Headlines News :

Jokowi, Kemarahan dan Riau Memanggil

Tepat tanggal 26 November 2014, hari rabu orang nomor satu di Indonesia yaitu presiden Jokowi dodo berkunjung ke Riau, beberapa agenda tentu telah disiapkan oleh pemerintah Provinsi Riau dalam rangka kedatangan sang Presiden itu, menurut info yang penulis dapat dari beberapa media adalah mengenai penanggulangan kebakaran hutan yang sering terjadi di Provinsi ini.

Kedatangan Jokowi Riau ini, mendapat aksi penolakan terutama dari elemen mahasiswa. Penolakan ini wajar karena menurut kalangan mahasiswa Jokowi mengambil kebijakan menaikkan tarif harga bahan bakar minyak yang memicu kenaikan harga barang lainnya, sehinnga angka masyarakat miskin bertambah.

Provinsi Riau dengan kekayaan minyaknya seharusnya menjadi Provinsi yang sejahtera. Namun sejak Rebuplik ini merdeka dan Riau menjadi penyumbang devisa negara, Riau masih bergerak lambat dalam sektor kesejahteraan. Sebut saja beberapa Kabupaten yang ada di Riau,mulai dari Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuansing, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kabupaten Kepulauan Meranti dan lainnya. Hampir kita menemui jalan lintas Provinsi yang hampir tidak layak untuk dilalui, perkampungan yang gelap tanpa sarana penerangan dan air bersih yang sulit.

Masalah terbesar lagi di Provinsi ini juga adalah pendidikan, sebut saja di Indragiri Hilir, banyak yang belum bersentuhan dengan Sekolah Dasar, syukurlah terkadang masih ada guru agama kampung yang belajar diluar Provinsi yang kembali mau membangun sekolah madrasah yang ala kadarnya.

Teruntuk saudaraku mahasiswa se-antero Riau bahkan Indonesia, Penolakan saudara kepada Jokowi adalah wajar, namun sebagai kalangan akademisi saya menghimbau, ajaklah Pak Jokowi tersebut berdialog dan kita dengarkan paparan-paparannya, apa yang ia ingin lalukan untuk negeri ini. Catat secara detail bahkan jangan lewatkan suku kata yang keluar dari mulut Beliau, agar kita bisa menagih janji yang diucapkannya.

Karena setiap penolakan yang saudara lakukan akan terus dihadang oleh kepolisian, saya sangat menyanyangkan aksi kepolisian yang mengejar mahasiswa sampai ke mushalla dan memberikan pukulan pentongan didalam mushalla saat mahasiswa berdemo penolakan terhadap kedatangan Jokowi.

Tulisan ini mengajak untuk seluruh elemen dinegeri lancang kuning, sadarlah, sekali lagi sadarlah, kesejahteraan Provinsi Riau tercinta ini tidak akan diperoleh kalau kita tidak meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Masyarakat kita.Tidakkah cukup menjadi pelajaran bagi Provinsi yang kaya sumber daya alam ini ternyata masih miskin masyarakatnya.

Wahai para penguasa, wahai para saudagar, buatlah anggaran yang besar disektor pendidikan, kirimlah putra-putri terbaik Riau keberbagai Universitas terkemuka diIndonesia dan Dunia, para saudagar ambillah anak-anak miskin sekolahkan mereka, bukankah itu akan jadi ganjaran pahala jariyah anda.

Wahai para ulama, para pendidik, turun tanganlah mari membenahi moralitas dibumi lancang kuning ini, “terjemahkanlah gurindam dua belas Raja Ali Haji dalam tata nilai dan tata laku, serta pakailah “Tunjuk ajar Melayu” Tenas Efendy. Biar karakteritas generasi Riau itu ada.  Saya Yakin dengan gerakan bersama Menjalankan Revolusi pendidikan dan Revolusi mental ini, Riau Gemilang, Cemerlang dan Tebilang akan dapat diwujudkan.#salam Merebut Republik#

Penulis

Penulis : Abdul Malik Al-Munir, Kelahiran Pulau Palas - INHIL Riau, saat ini menimba ilmu di Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jurusan Study Qur'an Hadist. Pendiri Rumah Peradaban yang bergerak dibidang Social Kemasyarakatan. 

7 Hal Pembuka dan Pelancar Rezeki


Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

- Takwa Kepada Allah
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga.

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”

Allah swt juga berfirman, artinya,
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

- Istighfar dan Taubat

Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam ,
“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)

Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.”

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.”

Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh,(seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

- Tawakkal Kepada Allah

Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)

Nabi saw telah bersabda, artinya,

“Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

- Silaturrahim
Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut:

-Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya,
“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)

-Sabda Nabi saw, artinya,
“Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

- Infaq fi Sabilillah

Allah swt berfirman, artinya,
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.”

Juga firman Allah yang lain,artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.” (HR Muslim)

- Menyambung Haji dengan Umrah

Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas”ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya,

“Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani)

Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

- Berbuat Baik kepada Orang Lemah

Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya,

“Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari)

Dhu”afa” (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

- Serius di dalam Beribadah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta”ala berfirman, artinya,

“Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”

Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu” hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

Al-Sofwah( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )/Bambang Ant

MUI Kutuk Aksi Brutal Polisi dalam Musala di Pekanbaru

jppn.com
JAKARTA,  - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan aparat Polrestabes Pekanbaru, Riau dalam musala, mendapat kecaman dari. Apalagi saat membubarkan aksi mahasiswa, polisi sampai masuk ke dalam musala dengan sepatu lengkap dan menginjak-nginjak sajadah. Sementara kitab suci umat Islam, Al Quran, berserakan akibat aksi pengejaran itu.

''Tindakan itu sudah sangat menghina rumah ibadah. Sangat tidak dibenarkan,'' kata Wakil Ketua Umum MUI, Kiai Haji Ma'ruf Amin saat dihubungi JPNN di Jakarta, Rabu (26/11).

Ma'ruf Amin pun meminta Kapolda Riau berani bersikap tegas dengan memberi sanksi pada oknum personilnya bila terbukti melakukan tindakan kekerasan di dalam rumah ibadah.

''Oknum-oknumnya harus diberi sanksi sebagai pelajaran. Karena mereka tidak mengindahkan tata tertib dalam rumah ibadah,'' sambung anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan antar Agama ini.

Menurut Ma'ruf, tidak ada alasan apapun sebagai pembenaran, ada pihak yang masuk rumah ibadah masih dengan menggunakan alas kaki. Ditambah pula dalam pemberitaan, polisi memukuli mahasiswa dan melakukan kekerasan di dalam tempat ibadah tersebut.

''Harusnya mereka patuh tata tertib. Kalau mau nangkap, kan bisa pakai cara lain. Tidak dengan cara seperti itu. Kami akan minta MUI daerah mengecek kasus ini ke Polda Riau. Kita minta kasus ini ditindaklanjuti,'' tandas Ma'ruf.

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Polisi Robert Harianto Watratan kepada Pekanbaru Pos, mengatakan, anak buahnya terpaksa membubarkan paksa aksi mahasiswa karena tidak mengantongi izin.

Perihal penyerbuan yang dilakukan polisi ke dalam musala, Robert mengaku hal itu dilakukan setelah mahasiswa tidak juga kunjung mau bubar.

''Kami sudah memberikan kesempatan mereka untuk salat. Setelahnya kami minta mereka untuk membubarkan diri. Tapi mereka tidak juga keluar-keluar, maka kami bubarkan paksa,'' tegas Robert.

Mengenai bentrokan dan aksi pemukulan polisi kepada mahasiswa, kata Robert sebagai cara untuk membubarkan paksa.  ''Aksi mereka tidak mengantongi izin. Kami tidak punya jalan lain selain membubarkan paksa,'' katanya. [jppn.com]

"Setahun Negeri ini (Indragiri Hilir) bagaikan tiada pemimpin"

Setahun kepemimpinan Warohmah sebagai pemimpin di negeri (Indragiri Hilir) ini secara keseluruhan "cukup" bagus dengan segala programnya namun program berjalan tanpa arah dan selama ini belum menyentuh ke lapisan bawah, seperti magrib mengaji, jumat bersih, sarapan dirumah bagi PNS, zakat profesi, dan terbukti segala program yang telah dicetuskan tidak membuat segala persoalan yang urgen menjadi lebih baik. 

Padahal masyarakat menginginkan suatu perubahan kearah yang lebih baik. Beberapa permasalahan yang menjadi prioritas Pemda dibawah kepemimpinan HM. Wardan yang tidak tercapai atau belum memuaskan masyarakat diantaranya :

Dalam setahun masa pemerintahannya, masih saja ada hal yang perlu dibenahi. Pembangunan yang realisasi-nya terasa lambat akibat tender proyek yang baru dimulai pada bulan september 2014. Hali ini tentu berpengaruh terhadap kerja rekanan kontraktor buru-buru menyelesaikan, sehingga pembangunan secara kwalitas terabaikan atau bakalan tidak selesai sesuai target.

Tidak adanya tindak lanjut kelangsungan pembangunan gedung UNISI dan Islamic Center juga menjadi acuan pandangan masyarakat terhadap kinerja masa pemerintahan Wardan yang setengah-setengah mengusahakan.

Terminal Bandar Laksamana Indragiri dan Bandara Indragiri Tempuling tidak di fungsikan secara maksimal. Lebih parahnya lagi Pelabuhan Parit 21 yang menelan milyaran dana APBD hanya dijadikan lokasi wisata bagi warga lokal.

Masalah PDAM juga mencuat. Kondisi air yang keruh dan macet terasa lamban sekali penanggulangannya. Wardan tidak tegas terhadap anak buahnya. Pelayanan PDAM yang sangat dan sangat jauh dari harapan, kita mengharapkan bupati bisa memilih orang yang benar-benar professional dan ahli dibidang PDAM, sekian lama berjalan dengan Plt Dirut PDAM sangatlah mengecewakan. seharusnya sebagai pengambil kebijakan, Wardan bisa menunjuk pimpinan PDAM yang lebih berpotensi dan bertanggung jawab atau bisa juga melakukan lelang untuk posisi Dirut PDAM untuk pelayanan PDAM yang sangat memuaskan.

Dalam bidang penanganan penyakit masyarakat, terlihat hanya lips service saja, dimana ketegasan sangat diperlukan untuk menangani permasalahan ini, namun terlihat pemkab seperti main-main saja, padahal untuk menangani ini sangatlah mudah, semudah membalik telapak tangan, Selama ini langkah yang dilakukan oleh Satpol PP di bawah kepemimpinan TM. Syaifullah sangatlah bagus, namun tanpa dukungan instansi penopang dan tiada ketegasan itu membuat segala langkah yang dilakukan oleh Satpol PP terkesan berdiri sendiri, jadi instansi terkait harus seiring seirama untuk penegakan perda dan memberantas penyakit masyarakat. Jadi untuk pemberantasan penyakit masyarakat diperlukan kerja sama segala pihak yang solid.

Terkait bidang pendidikan, sepertinya sangat jauh dari apa yang kita harapkan sebagai masyarakat peduli dunia pendidikan di Inhil ini, dibuktikan dengan masih banyaknya pungutan-pungutan tanpa dasar hukum di sekolah-sekolah, sekali lagi ketegasan juga sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan ini, ditambah lagi carut marut mutasi kepsek yang mengangkani Permendiknas, kita hanya menginginkan Pemkab inhil melalui Dinas pendidikan Inhil benar-benar menerapkan Permendiknas 28/2010, karna dunia pendidikan bukanlah sesuatu yang dicoba-coba atau untuk dijadikan permainan. Saat ini Nepotisme masih kental mewarnai dunia pendidikan di Inhil ini!

Untuk bidang kesehatan juga sangatlah miris dimana pelayanan BLUD Puri Husada sangatlah rendah. Saya juga pernah mengalaminya, dimana 3S (Senyum, Salam, Sapa) itu tidak pernah ada. Suatu pelayanan kesehatan yang bisa dikatakan berkualitas adalah pelayanan yang mengacu sesuai standar profesi kesehatan dan dapat diterima oleh pasien dan keluarganya. Makin sempurna kepuasan tersebut makin baik pula kualitas pelayanan kesehatan. Seperti pelayanan di RS Swasta, dimana sikap keprofesionalan perawat, dokter sangat memuaskan dan bertolak belakang dengan pelayanan di RSU Puri Husada Tembilahan, padahal mereka hanya di gaji dengan ala kadarnya sangat jauh dari UMK tapi mereka bisa bersikap professional, dibanding dengan Dokter, perawat di RSUPH, terkadang Dokter tidak berada di tempat, perawat yang acuh tak acuh melayani pasien, kenapa sampai ini terjadi?? Padahal mereka di berikan gaji yang sesuai, tunjangan yang cukup. Untuk merubah itu diperlukan keprofesionalan seorang pemimpin yang bertanggung jawab dengan apa yang sudah dikerjakan oleh anak buahnya!

Permasalahan Pungutan liar di berbagai instansi, kantor pemerintahan tingkat kecamatan, desa/kelurahan juga menjadi permasalahan secara global di masyarakat, untuk mengurus surat pengantar menikah di kantor Kelurahan saja harus mengeluarkan biaya sebesar Rp.75.000,-/orang, belum lagi biaya nikah di kantor KUA, yang katanya gratis namun msih berbayar. solusinya sangatlah mudah, namun diperlukan niat dan keinginan pemimpin untuk itu kedepannya.

Damkar juga harus dibenahi.. Tidak bisa lagi berharap dengan fasilitas yang ada. Perlu juga ditambahkan dengan alat pemadam yang portable, bisa dengan mudah mengakses lokasi yang sulit terjangkau oleh mobil pemadam kebakaran seperti di lorong-lorong atau gang yang sempit.. di daerah perlu juga digalakkan damkar untuk antisipasi kebakaran lahan. Ijin lahan perlu juga dibahas, tidak semena-mena mengeluarkan ijin bagi perusahaan yang ingin beroperasi di Inhil

Semoga ditahun kedua nanti kepemimpinan warohmah bisa untuk lebih baik dan lebih bersinergi memberikan yang terbaik buat masyarakat Indragiri Hilir. Sehingga negeriku ini terasa memiliki Pemimpin 


dikutip dari akun FB : Oyonk Maldini 

Wahai Presiden Jokowi Dimana Engkau Sekarang?

JAKARTA - Masih ingkatkah saat menjelang pilpres lalu? Jokowi dielu-elukan sebagai sosok yang jujur, sederhana, dan merakyat. Sampai ada baliho Jokowi di jalan-jalan, menggambarkan kesederhanaannya dengan harga pakiannya. Mulai dari baju, celana sampai sepatu.

Jokowi oleh 'RedDem' dikatakan sebagai tokoh yang berasal ‘dari rakyat untuk rakyat’. Segalanya bernuansa rakyat. Betapa tokoh baru yang berasal dari Solo ini, tokoh yang seakan benar-benar mencintai rakyat.

Ini penggambaran dari para relawan dan para pendukungnya, dan kemudian di sosialisasi secara luas oleh media massa dan media sosial.  Sampai rakyat yakin seyakin-yakinnya, bahwa Jokowi adalah tokoh yang jujur, sederhana, dan merakyat.

Ketika menjelang pilpres, bagaimana mengolah  tentang ‘cita-rasa’ Jokowi yang sangat merakyat, dan menjadi antitesa kaum borjuis dan kapitalis. Jokowi saat akan mendeklarasikan pencapresannya bersama dengan JK, naik sepeda ‘ontel’ dari Teuku Umar menuju Gedung Juang, di bilangan Senen. Sangat luar biasa.

Tidak hanya itu, bumbu-bumbu tentang ‘cita-rasa’ Jokowi yang sangat merakyat itu, dan sengaja dibuat film, Jokowi-JK makan lesehan bersama dengan seorang perempuan miskin.

Semua itu bumbu yang membuat rakyat menjadi sangat menikmati tentang ‘cita rasa’ Jokowi yang merakyat itu. Masih belum cukup. Jokowi naik becak bersama Anis Baswaden, saat akan ke kantor KPU.

Belum lagi tontonan yang lebih kolosal ‘blusukan’ Jokowi. ‘Covered’ (liputan) media massa cetak, elektronik, media sosial (medsos), lebih dahsyat lagi. ‘Blusukan’ Jokowi itu, menjadi sebuah ‘trace’ baru dalam kehidupan politik di Indonesia.

Sebuah penggambaran seorang pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat. Dekat dengan rakyat, tanpa jarak, mengetahui dan merasakan langsung denyut kehidupan rakyat dengan cara ‘blusukan’.

Jokowi blusukan ke kampung-kampung, ke pasar-pasar, dan bahkan Jokowi ikut langsung menyebur ke liang got, mengontrol saluran yang mapet di Jalan Thamrin Jakarta.

Sehingga, apapun yang dikerjakan dan dijalankan Jokowi menjadi trending ‘topic’ oleh media sosial, sampai ke luar negeri. Bahkan, populeritas Jokowi mengalahkan Presiden AS, Barack Obama.

Sampai puncaknya kemenangan Jokowi di MK (Mahkamah Konstitusi), dan rakyat atau para pendukungnya, bukan hanya bersyukur dan bergembira, tapi sudah seperti mendapatkan kemenangan yang tanpa batas. Tak dapat dibayangkan lagi, bagaimana bathin mereka?

Meskipun, sedikit  dibayangi dengan ketegangan politik, kenyataannya Jokowi-JK tetap dilantik sebagai presiden dan wakil presiden yang ketujuh.

Usai dilantik ribuan rakyat menyambutnya. Malam hari Jokowi dengan melompat-lompat diatas panggung di Monas, bersama dengan SLANK, menikmati sekali kerumunan rakyat Jakarta yang menyambutnya.

Seakan tak pernah usai puja-puji, dan begitu luar biasanya, antusias rakyat mengggapai presiden baru, Jokowi. Sang dewa ‘penyelamat’ rakyat datang. Jokowi memang seakan menjadi antitesa seluruh kebobrokan rezim sebeblumnya.

Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama, dan mulai datang keraguan. Terutama, saat Jokowi mengumumkan susunan kabinetnya. Tak semua orang yang menyambut dengan ‘happy’ kabinet Jokowi. Banyak yang kecewa dengan kabinet kerja yang baru diumumkan itu.

Karena itu, pengumuman kabinet Jokowi itu, kemudian menjadi titik balik, kemeriahan yang semulai membuncah, kemudian perlahan-lahan menurun. Pasar dan bursa saham tak bergerak positif atas pengumuman kabinet Jokowi?

Sekalipun demikian, Jokowi masih populer dan kepercayaan rakyat tetap tinggi. Inilah sebuah respon kalangan rakyat. Belum bisa mengukur sejatinya sosok Jokowi yang menjadi pemimpin mereka. Rakyat masih menunggu. Bagaimana selanjutnya perjalanan Presiden Jokowi yang mulai menimbulkan tanda-tanya, dan keraguan itu.

Keraguan yang tumbuh itu, masih bisa ditutupi saat Jokowi menghadiri pertemuan APEC di  Beijing,  bertemu dengan sejumlah tokoh dunia. Jokowi bertemu dengan Presiden Cina Xi Jinping, Presiden AS Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Inggris David Cameron, Perdana Jepang Shinso Abe, dan sejumlah tokoh dunia.

Jokowi tetap menjadi fokus dan perhatian para pemimpin dunia, dan mereka semua bertemud dengan Jokowi.

Termasuk pertemuan Jokowi dengan ratusan CEO perusahaan raksasa di Beijing. Mereka berjanji dan membuat komitmen akan melakukan investasi di Indonesia, dan nilainya mencapai triliun dollar.

Sungguh sangat luar biasa selama kunjungan Jokowi di Beijing. Jokowi menurut media-media lokal, menjadi trending topic, selama menghadiri pertemua APEC di Beijing. Dari Beijing Jokowi terus ke Myanmar, menghadiri KTT ASEAN, dan dilanjutkan pertemuan G20 di Canberra Australia.

Meskipun, Jokowi mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai kalangan dan perhatian dari para pemimpin dunia, tapi ada koran Brisbane, yang sangat mengganggu dengan membuat karikatur, ‘Walcome to paradise’.

Presiden Jokowi digambarkan sebagai ‘koki’ (pelayan) diantara para pemimpin dunia. Ini menggambarkan betapapun posisi Indonesia dan Presiden Jokowi, tapi di tengah para pemimpin dunia, kelasnya Jokowi tetap tidak dihargai.

Tentu yang sangat mengejutkan, usai pulang dari lawatannya ke Beijing, Myanmar, dan Canberra, langsung Presiden Jokowi menggelar pertemuan kabinet yang dihadiri oleh seluruh menteri kabinet, dan malam harinya Jokowi yang didampiningi JK, dan sejumlah menteri mengumumkan kenaikan BBM.

Ini seperti ‘ledakan’ bom yang sangat dahsyat di malam hari. Seakan Jokowi tidak faham tentang kondisi yang dihadapi oleh rakyatnya.

Apa artinya selama ini Jokowi ‘blusukan’ ke pasar-pasar, ke kampung-kampung, dan berbagai tempat, dan di daerah-daerah,  tidak dapat menangkap esensi denyut kehidupan rakyatnya. Kenaikan BBM Rp 2000 itu, dipadang remeh.

Tapi, sekarang dampaknya begitu dahsyat bagi rakyat kecil. Rakyat benar-benar sekarat,  akibat dengan kenaikan BBM. Di mana keperbihakan Presiden Jokowi terhadap rakyat?

Presiden Jokowi, sekarang  lakukanlah lagi ‘blusukan’ seperti sebelum menjadi presiden ke pasar-pasar, ke kampung-kampung, ke daerah-daerah, dan dengarkan bagaimana perasaan  dan  kehidupan rakyat yang  sebenarnya?

Di daerah-daerah ongkos angkutan melambung. Apalagi di luar Jawa. Tidak mungkin di luar Jawa ongkos angkutan transportasi itu hanya dibolehkan naik 10 persen, tapi kenyataannya lebih dari 50 persen? Karena, harga BBM juga bukan hanya naik Rp 2000 rupiah semata.

Presiden Jokowi datanglah ke daerah-daerah. Lihatlah kehidupan rakyat yang sebenarnya. Apakah mereka merasa senang dengan kenaikan BBM? Presiden Jokowi jangan hanya berpikir naiknya BBM itu Rp 2000. Sebenarnya, efeknya itu sangat luar biasa.

Rakyat tidak sanggup menanggung beban hidup mereka yang sudah sangat berat. Kemudian, masih harus ditambah dengan kenaikan BBM. Mengapa pilihannya harus menaikan BBM?  Presiden Jokowi, rakyat benar-benar menjerit dengan kenaikan BBM, dan mengapa harus mengkhianati rakyat?

Di mana keberpihakan presiden terhadap rakyat jelata? Presiden Jokowi begitu banyak janji ingin mensejahterakan rakyat. Kenyataannya malah membuat hidup rakyat semakin sulit dan susah. Inikah sikap keberpihakan kepada rakyat?

Seakan Presiden Jokowi sudah tidak lagi memiliki perasaan, dan sangat tega dengan rakyat kecil yang hidupnya sudah sangat sulit. Bukannya diringankan penderitaan mereka, tapi justru semakin ditambah beban hidup mereka. Di mana Presiden Jokowi sekarang? Wallahu’alam.

mashadi1211@gmail.com

Indahnya Cinta Abu Dzar Al-Ghifary

Lembah Waddan adalah sebuah area penting yang terletak antara Mekah dan Syam, karena merupakan jalur perlintasan kafilah dagang yang strategis. Di lembah itulah tinggal suku Ghifar yang terkenal. Mereka hidup dari “pajak” yang dipungut pada setiap rombongan kafilah yang melintas, bahkan tak segan merampok kafilah yang tidak membayar sesuai ketentuan yang mereka tetapkan.

Pada suatu masa, ada salah seorang anggota suku Ghifar yang mengalami kegelisahan luar biasa karena mendengar selentingan berita tentang nabi baru di kota Mekah. Jundub bin Junadah, nama anggota suku itu yang kemudian dikenal sebagai Abu Dzar, merasakan kegelisahan itu begitu bergelora sampai akhirnya mendorong dirinya berangkat ke Mekah untuk mendatangi langsung sumber beritanya. Singkat cerita, datanglah Abu Dzar ke kota Mekah dan langsung jatuh cinta dengan ajaran Muhammad pada pertemuan pertama.

Abu Dzar adalah orang kelima/keenam yang pertama-tama masuk Islam. Dialah orang yang berani memproklamirkan keislamannya di tengah keramaian kota Mekah. Alhasil, dirinya menjadi bulan-bulanan dipukuli warga Mekah waktu itu, sampai dilerai oleh Ibnu Abbas yang mengingatkan warga Mekkah bahwa Abu Dzar adalah warga Ghiffar yang akan menuntut balas jika mereka membunuhnya.

Abu Dzar sangat mencintai Rasulullah dengan segenap jiwa raganya. Suatu ketika, dalam perjalanan menuju perang Tabuk (9 H), Abu Dzar tertinggal karena lambatnya unta yang dikendarai. Karena semakin tertinggal dari rombongan Rasulullah, Abu Dzar memutuskan untuk berjalan kaki. Mengetahui hal tersebut, Rasulullah memutuskan berkemah di tempat terdekat. Lama mereka menunggu di tengah panas terik padang pasir, sampai akhirnya terlihat sesosok lelaki berjalan mendekat. Seorang sahabat berseru,

“Ya Rasul, itu Abu Dzar!!”

dan Rasulullah berkata,

“Semoga Allah mengasihi Abu Dzar, ia berjalan sendirian, akan meninggal sendirian, dan dibangkitkan kelak pun sendirian”.

Abu Dzar tiba dengan tubuh lemah dan pucat pasi karena kehausan. Rasulullah heran karena tangan Abu Dzar menggenggam sebungkus air minum.

“Kamu punya air tetapi kamu tampak kehausan?“, tanya sang Rasul.

“Ya Nabi Allah, di tengah jalan aku sangat kehausan sampai akhirnya menemukan air yang sejuk. Aku khawatir Nabi juga merasakan kehausan yang sama, maka tidaklah adil jika aku meminum air ini sebelum Nabi meminumnya” jawab Abu Dzar.

Subhanallah, begitu besar cinta Abu Dzar kepada sang Nabi.

Setelah Rasulullah wafat, Abu Dzar meninggalkan kota Madinah, untuk berdakwah dan mempertahankan nilai-nilai kehidupan dari kontaminasi kenikmatan dunia. Hidupnya semakin terkucil karena perbedaan pendapat dengan penguasa saat itu. Sabda Rasulullah tentang kesendirian Abu Dzar terbukti, ketika pada tahun 32 H, tiada yang menemani kepergiannya kecuali isteri dan anaknya. Menjelang meninggalnya, beliau berwasiat kepada isteri dan anaknya itu agar keduanya yang memandikan dan mengkafaninya.

Tatkala Abu Dzar meninggal, keduanya pun melakukan apa yang diwasiatkannya, lalu meletakkan beliau di pinggir jalan. Saat itu lewatlah Abdulah bin Mas’ud dan sekelompok rombongan dari Iraq untuk umrah. Mereka menemukan sebuah jenazah di pinggir jalan yang disampingnya ada seekor unta dan seorang anak yang berkata,

“Ini adalah Abu Dzar sahabat Rasulullah, maka tolonglah kami untuk menguburkannya”.

Maka, Abdullah bin Mas’ud pun menangis dan berkata,

“Sungguh telah benar Rasulullah, beliau bersabda bahwa Abu Dzar, dia berjalan pergi sendirian, dan meninggalpun dalam kesendirian, dan akan dibangkitkan dalam kesendirian pula”.

Itulah Abu Dzar Al Ghifari, yang dipuji oleh Rasulullah dalam sebuah sabdanya,

“Bumi tidak pernah menadah dan langit tidak pernah menaungi orang yang lebih jujur daripada Abu Dzar”

 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger