Headlines News :

Elmansyah Telaumbanua, SH, M.Si Deni Satriadi Workshop

Ayong RN : Matahari Dipucuk Turi

Saat pagi tiba Mak Limah  terbiasa memandang pucuk turi dihalaman rumah yang berhadapan dengan matahari; terbit, sepenggalahan atau tegak diubun-ubun, semuanya adalah takaran ukur bagi Mak Limah tentang musim; Hujan, banjir, panas, kemarau dan musim kabut.

Mengalami sejak hari pertama hadir didunia, seiring pohon turi didepan rumah berganti; beranak pinak, kecil, membesar, ditebang dan tunas baru membesar lagi, begitu terus menerus.

Jika musim hujan tiba Mak Limah, mencelupkan kaki kegenangan air yang menutupi jalan setapak,  dikampung Mak Limah orang menyebutnya lopak.Tahun ketahun lopak kian meninggi.  Waktu kecil dulu jika musim hujan tiba Mak Limah cuma merasakan telapak kakinya yang basah menyentuh bibir air.  Ketika ia menikah dan waktu itu musim hujan, orang-orang kampung yang  menolong mengangkatkan hidangan dari sereban (yang ini tempat menyimpan makanan menjelang dihidangkan) kerumah, lopak cuma membasahi tumit . Tuan rumah hanya menyiapkan serat goni bekas karung kopra diberanda, untuk menggesek-gesekkan telapak kaki jika sang penata hidangan ingin naik kerumah.

Ketika anak pertamanya menikah juga dimusim hujan, antara rumah dan sereban, lopak telah melewati mata-kaki, Mak Limah harus meletakkan tempayan berisi air cuci kaki disamping tangga pelantar, depan dan samping rumah.

Kini cucu-cucu telah sekolah, banjir semakin menjadi-jadi, Mak Limah harus menyinsing kain sarung warna batiknya jika turun ke halaman, diperparah lagi kebiasaan buruk sang cucu yang suka membuat lubuk; membuat lobang dengan menekan-nekankan kaki kedalam tanah gembur akibat air hujan, kalau salah langkah siap-siaplah harus terperosok sampai pangkal paha.

Musim panas?Kicau burung lah tandanya! Saat masih kecil, beragam-ragam jenis; ketika matahari belum terbit,terdengar suara murai berkicau, disusul suara kokok ayam, kicau parau burung merebah,kukur burung balam, lalu terdengar suara kawanan bayan melintasi kampung, terbang entah kemana. Setelah matahari sepenggalahan terdengar suara punai,peregam dan tiung yang memakan buah malai di samping rumah. Saat matahari meninggi,burung serindit dan cicap sahut-menyahut keriangan mungkin karena kelapa disekitar rumah lagi bermayang,  terdengar juga suara burung kelengkeng, enggang dan gagak semuanya berkumpul dipohon malai. Buah malai dikatakan buah tahunan karena hanya berbuah dimusim panas. Kalau diperhatikan isi buahnya seperti alpukat, cara memasaknya mudah; dipilih yang masak dipisahkan tampuk dan isi malai, lalu disiram air panas, ditiriskan, dikasi garam secukupnya lalu digoncang keatas kebawah, seperti main dadu supaya antara buah malai dan garam teraduk rata.

Menjelang matahari tenggelam terdengar kembali suara burung bayan melintasi perabung rumah,kembali kesarang setelah seharian mencari makan.

Hari kehari,kicau itu semakin berkurang, pertama burung enggang, kelengkeng dan peregam lenyap entah kemana, seterusnya burung bayan dan serindit.

Burung murai yang biasanya membangunkan Mak Limah tiap pajar menyingsing juga tak terdengar lagi suaranya, menurut sang cucu harga murai mahal, jika dapat dua ekor yang jantan apalagi yang bersuara bagus, bisa ditukar dengan sepeda seken dekat kedai Pak Itam Saman.

 Kini tinggallah kokok ayam dan seraknya suara merbah menemani Mak Limah menyambut pagi.

Mak Limah perempuan separoh baya yang Cuma tamat Sekolah Rakyat. Ketika dia pertama masuk sekolah, Bung Karno menggelorakan Ganyang Malaysia dan ketika tamat, mahasiswa heboh dengan TRITURA dan Pak Harto menggelorakan Amanat penderitaan Rakyat, dimana-mana; dari Gedung Rakyat sampai kerumah makan.

SR terlalu rendah untuk membawa Mak Limah mengerti makna politik, tapi cukup memadai untuk mak limah mengerti makna hidup,  yah setidaknya ketiga orang anak Mak Limah  hari ini Sarjana, semua telah bekerja dan cucu-cucunya rajin sekolah dan semua mereka telah punya cita-cita.

Hari ini Mak Limah kembali memandang pucuk turi. Matahari Sudah sepenggalahan, cahayanya merah pucat, berkabut, tak seperkasa biasa, yang berbinar menyilaukan.
“Ooh,masih berasap” Keluhnya dalam

Dari radio 2 band yang tergantung didinding pada sebatang paku lima inci yang tersemat kuat dijenang rumah, sejak pertama dibeli tak pernah dipindahkan, untung saja talinya kuat karena mereknya Philip yang dibelakang radio tertulis Made in Holland. Jika diputar chanel ke RTM, radio negara tetangga, mereka bilang bahwa negara kita mengganyang mereka dengan asap dan kabut. Tatkala tuning diputar ke RRI radio kebanggaannya, terdengar suara berdebat tapi menurut hemat Mak Limah itu pertengkaran karena tak ada yang mau mengalah. Kata penyiar,  mereka adalah ahli cuaca. Terdengar yang satu terus menerus menyalahkan

“Ini akibat dari kebakaran hutan, akibat kebiasaan membakar lahan, sehingga merubah cuaca dan iklim” suaranya terdengar berapi-api,memanaskan telinga Mak limah karena kebiasaannya “memeron” yaitu membakar potongan rumput yang telah dipotong ikut diungkit.

Ada juga yang menyejukkan telinga, tapi Mak Limah tak suka caranya;
“Kita harus merekayasa cuaca, kita harus membuat hujan buatan”kata ahli yang satu lagi berusaha tak menyalahkan penyebab kabut.

Hujan buatan?Bukankah itu sama saja melangkahi kekuasaan dan aturan-Nya?yang tak pernah salah dan selalu rapi. Kemahaan-Nya mengatur alam ini dengan sempurna, kapan hujan turun, air akan pasang dan surut.

“Manusia terlampau melewati pusingan waktu yang telah ditentukan” Keluh Mak Limah

Dikejauhan terdengar suara cucu-cucu Mak Limah, seharusnya mereka sekolah ketika matahari masih sepenggalan begini,

“Mengape balek?lari dari guru ye?

“ Kami disuruh balek, semue sekolah diliburkan nek! Sampai asap kabut mereda, karna kata guru tak baik bagi kesehatan”

“Takot asap, sampai meniggalkan ilmu? budak-budak ni”pikirnya dalam hati.
Selesai berganti baju, sang cucu berhamburan kehalaman, ada yang menarik layang-layang, ada juga yang memetik bunga melati. Mak Limah geleng-geleng kepala.

Mak Limah membetulkan letak masker dihidungnya.Yang diperolehnya dari pembagian.Kemaren waktu kepasar, dipersimpangan jalan ada yang membagikan masker sambil memberikan gambar salah satu calon anggota dewan.

“Dipakai Nek, supaya paru-paru tak terganggu” Ujar seseorang yang berpakaian sapari berkopiah, sepatu mengkilap, menebarkan senyum penuh pesona dan dia sendiri tak memakai masker, mungkin takut menutupi senyum indahnya itu.

Sejak itu Mak Limah terus memakainya. Saat betanam kacang risih juga, masker yang menutup hidungnya basah, keringat dari dahi mencucur mengalir kehidung terus membasahi masker sampai membuatnya tersedak karena beberapa tetes keringat meresap kedalam lubang hidung.

“Maafkan aku Tuhan, aku memakai ini hanya untuk memuaskan hati yang memberi, bukan untuk menolak apa apa yang telah engkau kodratkan” Mak limah membatin.

Selama ini ia tak pernah mengeluh; ketika air banyak, ketika air sedikit, ketika langit berkabut, cerah, bersinar atau bersembunyi dibalik awan, ia telah mengalami ribuan kali,  yang  selalu ia tatap lewat celah-celah pucuk turi didepan rumah.

“Wahai Tuhan, engkau hanya memberi asap dialun-alun langit,  kami begitu resah. Mudah-mudahan engkau tidak memberikan cahaya api disangkar langit ciptaan-Mu” Mak Limah berjalan kearah sumur tempatnya berwudhu karena matahari kuning pucat sudah diubun-ubun.


Sungai Beringin Paret 17, Maret 2014

Bupati Inhil Lantik 228 Pejabat Eselon


TEMBILAHAN (INDRAGIRI.COM)  - Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan melantik dan mengambil sumpah 228 pejabat eselon II, III dan IV, Kamis (27/2) malam.


Pelantikan itu merupakan pelantikan pertama di masa kepemimpinan Bupati Inhil dan Wakil Bupati Inhil, HM Wardan dan H Rosman Malomo. Ditegaskan bupati, pelantikan itu tidak ada unsur politis, namun semata-mata berdasarkan hasil penilaian mereka selama kurang lebih 100 hari.



‘’Tentu melalui pelantikan ini ada pihak yang gembira dan ada pula pihak yang merasa tidak puas. Namun ini adalah dinamika dan proses yang harus dilalui dalam sebuah organisasi dan lembaga pemerintahan,’’ ujar bupati.



Pertimbangan pelantikan itu lebih tepatnya ingin melakukan penyegaran dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar pejabat yang baru dilantik tidak menunggu lama-lama. Namun harus lebih cepat bertindak memberikan pelayanan kepada masyarakat.



‘’Tapi ingat, kita harus senantiasa menjalankan tugas adalah benar-benar memahami tugas pokok dan fungsinya (tufoksi). Sehingga kita bisa berbuat lebih tepat, terukur dan tidak menyalahi ketentuan,’’ tegasnya.



Selain itu kepada pejabat yang dilantik, dikatakan bupati lagi harus mau berbagi tugas dengan bawahannya, apa saja pekerjaan yang bisa didelegasikan jangan ditahan-tahan. 



Dengan diberdayakan segala potensi yang ada, maka bupati yakin para kepala satuan kerja (satker) yang sudah dilantik bisa menjalankan amanah dengan baik.



Dari 228 pejabat eselon yang dilantik, 23 eselon II, 90 eselon III, 110 eselon IV dan 5 pejabat fungsional. H Fauzar, sebagai Asisten Administrasi Umum Pemkab Inhil, Helmi Kepala Dinas Pendidikan, H Hafitsyah, sebagai Staff Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, H Fazar Husin sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).



Kemudian Hj Alvi Furwanti Alwie sebagai Kepala Dinas Kesehatan, H Tengku Juhardi sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), H Dianto Mampani menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambagan dan Energi (Distamben), H Afrizal sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).



H Encik Kamal Sahindra sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), H Syaifudin menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Raja Rida Indaryati sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Hj Djamilah sebagai Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.



Selanjutnya, H Tantawi Jauhari menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dijabat oleh H Yusfik, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) diisi oleh H Pahrolrozy, Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah dijabat oleh H Saripek.



H Rudiansyah mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar), H Muktar T menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun), HM Yasin Abdi sebagai Kepala Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP), H Yulizal sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) dan H Fauzan sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Inhil.(adv/b)





Sumber.Riaupos.co

5 Faktor mengejutkan penyebab kesehatan tubuh menurun

Indragiri..com - Di musim penghujan seperti ini, sistem kekebalan tubuh merupakan hal utama yang harus Anda jaga. Sebab di musim penghujan, banyak virus dan bakteri yang berkembang biak dan menjadi penyebab munculnya banyak penyakit.

Dalam menjaga kesehatan tubuh, kenali beberapa faktor berikut yang dapat menjadi penyebab menurunnya kesehatan tubuh seperti dilansir dari foxnews.com.

Makanan manis
Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis tidak hanya dapat meningkatkan berat badan Anda, namun juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi 100 gram gula per hari akan menurunkan kemampuan sel darah putih dalam membunuh bakteri.

Kurang minum air putih
Tubuh Anda membutuhkan banyak air untuk membuang racun yang ada di dalam tubuh. Banyaknya jumlah cairan yang harus dikonsumsi jumlahnya berbeda-beda tergantung dengan keadaan fisik seseorang. 

Kelebihan berat badan
Berat badan yang berlebih juga akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh sebab kelebihan berat badan akan menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan peradangan yang mengganggu kemampuan sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan infeksi.

Hidung yang kering
Walaupun terdengar jorok, namun lendir yang ada di dalam hidung dapat berfungsi untuk menangkap virus yang akan memasuki tubuh Anda. Jika hidung Anda terlalu kering, maka kuman akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh Anda. 

Stres
Stres tidak hanya mempengaruhi kesehatan mental Anda, namun juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kesehatan tubuh merupakan hal utama yang harus Anda jaga. Oleh karena itu kenalilah beberapa faktor yang mampu menurunkan kesehatan tubuh seperti contoh di atas.



Sumber.Mardeka.com


MENGENAL MANFAAT BUAH KELAPA DAN KANDUNGAN BUAH KELAPA

INDRAGIRI.COM - Buah kelapa merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Manfaat buah kelapa tidak hanya pada bagian buahnya saja, tetapi hampir semua dari bagian kelapa termasuk pohon, daun, akar, sabut, mempunyai berbagai macam fungsi yang berperan cukup penting dalam kehidupan sehari-hari, sehingga sering disebut "tumbuhan serbaguna". Tumbuhan kelapa merupakan suku dari tumbuhan aren-arenan (Arecaceae).

Tumbuhan kelapa diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia (Asia). Namun saat ini kelapa sudah menyebar diseluruh pantai dan daerah-daerah tropis di dunia. Salah satu manfaat buah kelapa yang paling dikenal didunia adalah pada airnya yang mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang (dehidrasi). Dibawah ini adalah ulasan singkat mengenai manfaat dan kandungan yang terdapat pada buah kelapa.

KANDUNGAN GIZI BUAH KELAPA

Buah kelapa mengandung berbagai nutrisi yang diperlukan tubuh. Kandungan zat yang terdapat dalam buah kelapa antara lain :

KALORI

Kalori yang terkandung dalam buah kelapa cukup tinggi, pada daging buah kelapa tua ada 359 kal per 100 gram. Buah kelapa setengah muda mengandung kalori 180 kal per 100 gram, sedangkan pada kelapa muda mengandung kalori 68 kal per 100 gram. Rata-rata kalori yang terdapat dalam airnya berkisar 17 kal per 100 gram.

TANIN / ANTIDONTUM

Air kelapa hijau lebih banyak mengandung tanin / antidontum. Zat ini adalah anti racun. Kandungan antidontum pada kelapa hijau lebih banyak dibanding dengan kelapa jenis lain.

KANDUNGAN ZAT KIMIA LAIN :

- Asam Askorbat / vit.C
- Protein
- Lemak
- Hidrat Arang
- Kalsium
- Potasium

MINERAL :

- Zat besi
- Fosfor
- Gula ( glukosa, fruktosa, sukrosa)

Enzim yang terkandung dalam air kelapa mampu mengurai sifat racun.
MANFAAT BUAH KELAPA

  • 1. Mengobati sakit panas dalam
  • 2. Sebagai penawar racun
  • 3. Membantu meredakan nyeri saat haid
  • 4. Mengobati sakit panas
  • 5. Mengobati deman berdarah
  • 6. Influenza
  • 7. Mengobati kencing batu
  • 8. Mengusir cacing kremi
  • 9. Meredakan sakit gigi (berlubang)
  • 10. Menggantikan cairan tubuh yang hilang karena dehidrasi.

MACAM MACAM BUAH KELAPA

Demikianlah informasi singkat tentang manfaat buah kelapa dan kandungan didalamnya. Buah kelapa menjadi salah satu buah paling digemari karena rasa air kelapa mudanya yang khas. Semoga bermanfaat. 

DPW FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) INHIL RESMI DILANTIK

Tembilahan. Kamis kemarin (29/1), Pengurus DPW Front Pembela Islam (FPI) Kab.  Inhil dan Pengurus DPW Front Pembela Islam (FPI) Kab. Pelalawan resmi dilantik. Acara yang bertempat di Islamic Center Pelalawan tersebut berlangsung hikmat, Turut hadir dalam acara tersebut para ulama, tokoh masyarakat, tokoh ormas Islam, pimpinan pesantren, dan para tamu undangan.
Pelantikan yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPP FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis, ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus, penandatanganan berita acara pelantikan, dan penyerahan sertifikat wilayah DPW FPI Inhil dan DPW FPI Pelalawan.
Melalui rilis yang diterima redaksi, Ketua Tanfidz DPW FPI Inhil, Asnawi Sulaiman menegaskan munculnya FPI INHIL bukan untuk menjadi batu sandungan atau mengganggu keberadaan eksistensi ormas-ormas Islam yang telah ada. “Diharapkan sebagai upaya dan langkah strategis dan sinergi untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan umat di wilayah Inhil, membantu pemerintah daerah dalam memberantas kemaksiatan,” ujarnya. 
Sementara itu wakil ketua DPP FPI, KH. Ahmad Shobri Lubis menuturkan bahwa "Kita harus memberikan pemahaman serta merubah paradigma umat bahwa FPI bukanlah organisasi yang anarkis, tapi FPI adalah organisasi umat Islam yang membawa rahmat bagi seluruh umat. Tapi kita tak akan memberikan toleransi terhadap kemaksiatan dan kedholiman yang ada di daerah ini," tegasnya. 
Sementara itu, Sekretaris DPW FPI Inhil, Darmendra saat ditanya soal program kerja ke depannya mengatakan bahwa pihaknya telah merancang program kerja yakni pembinaan akhlak remaja, bekerja sama dengan Aparat penegak hukum dalam upaya memberantas kemaksiatan yang ada di daerah ini.
"langkah cepat yang akan kita ambil adalah pembinaan terhadap generasi muda, karna generasi muda merupakan penerus bangsa ini jika akhlak generasi rusak maka kedepannya rusak pula-lah negeri kita ini." tegasnya. (SA)

Asyik Mesum, Mahasiswi Akper Digerebek Petugas

RIAUPOS.CO - Seorang mahasiswi Akademi Perawat (Akper)  sun (20) bersama pacarnya  Indra (32) digerebek warga saat sedang asik berbuat mesum. Mereka diringkus  di rumah kosong pada Rabu (29/1) sekitar pukul 02.00 Wib. 
Tempat kosong itu disebut-sebut sering menjadi tempat mesum para pasangan muda-mudi. Kedua pasangan mesum yang terpergok warga itu adalah Sun, 20 warga Johar, Gampong Pahlawan, Karang baru, Aceh Tamiang dan Indra, 32 warga Gampong PB. Blang Paseh. Mereka terpaksa berurusan di dinas Syariat Islam.  Mereka digerebek di kawasan dusun PJKA, Gampong PB. Blang Pase, Langsa Kota, Aceh. 

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa Ibrahim Latif mengatakan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari masyarakat, bahwa ada sebuah rumah tak bertuan sering dijadikan lokasi mojok. 

Dinas Syariat Islam pun menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka langsung mendatangi rumah kosong tersebut. Ketika personil menggedor rumah, dari dalam kamar keluar seorang wanita.

"Saat diminta indetitasnya, ternyata wanita itu bernama Sundari, dan tercatat sebagai mahasiswi Akper. Ketika diperiksa kuat dugaan baru selesai berkhalwat, karena si cewek memakai baju terbalik. Sedangkan pasangan pria di luar kamar cuma mengenakan kaos singlet plus celana pendek. Sementara lokasi lapak tampak gelap remang-remang," sebut Ibrahim.

Karena diduga melanggar syariat, maka pasangan itu langsung diangkut dengan mobil patroli ke markas Kantor Dinas Syariat Islam, untuk menjalani pemeriksaan. 

Kepada petugas, Sundari mengaku bahwa malam itu ia keluar dari Asrama Akper Cut Nyak Dhien, sengaja datang ke rumah itu untuk bertemu pasangannya. 

"Malam itu juga, Rabu (29/1) sekira pukul 02.00 WIB, pasangan tersebut dibawa pulang oleh pihak Gampong Paya Bujok Blang Paseh, bersama keluarga untuk dilakukan pembinaan dan penyelesaian selanjutnya secara adat di gampong," sebut Ibrahim. (bah/mas/rpg).


Sumber.Riaupos.Co
 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger