Headlines News :

Apa Jadinya bila Manusia Masuk ke Dalam Lubang Hitam?

Salah satu obyek paling mengagumkan dalam astronomi adalah lubang hitam. Obyek ini begitu masif, mendiami pusat sebuah galaksi.

Ilmu astronomi menggambarkan bahwa lubang hitam memiliki gravitasi yang begitu kuat. Tak ada yang mampu lari darinya, tak terkecuali cahaya.

Nah, apa jadinya jika obyek yang ditarik oleh gravitasi lubang hitam itu adalah kita, manusia? Akan menjadi seperti apa kita?Sebuah video produksiDomain.com yang diunggah olehDiscovery Channelmenjelaskan apa yang terjadi dalam skenario tersebut.

Dijelaskan, ketika masuk ke lubang hitam, manusia akan meregang. Tubuh manusia akan memanjang. Manusia akan menjadi seperti spageti.Begitu masuk ke lubang hitam, manusia tak punya pilihan. Manusia tak bisa lari ataupun kembali.Seiring ketika masuk ke lubang hitam, waktu dalam sudut pandang manusia akan melambat, jauh lebih lambat dari waktu yang dirasakan di Bumi.

Jika seseorang mampu melihat orang lain dari tepi lubang hitam, maka orang itu akan melihat orang lain menua begitu cepat.

Sementara itu, orang lain akan melihat manusia yang mendekati ke lubang hitam bergerak dengan sangat lambat. Pada akhirnya, manusia itu akan tampak berhenti ketika sampaievent horizonatau yang dikenal dengan "the point of no return".

Kemudian, manusia akan tampak meredup dan memerah. Manusia lalu akan menjadi terlalu panjang sampai akhirnya yang tersisa hanya hitam.Masuk ke lubang hitam memang terdengar mengerikan. Namun, manusia mungkin tak perlu terlalu khawatir.

Lubang hitam terdekat dari Bumi adalah X-1, berjarak 6.000 tahun cahaya. Sangat jauh. Lubang hitam itu baru akan berbahaya jika manusia berada 22.530 km darinya.Di samping itu, Stephen Hawking baru-baru ini menyatakan bahwa lubang hitam mungkin tidak ada. Kalau lubang hitamnya saja tak ada, maka ancamannya pun demikian.

Sumber : kompas.com

Beredar PETISI Untuk Presiden Jokowi: "Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya"

Beredar PETISI online "Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya". Petisi yang diinisiasi Maimon Herawati ini mulai beredar hari ini, Minggu (19/7/2015), di situs Change.org.

Berikut ISI PETISI:

Mempetisi ke
Presiden RI Joko Widodo
Wapres Jusuf Kalla
Kapolri Badrotin Haiti
Menteri Agama RI Menag Lukman Hakim Saifuddin

Usut Tuntas Teror Tolikara dan Cokok Pelakunya

Pembakaran masjid, kios, dan rumah di Tolikara, Papua adalah ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan toleransi antar umat beragama. Jika teroris pelaku kejahatan ini tidak segera ditangkap dan diproses secara hukum, kerusuhan sangat mungkin menjalar ke daerah lain. Sentimen agama dan suku adalah api yang sangat mungkin menjalar, meluas dan meruntuhkan NKRI. Ambon adalah sejarah yang tidak ingin kita ulang.

Kami menuntut pemerintah dan aparat terkait untuk segera mencokok pelaku penghangusan masjid, 38 rumah, dan 63 kios, serta penyebab 153 jiwa mengungsi. Korban bukan hanya Muslim, tetapi juga Nasrani asli Papua. BUkankah sehari setelah kejadian, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia telah mendeteksi adanya surat edaran Ketua GIDI wilayah Tolikara, Pendeta Nayus Wenea dan Sekretaris GIDI Pendeta Marthe Jingga yang berisi larangan umat Islam merayakan Idul Fitri di Karubaga Tolikara? Surat itu juga melarang muslimah berjilbab.

Kami minta pemerintah tegas menyebut tindakan itu sebagai tindakan terror dan tidak ada kaitannya dengan nilai agama manapun. Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Albertus Patty menyesalkan pembakaran masjid ini. Ia bahkan meminta aparat mengamankan siapapun pelaku kekerasan itu.  Ketua Lembaga Adat Papua, Lenis Kogoya juga mengimbau aparat kepolisian memburu pelaku pembakaran (Republika 18/7).

Teror adalah terror dan tidak ada satu agama pun yang mengarahkan pengikutnya menjadi teroris, yang mengancam kedamaian hidup yang lain.

***

Tolong bantu petisi ini, untuk Tolikara. Silahkan ikut tandatangani dan share.

LINK PETISI: https://www.change.org/p/yth-presiden-ri-jokowi-wapres-jusuf-kalla-kapolri-badrotin-haiti-menag-lukman-hakim-siafuddin-usut-tuntas-teror-tolikara-dan-cokok-pelakunya

Sumber : pkspiyungan.com

Habib Rizieq: Tangkap Pembakar Masjid di Papua atau Jihadis akan Turun

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) mengutuk keras tindakan sekelompok massa umat Nasrani menyerang jemaah umat Islam yang sedang melaksanakan shalat Idul Fitri di halaman Koramil 1702/JWY, Kabupaten Tolikara, Papua, Jumat (17/7/2015).

"Itu perbuatan BIADAB..!!! Mereka KAFIR HARBI yang harus dibasmi..!!! Mereka telah menodai Agama, Bangsa dan Negara !!!" tegas Habib Rizieq melalui pesannya yang diterima Suara Islam Online, Jumat (17/7)Habib Rizieq menyerukan kepada PemerintahRI, khususnya aparat pertahanan dan keamanan, yaitu TNI dan POLRI, untuk segeramengambil tindakan tegas terhadap para perusuh yang telah membakar Masjid dan menjarah pasar umat Islam di Papua, sehingga berjatuhan korban dari umat Islam pada Jum'at pagi di Hari Raya Idul Fithri 1436H.

"Termasuk seluruh pengurus Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Badan Pekerja Wilayah Toli -Papua yang telah memprovokasi masyarakat Kristen Papua melalui Surat Edaran tertanggal 11 Juli 2015 yang ditanda tangani Pdt.Navus Wenda dan Pdt.Marthen Jingga, yang melarang Perayaan Idul Fitri bagi umat Islam dan Pemakaian Jilbab bagi muslimah di seluruh Wilayah Tolikara-Papua," tambahnya.

"Begitu juga para MISSIONARIS ASING yang selama ini terlibat bekerja-sama dengan GIDI. Tangkap mereka..!!!" tambahnya kemudian.

Habib Rizieq juga menyerukan agar jangan sampai lebih dari 2 x 24 jam, para perusuh dan para aktor intelektualnya serta misionarisasing yang terlibat, harus segera ditangkap.

"Sebelum para JIHADIS dari seluruh pelosok Tanah Air turun ke Papua untuk mengeksekusi mereka dengan prinsip : Luka dibayar dengan Luka, dan Darah dibayar dengan Darah, serta Nyawa dibayar dengan Nyawa." pungkasnya.

sumber : suara-islam.com

Idul Fithri Bukan "Kembali Suci"

Makna lafadz Idul Fithri memang bukan kembali menjadi suci. Meskipun memang ada sedikit kemiripan dari dua kata itu, namun sebenarnya keduanya punya makna yang lain.

Justru karena kemiripan inilah makanya banyak orang silap dan keliru memaknainya. Bahkan para reposter televisi nasional kita pun latah ikut-ikutan keliru juga. Malah tidak sedikit para ustadz dan penceramah yang ikut-ikutan menyebarkan kekeliruan massal ini ini tanpa tahu ilmu dan sumbernya.

Makna 'Ied' Bukan Kembali

Kata 'Ied' (عيد) dalam Iedul Fithri sama sekali bukan kembali. Dalam bahasa Arab, Ied (عيد) berarti hari raya. Bentuk jamaknya a'yad (أعياد). Maka setiap agama punya Ied atau hari raya sendiri-sendiri.

Dalam bahasa Arab, hari Natal yang dirayakan umat Nasrani disebut dengan Iedul Milad (عيد الميلاد), yang artinya hari raya kelahiran. Maksudnya kelahiran Nabi Isa alaihissalam. Mereka merayakan hari itu sebagai hari raya resmi agama mereka.

Hari-hari kemerdekaan suatu negeri dalam bahasa Arab sering disebut dengan Iedul Wathan (عيد الوطن). Memang tidak harus selalu hari kemerdekaan, tetapi maksudnya itu adalah hari besar alias hari raya untuk negara tersebut.

Lalu kenapa banyak orang mengartikan Ied sebagai 'kembali'?

Nah itulah masalahnya. Banyak orang kurang mengerti bahasa Arab, sehingga bentuk sharf dari suatu kata sering terpelintir dan terbolak-balik tidak karuan.

Dalam bahasa Arab, kata kembali adalah 'aada - ya'uudu -'audatan (عاد - يعود - عودة). Memang sekilas hurufnya rada mirip, tetapi tentu saja berbeda jauh maknanya dari 'ied. Jadi kalau maksudnya mau bilang kembali, jangan sebut 'ied tetapi sebutlah 'audah.

Sayangnya, banyak ustadz, kiyai dan penceramah yang rada gegabah dalam masalah ini. Sudah salah dan keliru, bicaranya di layar kaca pula, ditonton jutaan pasang mata orang awam. Maka kekeliruan itu pun terjadi secara 'masif, terstruktur dan sistematis'.

Makna Kata Fithri Juga Bukan Suci

Dalam bahasa Arab kita mengenal dua kata yang nyaris mirip tetapi berbeda, yaitu fithrah (فطرة) dan fithr (فطر).

1. Makna Fithrah

Yang pertama adalah kata fithrah (فطرة). Jumlah hurufnya ada empat yaitu fa', tha', ra' dan ta' marbuthah. Umumnya fithrah diartikan oleh para ulama sebagai kesucian atau juga bermakna agama Islam. Seperti hadits berikut ini :

عَشْرٌ مِنَ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الأْظْفَارِ وَغَسْل الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الإْبْطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ

Ada sepuluh hal dari fitrah (kesucian), yaitu memangkas kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari-jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu kemaluan dan istinjak (cebok) dengan air. ” (HR. Muslim).

Dan juga bermakna agama Islam, sebagimana hadits berikut ini :

مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلاَّ وُلِدَ عَلىَ الفِطْرَةِ أَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِهِ

Tidak ada kelahiran bayi kecuali lahir dalam keadaan fitrah (muslim). Lalu kedua orang tuanya yang akan menjadikannya yahudi, nasrani atau majusi. (HR. Muslim)

2. Makna Fithr

Sedangkan kata fithr (فطر) sangat berbeda maknnya dari kata fithrah. Memang sekilas keduanya punya kemiripan. Tetapi coba perhatikan baik-baik, ternyata kata fithr itu hurufnya cuma ada tiga saja, yaitu fa', tha' dan ra', tanpa tambahan huruf ta' marbuthah di belakangnya.

Apakah perbedaan huruf ini mempengaruhi makna?

Jawabnya tentu saja mempengaruhi makna. Keduanya punya makna yang berbeda dan amat jauh perbedaannya.

Dalam bahasa Arab, kata fitrh (فطر) bermakna makan atau makanan dan bukan suci ataupun keislaman. Pembentukan kata dasar ini bisa menjadi makan pagi, yaitu fathur (فطور), dan juga bermakna berbuka puasa, yaitu ifthar (إفطار).

Disinilah banyak orang yang rancu dan kurang bisa membedakan makna. Dikiranya fithr itu sama saja dengan fithrah. Sehingga dengan ceroboh diartinya seenaknya menjadi kembali kepada fitrah.

Coba perhatikan, betapa banyak kita menyaksikan kekeliruan demi kekeliruan yang dipajang dengan bangga, padahal keliru. Baliho yang dipasang, kartu ucapan selamat, bahkan SMS yang dikirimkan, termasuk televisi nasional ramai-ramai menganut kekeliruan massal ini, tanpa pernah teliti dan bertanya kepada ahlinya.

Makna Idul Fithr

Kalau kita jujur dengan istilah aslinya, sesungguhnya kata 'Idul Fithri' itu bukan bermakna kembali kepada kesucian. Tetapi yang benar adalah Hari Raya Makanan.

Dan hari raya Islam yang satunya lagi adalah Idul Adha, tentu maknanya bukan kembali kepada Adha, sebab artinya akan jadi kacau balau. Masak kembali kepada hewan qurban? Idul Adha artinya adalah hari raya qurban (hewan sembelihan).

Bahwa setelah sebulan berpuasa kita harus kembali menjadi suci, mencusikan hati, mensucikan pikiran dan mensucikan semuanya, tentu memang harus. Cuma, jangan kemudian main paksa istilah yang kurang tepat. Mentang-mentang kita harus kembali suci, lalu ungkapan 'Idul Fithri' dipaksakan berubah makna menjadi 'kembali suci'. (Galafath)

Sumber : rumahfiqih.com

Apakah anak-anak dapat memutuskan shaf shalat berjama'ah ???

Benarkah anak-anak yang berada dibarisan orang dewasa dapat memutuskan shaf ? Sehingga merusak kesempurnaan shalat jamaah ?

Sempurnanya Shaf Sempurnanya Shalat Jamaah

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم سووا صفوفكم فإن تسوية الصف من تمام الصلاة“

Rasulullah saw., bersabda, “luruskanlah shaf-shaf kalian karena sesungguhnya lurusnya shaf itu merupakan kesempurnaan shalat.” (HR. Muslim I/324 no. hadits 433, dari Sahabat Anas bin Malik ra.).

Dan juga hadist :

أقيموا الصفوف فإنما تصفون بصفوف الملائكة وحاذوا بين المناكب وسدوا الخلل ولينوا في أيدي إخوانكم ولا تذروا فرجات للشيطان ومن وصل صفا وصله الله تبارك وتعالى ومن قطع صفا قطعه الله“

Luruskan shaf-shaf kalian karena sesungguhnya kalian itu bershaf seperti shafnya para malaikat. Luruskan di antara bahu-bahu kalian, isi (shaf-shaf) yang kosong, lemah lembutlah terhadap tangan-tangan saudara kalian dan janganlah kalian menyisakan celah-celah bagi setan. Barangsiapa yang menyambung shaf, niscaya Allah akan menyambungnya (dengan rahmat-Nya) dan barangsiapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskannya (dari rahmat-Nya)”. (HR. Ahmad II/97 no. 5724, dari Abdullah bin Umar ra., dinilai Shahih oleh Syeikh Syu’aib al-Arnuth dalam tahqiqnya terhadap Musnad Ahmad bin Hanbal)

Kedua hadits ini dan hadits-hadits serupa –yang tidak kami sebutkan disini- merupakan dalil bahwa kesempurnaan shaf adalah syarat bagi sempurnanya shalat jamaah, sehingga dalam shalat jamaah yang tidak sempurna shaf; jarang/tidak rapat, bengkok, bahkan terputus/tidak bersambung maka berkuranglah kesempurnaan shalat berjamaah tersebut.Dan imam adalah orang yang paling bertanggung jawab akan segala hal yang berhubungan dengan kesempurnaan shalat jamaah. Karenanya, sudah selayaknyalah imam memperhatikan dengan sungguh-sungguh tegaknya shaf/barisan shalat jamaah sehingga kesempurnaan shalat berjamaah akan terwujud.Shaf Anak-anak di Belakang Orang DewasaSebagian orang yang beranggapan bahwa anak-anak dapat memutuskan shaf laki-laki dewasa berpegang pada hadits berikut

;حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ، حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي شَيْبَانَ، عن لَيْثٌ، عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ، عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ، عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أنه كان يجعل الرجال قدام الغلمان والغلمان خلفهم والنساء خلف الغلمان

Telah mengabarkan Abu Nadhir, telah mengabarkan kepadaku Abu Mu’awiyah yakni Syaiban dari Laits dari Syahr bin Hausyab dari Abi Malik al-Asy’ariy dari Rasulullah saw., “Adalah beliau saw., menjadikan laki-laki dewasa di depan anak-anak dan anak-anak dibelakang mereka, dan perempuan dibelakang anak-anak.” (HR. Ahmad V/344; Abu Daud I/181)

Keadaan Sanad Abu Nadhir adalah Hasyim bin Qasim al-Khurasaniy (w. 205); Yahya bin Ma’in berkata, “Dia Tsiqah”. (Tarikh al-Baghdadi 14/65; Siyar A’lam an-Nubala’ 9/548; Mizanul I’tidal 4/290; Tadzkiratul Hufadz 1/359; Jarh wa Ta’dil 9/105)Abu Muawiyah Syaiban adalah Ibnu Abdurrahman an-Nahwi (w. 164); Abu Hatim berkata, “Haditsnya Baik, Haditsnya ditulis”, Yahya bin Ma’in juga men-tsiqah-kannya. (Siyar 7/407; Thabaqat Ibnu Sa’ad 6/377; Jarh wa Ta’dil 4/355; Mizanul I’tidal 2/285)Laits adalah Ibnu Abi Salim bin Zunaim al-Umawiy (w. 143); Abu Hatim berkata, “Haditsnya ditulis tetapi haditsnya dhaif”, al-Haitsami berkata, Dia Tsiqah tetapi dia termasuk pen-tadlis hadits” (Siyar 6/179; Majma’ Zawaid 3/27; Tadzhibut Tahdzib 3/176; Syadzaratudz Dzahab 1/207)Syahr bin Hausyab Abu Sa’id al-Asy’ariy (w. 111); Ibnu ‘Aun berkata, “Tidak ada yang bisa diambil dari Syahr,” An-Nasa’i berkata, “Laisa bil Qawwiy”, Ibnu Hajar berkata, “Dia Shoduq/Jujur tetapi banyak meng-irsalkan hadits,” dan Yahya bin Abi Bukair al-Kirmaniy berkata

,كَانَ شَهْرُ بنُ حَوْشَبٍ عَلَى بَيْتِ المَالِ، فَأَخَذَ خَرِيْطَةً فِيْهَا دَرَاهِمُ فَقِيْلَ فِيْهِ: لَقَدْ بَاعَ شَهْرٌ دِيْنَهُ بِخَرِيْطَةٍ

“Adalah Syahr bin Hausyab saat berada di Baitul Maal, ia mengambil/mencuri Peta yang bernilai beberapa dirham. Maka orang-orang berkata, “Syahr telah menjual agamanya untuk sebuah peta.” (Siyar A’lam an-Nubala’ 4/375; Tadzhibut Tahdzib 2/82; Jarh wa Ta’dil 2/382)Abu Malik al-Asy’ariy adalah seorang sahabat Nabi saw., namanya adalah Ka’ab bin ‘Ashim (w. 18), ia wafat dimasa khalifah Umar ra., memimpin, ia meriwayatkan beberapa hadits dari Nabi saw. (Mu’jamus Shahabah 5/114)Setelah melihat keadaan sanad hadits tersebut, nampak bagi kita kedlaifan/kelemahan dalam sanadnya yakni karena keberadaan Syahr bin Hausyab, sebagaimana disebutkan oleh Syeikh Syu’aib al-Arnuth dalam Ta’liqnya terhadap Musnad Imam Ahmad 5/344. Dan Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani juga mengomentari hadits tersebut dengan berkata, “Sanadnya (hadits ini) dlaif/lemah karena dalam sanadnya terdapat Syahr, dan dia (syahr) adalah dlaif”. (Tamamul Minnah, 1/284).Menjadikan hadits ini sebagai dalil bahwa anak-anak yang berada pada shaf orang dewasadapat memutuskan shaf adalah tidak benar karena derajat hadits tersebut yang dlaif/lemah. Syeikh al-Albani juga berkata,

وفي صف النساء لوحدهم وراء الرجال أحاديثصحيحة وأما جعل الصبيان وراءهم فلم أجد فيه سوى هذا الحديث ولا تقوم به حجة فلا أرى بأسا من وقوف الصبيان مع الرجال إذا كان في الصف متسع وصلاة اليتيم مع أنس وراءه صلى الله عليه وسلم حجة في ذلك“

Dan dalam masalah shaf wanita di belakang shaf laki-laki ada hadits shahih yang menyatakan hal itu, adapun menjadikan anak-anak (khusus) dibelakang shaf laki-laki maka tidak ditemukan hadits yang serupa dengan hadits ini, dan hadits ini tidak bisa dijadikan hujjah maka tidak mengapa menempatkan anak-anak bersama shaf orang dewasa jika shaf tersebut masih longgar dan (hadits) shalatnya dua anak yatim bersama Anas(bin Malik) dibelakang Nabi saw., adalah hujjah dalam permasalahan ini.” (Tamamul Minnah, 1/285)

Lembaga Fatwa Saudi Arabia mengatakan: “Yang sesuai Sunnah untuk anak-anak, apabila ia telah mencapai usia tujuh tahun atau lebih, untuk berdiri di belakang imam sebagaimana orang-orang yang telah baligh. Apabila yang adahanya satu, maka ia berdiri di samping kanan imam, karena sudah jelas dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau shalat di rumah Abu Thalhah, dan menjadikan Anas dan seorang anak yatim di belakangnya, sedangkan Ummu Sulaim di belakang keduanya. Juga telah ada dalam riwayat lainnya, bahwa beliau mengimamishalat Anas, dan menjadikannya di sebelah kanannya”. (Fatawa Lajnah Daimah, no. 1954, Jilid 8/20)

Bolehnya Anak-anak Berdiri di Shaf Orang Dewasa Dari beberapa keterangan tersebut menjelaskan bahwa tidaklah mengapa menjadikan anak-anak berdiri bersama pada shaf orang dewasa, dan ini bukanlah sesuatu yang haram sebagaimana sangkaan sebagian orang, sehingga mereka mencari masjid lain hanya karena pada masjid tersebut dibolehkan anak-anak berada dalam shaf orang dewasa.Adapun dalil kebolehan anak-anak berada pada shaf orang dewasa adalah hadits berikut;

وعن أنس بن مالك رضي الله عنه قالصليت أنا ويتيم في بيتنا خلف النبي صلى الله عليه و سلم وأمي أم سليم خلفنا

“Dari Anas bin Malik ra., berkata, “Aku shalat bersama anak yatim di rumah kami, kami dibelakang Nabi saw., dan Ibuku Ummu Sulaim dibelakang kami”. (HR. Bukhari 1/255)Dalam hadits ini menerangkan bahwa saat Anas bin Malik shalat bersama Rasulullah saw., dan seorang anak yatim, maka Anas berdiri bersama anak yatim dalam satu shaf dibelakang Rasullullah, dan ini menunjukkan dibolehkannya orang dewasa berdiri bersama anak-anak dalam satu shaf. Jika tidak dibenarkan anak-anak berdiri di shaf orang dewasa tentunya Anas akanberdiri disamping kanan Rasulullah saw., sebagaimana hadits shalatnya Ibnu Abbas bersama Rasulullah dan Aisyah. Namun Anas berdiri bersama anak yatim membuat satu shaf dibelakang Rasulullah saw.Inilah dalil akan kebolehan anak-anak berada pada shaf orang dewasa. Bahkan al-Imam al-Bukhari membuat satu bab khusus dalam shahihnya

باب صفوف الصبيان مع الرجال في الجنائز

(Bab Shaf anak-anak bersama orang
dewasa dalam shalat jenazah).

Ibnu Hajar al-Asqalani memberikan komentar atas judul bab tersebut dengan berkata,

وكان ابن عباس في زمن النبي صلى الله عليه وسلم دون البلوغ لأنه شهد حجة الوداع وقد قارب الاحتلام …“

Adalah Ibnu Abbas ra., di zaman Nabi saw., yang saat itu dia (Ibnu Abbas) belum baligh, ikut menyaksikan haji wada’ dan ia duduk bersama (dibarisan) orang-orang dewasa.” (Fathul Bari 3/242)

Inilah beberapa dalil yang menegaskan tentang kebolehannya anak-anak berdiri bersama orang dewasa dalam satu shaf shalat. Dan tidaklah dianggap putus shaf tersebut karena adanya anak-anak yang berdiri dalam shaf bersama mereka. Bahkan jika dicermati, dengan menempatkan anak-anak disamping orang tuanya maka akan jauh kemungkinan ia berbuat nakal, bermain-main dan menimbulkan kegaduhan lainnya karena ia merasa dalam pengawasan orang tuanya. Hal ini berbeda jika iaditempatkan bersama anak-anak lainnya yang kemungkinan besar akan terpengaruh oleh temannya untuk membuat keributan yang dapat menyebabkan hilangnya kekhusu’an orang yang shalat. Adapun bagi orang-orang yang beranggapan putusnya shaf karena adanya anak-anak di dalam shaf orang dewasa hendaknya mengutarakan dalil-dalilnya.

Dan orang yang menetapkan suatu hukum hendaknya mengajukan dalil.

Namun demikian, hendaknya para orang tua memberikan pelajaran bagaimana seharusnya shalat berjamaah dan hal-hal yang menjadi sebab kesempurnaannya, sehingga mereka mengerti tatacara shalat berjamaah yang baik yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Dan hendaknya hanya anak-anak yang telah mumayiz (berumur +7 tahun) yang dibawa ke masjid untuk diajarkan/dibiasakan bagaimana shalat berjamaah. Sebagaimana sabda Nabi saw.,

مُرُوا أوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أبْنَاءُ سَبْعِ سِنينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا ، وَهُمْ أبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ في المضَاجِعِ“

Suruhlah anak-anak kalian untuk shalat jika sampai umur mereka 7 tahun dan pukullah mereka (jika tidak shalat) sedang umurnya sudah 10 tahun dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur kalian.” (HR. Abu Daud 1/185 no. 495; At-Tirmidzi no. 407)

Wallahu A’lam

"Bangkitnya Atatürk Indonesia"

Oleh Haikal Hassan
(@haikal_hassan)

1. Bapak turki (Ataturk) telah mati, terbujur, busuk. Dia sdg menanti sahabat-sahabatnya dari Indonesia. Siapakah dia?

2. MUSTAFA Kamal Ataturk adalah penggagas Republik Turki. Ia didapuk sebagai pemimpin revolusi, negarawan dan Presiden Turki yang pertama.

3. Ataturk pula yang memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.

4. Mustafa Kamal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan ideologi Kemalist.

5. Ideologi ini bertujuan membawa Turki ke arah negara modern, demokratik dan negara sekular. Padahal Islam mayoritas.

6. Ia mengganti azan kedalam bhs turki, lagu quran jadi lagu turki, bhs arab dihapus, kata syariah dihilangkan, dll.

7. Beda tipis lah sama antek Jokowi saat ini yg coba2 baca quran lagu jawa dan si ucup yg mau ganti kata2 syariah.

8. Bahkan walisongo yg membumikan cara penyebaran Islampun TIDAK BERANI melagukan quran dg logat jawa.

9. Keberanian si lukman (Menteri Agama -red) yg mengatakan ini adalah idenya, akankah penjilat yg menukar agama dg harga yg murah?

10. Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:

11. Penyakit kulit bernanah dari kepala hingga kaki, Sakit jantung aneh, darah tinggi yg memecahkan otak, Panas tinggi sepanjang waktu.

12. Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia secara mengenaskan.

13. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya.

14. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki mengurusnya

15. Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat.

16. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum.

17. Musium itu diberi nama EtnaGrafi di Ankara dan mayat busuk ataturk itu selama 15 tahun atau sampai tahun 1953 berada disana.

18. Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit.

19. Disana mayat itu ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer.

20. Namun MUSTAFA Kamal Ataturk sebentar lagi tak sendirian. Akan banyak temannya dari Indonesia. Merekalah para pengusung pluralisme.

21. Mereka itu berencana mengapus kolom agama di ktp, mencabut skb 3 menteri ttg pendirian rmh ibadah.

22. Mereka juga mencabut tap mpr xxv/1966 ttg pki dan bagian dari mereka juga kini menggodok doa yg katanya menimbulkan masalah.

23. Doa yg seperti apa? Aneh sekali. Bahkan disebutkan karena ada keluhan umat agama lain. Makin aneh.

24. Mungkin sebentar lagi larangan azan dengan pengeras suara, sebagaimana ataturk telah melarang azan di turki.

25. Kini, Ataturk tengah menanti sahabat-sahabatnya dari Indonesia. Selamat. Kami menanti kematianmu dan meletakkanmu di museum.

26. Publik menolak. Ulama teriak. Dai berkomentar. Masyarakat tak terima. Medsos ramai. tes ombak ternyata gagal.

27. Buru-buru klarifikasi. Maksudnya bukan begitu. Itu gak benar. Bla bla bla. Inilah cara lama. Ini benar-benar basi!

28. Pesan kami, jangan coba-coba pancing kemarahan umat. DIKTATOR MINORITAS LIBERAL yg skrg tampil akan berumur pendek jika begitu.

29. Ataturk-ataturk baru kini bermunculan. Penuh harap umur mereka 5 tahun saja. Bahkan kurang dari itu bila mungkin.

30. Indonesia tempat dimana ribuan bahasa, dialek, hewan, tumbuhan, suku, adalah negeri singgahnya utusan Nabi, negeri para wali.

31. Indonesia juga tempat harmonisasi contoh dunia dimana katolik, protestan, hindu, budha harmonis bersama 230an JUTA muslim.

32. Indonesia, negeri para wali, saat ini tengah rawan-rawannya dikeroyok begundal ekonom tak tau diri, perkaya diri tanpa hiraukan generasi.

33. Indonesia, negeri para wali, saat ini menjadi sasaran amerika dg penempatan pangkalan militer yang membuat bulu kuduk berdiri.

34. Indonesia, negeri para wali, jadi sasaran israel dg melibatkan bank asing, media, tawaran kk, makanan, pakaian, aneka produk yahudi.

35. Indonesia, negeri para wali, dimana anak2 mengaji, masjid tumpahruah, damai, tentram, harmonis bersama umat2 lain, saling menghargai.

36. Biarkan kami damai seperti ini wahai para begendal tak tau diri! Jgn pancing kemarahan kami yg nanti akan lupa akan kelemahan diri.

37. Ataukah kalian menanti akan jadi teman MUSTAFA Kamal Ataturk, membusuk, terkutuk? Wasalam.

*dari twitter @haikal_hassan, Senin (18/5/2015)

 
Support : Indragiri
Copyright © 2011. Indragiri News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger