24. Menyembuhkan migrain

25. Mengobati berbagai jenis nyeri

26. Meninggikan ambang batas nyeri

27. Meningkatkan kadar hormon oksitosin

Manfaat yang begitu banyak tidak dapat dipandang sebelah mata. Hal ini patut menjadi perhatian kedua belah pihak untuk menciptakan sebuah hubungan intim yang berkualitas.

Komunikasi menjadi kunci penting kesuksesan aktivitas seksual tersebut. Bagi istri, berhentilah untuk berpura--pura orgasme hanya untuk menyenangkan hati suami.

Begitupula dengan suami berhentilah untuk "sibuk sendiri". Mulailah saling mendengar untuk mencapai tujuan bersama. Agar lebih harmonis, juga lebih sehat luar dalam.

Bagi yang belum menikah, segeralah menikah jika sudah memenuhi syarat.

Bagi suami istri, mulailah berpikir untuk saling 'memberi' yang terbaik bagi pasangan.

sumber : google
 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger